“Trio Indonesian’s” Yakin Era Kejayaan Inter

Penulis: Darmansyah

Kamis, 17 Oktober 2013 | 14:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua puluh tiga tahun berada dalam cengkeraman “Moratti Familly’s,” kini Inter Milan dikuasai oleh “Trio Indonesians”, Erick Thohir, Rosan Roeslani, dan Handy Soetedjo. Lalu muncul pertanyaan serius. Apa rencana dari sang pemilik baru untuk La Beneamata?

Banyak yang belum tahu bagaimana “passion” yang akan diberikan trio pemilik baru kepada klub. Mulai dari rencana belanja pemain, strategi pemasaran maupun sistem manajemen yang semuanya demi mendongkrak prestasi Il Nerazzurri.

Dilansir Sky Italia, Kamis, Erick Thohir dipastikan tidak akan mengikuti jejak klub raksasa La Liga, Real Madrid yang terkenal dengan gayanya yang doyan menggelontorkan uang untuk memboyong pemain bintang.

Inter, justru sebaliknya. Mereka sepertinya akan lebih fokus mencari pemain-pemain muda yang nantinya bisa dipoles agar bisa bersinar di bawah bendera Inter Milan.

Dikutip dari sumber yang sama, beberapa pemain incaran pun sudah bisa mulai tercium. Nama bek Cagliari yang juga memiliki darah Indonesia, Raja Nainggolan masuk dalam perencanaan belanja pemain Inter di masa mendatang.

Selain itu, pemain belakang Genoa asal Kroasia, Sime Vrsaljko juga ikut masuk daftar pemain incaran untuk bisa membawa kejayaan Inter yang merasakan puncak keemasan terakhir saat menyabet gelar treble winner pada era kepelatihan Jose Mourinho.

Sementara itu, bek kanan sekaligus kapten Inter Milan, Javier Zanetti, menegaskan bahwa kedatangan Erick Thohir yang membeli timnya tidak akan mengubah status Massimo Moratti. Menurut pemain asal Argentina itu Moratti tetap presiden bagi seluruh pemain Nerazzurri.

“Presiden kami selalu di sini dan dia tetap presiden kami,” kata Zanetti kepada Sky Sports Italia. “Dia telah mengatakan sendiri, bahwa selama proses negosiasi yang panjang, Moratti melihat beberapa orang penting, yang bersama presiden kami akan membangun Inter di masa depan.”

Thohir bersama Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo telah resmi membeli Milan dari pemegang saham mayoritas Inter, yakni Internazionale Holding S.r.l, Selasa, 15 Oktober 2013. Moratti selaku pemegang Internazional Holding dalam rilis resminya menyatakan sebesar 70 persen saham Inter akan dimiliki oleh perusahaan International Sports Capital yang dimiliki oleh ketiga pengusaha Indonesia tersebut.

Tidak disebutkan berapa nilai pembelian Inter Milan tersebut. Namun, seperti dikutip dari Reuters, Erick Thohir bersedia membayar sekitar US$ 476 juta atau sekitar Rp 5,38 triliun untuk 75 persen kepemilikan saham Inter. Klub ini sendiri memiliki utang sekitar 300 juta euro atau sekitar Rp 4,6 triliun.

Moratti sendiri mengaku puas dengan kesepakatan penjualan saham mayoritas kepada Thohir. “Semuanya telah ditandatangani. Saya puas. Kami telah sampai pada tahap keseimbangan untuk waktu yang lama,” ucap Moratti.

Setelah resmi menjadi pemegang saham mayoritas Inter Milan Erick Thohir dituntut membuat gebrakan membangkitkan kejayaan klub Seri A Liga Italia itu. Kehadiran pengusaha Indonesia ini, yang mengabil-alih Inter bersama pengusaha Indonesia lainnya, sempat disambut keraguan dari media setempat, La Gazzetta dello Sport.

“Secara finansial, diyakini Erick tidak akan kekurangan. Namun, yang jadi masalah adalah apakah ia punya gairah untuk membangun Inter,” tulis media itu, seperti dilansir kembali oleh Forbes, kemarin. “Dan, ia akan menghadapi tugas berat dalam meyakinkan penggemar berat Inter soal itu. Bagaimana ia menunjukkan tidak hanya sukses sebagai pengusaha, tapi juga memberikan kesuksesan bagi tim dalam lapangan.”

Tantangan itu, dinilai La Gazzetta, tidak mudah dipenuhi Erick Thohir. Apalagi dia juga akan dibanding-bandingkan dengan pendahulunya, Massimo Morrati, yang telah menunjukkan gairah luar biasa dalam membangun Inter.

Menanggapi kritik yang datang kepadanya, soal gairah mengurusi Inter, Erick memberi jawaban. Dalam laman resmi inter: Inter.it, ayah empat anak itu mengaku sangat mencintai olahraga.

“Saya memang seorang pengusaha, tapi sepenuhnya juga suporter dan pencinta olahraga,” katanya, “Saya tidak sabar menunggu untuk segera menyalurkan passion dan pengalaman internasional yang kami miliki untuk mengembangkan klub serta para suporter-nya.”

Erick Thohir menjadi orang Indonesia pertama yang memiliki klub sepak bola Italia, dan menjadi pengusaha teranyar yang nyemplung menjadi pemilik klub bola Eropa. Sebelumnya, beberapa klub telah dimiliki pengusaha asing, seperti Chelsea, Manchester City, Paris Saint-Germain, dan AS Monaco.

Komentar