Van Gaal Ajari Media Apa Itu “Long Ball”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 11 Februari 2015 | 11:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Bukan van Gaal kalau tidak mampu menceramahi media tentang apa itu “long ball United.”
Umpan-umpan panjang Manchester United.

Kesal dengan serangan para pengamat tentang bola-bola panjang yang berawal dari kritik pelatih West Ham, Sam Allardyce, atau akrab disapa “Big Sam,” ketika kemenangan timnya dilunturkan oleh gol Daley Blind di “fergie time,” atau waktu “injuri time,” Sabtu pekan lalu, van Gaal lantas angkat bicara.

Pelatih asal Belanda itu dituding menggunakan taktik “kuno,” yaitu melontarkan bola-bola panjang ke depan untuk mengejarkan gol di setiap pertandingan, terutama ketika melawan West Ham di Boleyn Park Stadium.

“Big” Sam Allardyce, seusai kedua tim bertemu dengan skor akhir imbang satu gol berbanding satu gol, mengatakan tim van Gaal sebagai “long ball United.”

Pada sesi jumpa wartawan jelang laga melawan Burnley pada Rabu, 11 Februari 2015, beberapa jam sebelum laga United melawan Burnley di Old Trafford, van Gaal mengeluarkan kertas-kertas statistik United dan berkata bahwa interpretasi Allardyce adalah salah.

Menurut data yang dikeluarkan van Gaal, justru West Ham memiliki persentase umpan panjang yang lebih tinggi ketimbang “The Red Devils”dalam laga tersebut.

Secara keseluruhan, West Ham memproduksi empat ratus umpan sementara Man United tiga ratus empat puluh tiga.

Menurut data tersebut, tujuh puluh satu persen umpan The Hammers adalah umpan panjang atau umpan yang jarak perpindahan bolanya lebih dua puluh lima meter.

Sementara itu, pesentase umpan panjang Man United terhadap total umpan adalah lima puluh persen.

Diagram yang dikeluarkan oleh van Gaal juga menunjukkan bahwa kebanyakan umpan Man United mengarah ke samping atau diagonal, ketimbang ke arah depan.

Pada jumpa persnya tersebut, van Gaal sendiri terdengar kesal dengan tudingan tersebut dan berpanjang lebar membela pilihan taktiknya.

Ia juga berkata bahwa timnya hanya menggunakan taktik bola-bola panjang ketika Marouane Fellaini masuk ke dalam lapangan.

“Jika Anda memiiki penguasaan bola sebanyak enam puluh persen, apakah Anda bisa melakukannya dengan menggunakan bola-bola panjang?” kata van Gaal sebagaimana dikutip dari Sky Sports.

“Benar kami menggunakan bola-bola panjang, tapi hanya untuk memindahkan permainan ke samping. Anda harus melihat data bahwa kami hanya menggunakan bola panjang ke samping dan bukan ke arah penyerang.”

Mantan manajer Bayern Munich itu lalu berkata bahwa strateginya menguasai bola selama 70 menit belum berhasil sehingga ia mencoba cara lain yaitu dengan memasukkan Fellaini untuk memindahkan bola secara cepat ke depan.

“Lalu kami mencetak gol dengan cara itu, jadi ini keputusan yang tepat.”

Setelah memberikan paparan soal statistik, van Gaal lalu bangkit dari kursinya dan memberikan kertas berisi statistik tersebut kepada wartawan yang sempat bertanya soal komentar Allardyce.

Mantan pelatih Barcelona tersebut lalu meminta sang wartawan untuk menganalisis tiga halaman terakhir yang berisi diagram umpan Man United.

“Ini, saya berikan kertas ini kepada Anda. Mungkin Anda bisa menyalinnya dan bisa pergi ke Big Sam agar ia bisa membuat interpretasi yang baik.”

Sementara itu pemain Manchester United, Ashley Young, membantah bahwa taktik yang diterapkan oleh Louis van Gaal menyulitkan perkembangan performa para pemain Manchester United.

Menurut wingeritu, strategi yang diberikan Van Gaal sangat dinikmati oleh seluruh pemain skuad The Red Devils.

Van Gaal resmi menjadi manajer United pada awal musim 2014-2015 ini, usai mengantikan tempat dari David Moyes yang dianggap tak memenuhi ekspektasi para petinggi klub rival sekota Manchester City itu.

Ditunjuknya Van Gaal untuk membesut United nampaknya memberikan perubahan besar di dalam kubu pemegang gelar juara Premier League dua puluh kali kali itu termasuk dari formasi yang ditampilkan di setiap laga.

Pada era sir Alex Ferguson, United selalu mengandalkan formasiempat-empat-dua. Namun sejak tongkat kepimpinan pindah ke tangan pelatih asal Belanda itu, United menggunakan taktik tiga-lima-dua.

Melihat hal itu, lantas banyak kalangan menilai perubahan formasi tersebut menjadi faktor utama United kerap gagal menuai hasil positif di laga-laga yang mereka lalui. Akan tetapi, tanggapan tersebut langsung dibantah oleh salah satu pemain United, yaitu Young.

“Saya selalu merasa bingung dengan tanggapan yang mengatakan bahwa formasi ini bukanlah gaya sesungguhnya dari Manchester United. Sebab, orang-orang selalu membandingkan penampilan kami di bawah Ferguson,” kata Young, seperti dilansir Sportsmole, Rabu, 11 Februari 2015.

“Saya harus mengatakan bahwa Ferguson dan Van Gaal merupakan dua pelatih hebat yang memiliki karakter berbeda.

Jadi, Anda harus melihat hal itu dari sudut yang berbeda, dan kami rasa taktik Van Gaal dapat kami nikmati layaknya fomasi yang diterapkan oleh Ferguson,” tuntasnya.

Komentar