Usai van Gaal “Ngamuk” MU Menang

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 Januari 2016 | 15:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Tahu apa modal Manchester United menang di laga terakhirnya melawan Swansea?

Surat kabar “daily mail,” Senin, 04 Januari 2016, mengungkapkan,”kemarahan Louis van Gaal.”

“Van Gaal mengamuk dan ‘membantai’ pemainnya dengan kemarahan besar. Meledak. Dan itulah modal United mampu bermain agresif kala melawan Chelsea dan menang atas Swansea,” tulis “mail” setengah mengejek.

Van Gaal juga mengakui secara terus terang kemenangan pertama Manchester United dari sembilan laga terakhir dimodali oleh kemarahan pemain.

Pelatih Manchester United Louis Van Gaal mengungkapkan pemainnya main dengan kemarahan saat melawan Swansea City untuk bisa meraih kemenangan pertama mereka dari sembilan laga terakhir.

“Pemain marah karena kami sudah kalah di banyak pertandingan secara beruntun,” kata Van Gaal.

“Mereka tak terbiasa dengan itu dan saya pun demikian, kalah empat kali secara beruntun. Tak pernah, saya tak pernah mengalami seperti ini dalam profesi saya selama dua puluh lima tahun.”

“Makanya ini menjadi hal yang tidak biasa, dan mereka marah dan ingin mengubah situasi. Kami harus memberikan yang terbaik yang kami punya, berjuang hingga akhir dan mereka sudah menunjukkannya.”

“Saya pikir tekanan yang kami alami sudah jauh lebih ringan, performa akan menjadi lebih baik di setiap minggunya.”

“Tapi semua itu juga tergantung pada apakah kami bisa mencetak gol atau tidak, karena kami selalu menciptakan peluang,” tandasnya.

Lantas bagaimana dengan rencananya membeli striker baru?

Van Gaal dengan wajah acuh yakin masih memiliki tim yang bagus untuk mencetak banyak gol.

Louis van Gaal mengisyaratkan timnya tidak akan melakukan transfer besar dengan mendatangkan striker baru pada bursa transfer musim dingin Januari ini.

The Red Devils tidak mampu meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di berbagai ajang kompetisi.

Dari lima laga terakhir di Liga Primer Inggris, mereka hanya mencetak dua gol.

Akibat performa buruk dalam dua bulan terakhir itu, United harus turun ke peringkat keenam klasemen sementara, dengan tertinggal sembilan poin dari Arsenal dan Manchester City.

Van Gaal mengakui timnya tidak produktif, namun ia yakin akan segera ada pemecahan masalahnya.

“Ketika Anda menganalisis sebagian besar pertandingan, kami adalah yang mendominasi, tapi kami tidak mencetak gol,” ujar van Gaal kepada wartawan.

“Betapa banyak pemain yang memiliki peluang dan kenapa mereka tidak mencetak gol? Anda tidak selalu menjelaskan itu.”

“Kami selalu mencari solusi di dalam tim, Juga untuk saat ini, tapi kami masih tim yang bagus dan kami masih bisa mencetak banyak gol.”

“Kami tidak yakin begitu banyak di kompetisi. Saya yakin dengan kepercayaan dan keyakinan. Mungkin itu salah, tapi saya melakukan itu sepanjang hidup saya. Saya percaya pada para pemain.”

“Masalah ini bisa diatasi dengan uang, tapi juga dengan latihan. Kami berlatih, tapi mencetak gol juga sebuah kualitas.”

“Kami punya kualitas itu, tapi saat ini kurang ada kepercayaan diri di waktu yang tepay atau kami perlu membeli striker lagi.”

Sebelumnya, ketika gagal memenangkan laga-laga krusial United, Louis Van Gaal mengangkat performa Manchester United lewat sapaan akrabnya kepada supporter.

Sapaan ini merupakan jawaban van Gaal atas sorakan supporter di setiap laga ketika United gagal menang hingga kampanye di sosial media untuk mendesak manajemen klub memecat Van Gaal dengan tagar #LVGOUT.

Menanggapi hal tersebut, Van Gaal malah bereaksi dengan memberikan pujian kepada pendukung Manchester United.

“Saya pernah memiliki masalah dengan klub yang pernah saya tangani sebelumnya, tapi saya bisa katakan pendukung terbaik adalah dari Manchester United,” kata Van Gaal.

“Di situasi yang sulit, mereka terus memberikan dukungan pada pemain dan hal itu sangatlah fantastis,” sanjungnya lagi, berusaha mengambil hati fans.

Komentar