Tuchel Janjikan PSG Juara Liga Champions

Penulis: Darmansyah

Senin, 30 Juli 2018 | 09:06 WIB

Dibaca: 1 kali

Kehadiran Thomas Tuchel sebagai pelatih Paris Saint-Germain bakal mengancam kebebasan pemain yang doyan pesta malam, termasuk Neymar.

Mantan pelatih Borussia Dortmund itu punya strategi khusus untuk mengawasi polah pemain yang hobi mendatangi klub malam. Tuchel mulai mendatangi pemilik klub-klub malam ternama yang berada di Paris.

Tujuannya tak lain untuk mendapatkan informasi jika pemain PSG berkunjung melewati batas jam malam.

Sejumlah klub yang didatangi dikabarkan telah menjadi langganan sejumlah pemain PSG, terutama Neymar.

Selain itu Tuchel juga melarang para pemainnya untuk mengkonsumsi menu makanan cepat saji, makanan dengan kadar gula tinggi, dan minuman bersoda.

Ia juga tidak membolehkan skuat arahannya memakan pasta selepas pertandingan. Tuchel dipastikan menerapkan aturan super ketat dibanding pelatih sebelumnya, Unai Emery.

Namun, aturan tersebut diberlakukan demi mencapai target maksimal baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Saat ini PSG sedang menjalani laga pramusim tanpa sejumlah pemain bintang yang baru saja tampil di Piala Dunia  Neymar, Kylian Mbappe, dan Edinson Cavani masih diberikan kelonggaran usai membela negaranya masing-masing di Rusia.

“Tuchel punya beban berat bersama PSG musim ini. Tak hanya wajib merebut gelar Ligue 1 Prancis, pelatih asal Jerman tersebut diminta untuk memboyong trofi Liga Champions ke paris.

Musim lalu langkah PSG terhenti di babak enam belas besar Liga Champions usai disingkirkan Real Madrid

Dan  Los Blancos pun akhirnya berhak memenangi trofi Liga Champions usai menaklukkan Liverpool di final.

Neymar dikabarkan gembira dengan penunjukan Thomas Tuchel sebagai pelatih Paris Saint-Germain dan dipastikan bertahan di klub tersebut pada musim depan.

Isu kepergian Neymar dari PSG sudah berembus kencang saat Neymar baru beberapa bulan berkostum PSG.

Real Madrid disebut sebagai klub yang sangat berhasrat untuk merekrut Neymar.

Sikap pasif Real Madrid di bursa transfer dalam beberapa musim terakhir jadi salah satu indikasi kuat bahwa Los Blancos sedang menyiapkan dana dalam jumlah besar untuk membajak Neymar.

Namun menurut laporan AS, Neymar kini menunjukkan sinyal kuat untuk bertahan.

 

Keberadaan Tuchel sebagai pelatih baru PSG jadi faktor kuat di balik keyakinan Neymar tersebut.

 

Musim debut Neymar di PSG disebut mirip dengan musim debutnya di Barcelona. Neymar mengalami cedera dan merasa homesick.

Hal itu akhirnya membuat Neymar ingin hengkang.

Di PSG musim ini, Neymar juga punya beberapa faktor yang mendorongnya untuk keluar dari PSG.

Ia pernah bertikai dengan Edinson Cavani, tak punya banyak teman di skuat PSG, dan kurang diapresiasi oleh suporter PSG.

Tetapi setelah bertahan di Barcelona, Neymar justru kemudian menemukan level permainan terbaik hingga kini ia berstatus sebagai pemain termahal di dunia.

Hal yang sama bakal diharapkan terjadi oleh PSG pada Neymar di musim depan

Pelatih anyar Paris Saint-Germain Thomas Tuchel sendiri  berambisi mengantar Les Parisiens ke level tertinggi di pentas internasional.

Dalam bebeberapa tahun terakhir, PSG memang gencar mendatangkan sejumlah pemain ternama.

Setelah Zlatan Ibrahimovic, kini Les Perisiens memiliki Neymar sebagai tulang punggung tim.

Pemain muda terbaik Perancis saat ini Kylian Mbappe dan striker top macam Edinson Cavani juga jadi trisula maut bersama Neymar yang disegani di Eropa.

Banyaknya pemain kelas dunia membuat Tuchel makin bersemangat memulai debutnya sebagai pelatih kepala PSG.

“Ini merupakan sebuah kebahagiaan luar biasa, kebanggaan, dan ambisi saya bisa bergabung dengan klub sepak bola dunia yang luar biasa ini; Paris Saint-Germain,” kata Tuchel dalam laman resmi klub yang dikutip Sky Sports.

“Saya menantikan kerja sama dengan semua pemain hebat yang ada di antara yang terbaik di planet ini.

Tugas Tuchel di PSG bukan perkara mudah. Sejumlah pelatih kaliber seperti Carlo Ancelotti dan Unai Emery juga harus rela didepak, terutama setelah gagal di Liga Champions.

Sejak diakuisisi Qatar Sports Investments mulai Juni tujuh tahun lalu, pencapaian PSG mentok hingga perempat final Liga Champions.

Pada dua edisi terakhir, PSG cuma sampai babak enam belas besar.

Meski demikian, mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengaku optimis untuk mengangkat PSG ke level tertinggi.

“Bersama dengan staf saya, kami akan melakukan segalanya untuk mendorong hingga ke level internasional tertinggi. Ada potensi luar biasa di Paris dan ini adalah tantangan paling menarik yang datang ke saya,” terang Tuchel.

Komentar