“Trending Topic” untuk Pengusiran Casillas

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 18 Juli 2015 | 20:09 WIB

Dibaca: 0 kali

“Kepergian” Iker Casillas dari Real Madrid ke FC Porto menjadi “trending topic” selama sepekan terakhir dengan berbagai “caci maki” dari pemain, fans dan pengamat sepakbola terhadap cara “Los Blancos” mengusirnya dengan kasar.

Para pencinta bola dunia berang dengan perlakukan Real Madrid terhadap kiper yang telah mengabdi selama dua puluh lima tahun tahun di bawah mistar klub Bernabeu itu.

Terhadap sikap Real Madrid itu, pelatih FC Porto, Julen Lopetegui, menyatakan, Iker Casillas tidak pernah ragu memutuskan untuk gabung timnya setelah benar-benar terusir .

Transfer tersebut merupakan hal yang positif buat Porto maupun Casillas sendiri.

Penjaga gawang itu memilih Porto sebagai pelabuhan selanjutnya, dan diikat The Dragon kontrak berdurasi dua musim. Lopetegui lantas menyatakan, Casillas sendiri yang sangat berhasrat untuk membela tim asuhannya.

“Dia ingin datang dan kami menginginkannya. Dia sangat senang datang ke sini. Baik Iker dan Porto sama-sama berkontribusi besar soal transfer. Itu menunjukkan bahwa kami adalah klub besar,” ujar Lopetegui kepada AS, Sabtu, 18 Juli 2015.

“Ini bagus untuk Porto dan Iker. Dia memberitahu saya bahwa dia menyukai gaya permainan kami. Dia nyaman di sini dan saya berujar kepadanya soal klub. Dia sama sekali tidak pernah meragukan soal Porto,” sambungnya.

Satu per satu bintang lapangan hijau angkat suara perihal kepergian ikon Real Madrid, Iker Casillas. Sebagaimana diketahui, kiper berusia 34 tahun itu kini resmi menjadi bagian FC Porto.

Rumor mengenai pembelian David de Gea pada jendela transfer musim panas ini, membuat peran Casillas seolah tak lagi dibutuhkan. Alhasil manajemen pun melepas pemain jebolan akademi Castilla tersebut, meski proses transfer De Gea sejatinya tak jua menemui kata sepakat.

Iker sebelumnya sempat mengutarakan niatnya yang ingin menutup karier di panggung yang telah membesarkan namanya, Santiago Bernabeu.

David Beckham, mantan pemain Real, sebelumnya sempat tak percaya dengan langkah yang diambil Madrid –membiarkan sang legenda pergi.

Bahkan, pemain Barca, Andres Iniesta, juga sempat mengekspresikan rasa simpatinya terhadap pengusiran Iker. Iniesta juga meyakini bahwa sulit untuk Casillas berpaling ke klub lain.

“Saya telah berbicara dengan Iker. Saya percaya ini bukanlah situasi yang mudah,” kata Iniesta, seperti dilansir La Sexta.

“Ini sulit untuk meninggalkan klub yang telah menjadi bagian dari hidup Anda. So well, lihat apa yang akan terjadi,” ujarnya.

Iniesta telah bermain dengan Casillas di Timnas Spanyol untuk waktu yang lama, yakni sembilan tahun. Keduanya menjadi kunci penting La Furia Roja mengangkat trofi Piala Dunia lima tahun lalu serta dua mahkota Euro.

Tidak hanya Beckham dan Iniesta legenda AS Roma, Francesco Totti, juga mengatakan sangat disayangkan seorang ikon macam Iker Casillas sampai harus meninggalkan Real Madrid.

Jelang laga persabahatan antara Roma kontra Los Blancos di Melbourne, Totti, yang menghabiskan seluruh karirnya bersama klub ibukota Italia tersebut, menilai Casillas adalah pemain hebat dan menyayangkan kepergiaan kapten timnas Spanyol itu.

“Sangat disayangkan Casillas sudah pergi. Kami kenal baik satu sama lain. Dia adalah pria yang luar biasa dan pribadi yang hebat. Iker adalah ikon dan monumen buat klub tersebut,” ujar Totti, seperti dilansir Soccerway.

Kepergian Iker Casillas dari Real Madrid juga disuarakan sahabatnya di Timnas Spanyol, Xavi Hernandez. Xavi mengkritik keras perlakuan Madrid pada Casillas yang kurang pantas.

Casillas hengkang dari Real Madrid menuju FC Porto, dengan berbagai spekulasi penyebab kepindahannya.

Ada yang menyebut hal ini ujung dari persetruan dengan Presiden Klub, Florentino Perez. Ada pula yang menghubungkan dengan transfer David De Gea ke Madrid.

Berita hengkangnya Casillas diakui Xavi membuatnya kecewa, sedih, sekaligus marah. Ia menganggap Casillas dengan segala dedikasi dan loyalitasnya, berhak mendapat penghormatan lebih.

Hal ini dirasakan Xavi berbanding terbalik dengan penghormatan kepada dirinya, yang begitu dicintai publik Barcelona.

Dalam wawancaranya bersama radio Spanyol, RAC1, Xavi mengutarakan kekecewaannya terhadap Madrid atas perlakuannya kepada Casillas.

“Saya menulis surat yang menyatakan pendapat saya. Dia tidak layak untuk diperlakukan seperti itu. Dia layak mendapatkan lebih,” ujar Xavi.

“Mereka mengadakan penghormatan untuknya, tapi ia tampak sedih. Itu membuat perasaan saya merasa sedih dan marah karena acara perpisahan tak layak seperti itu,” tuturnya.

Xavi dan Casillas merupakan sahabat karib sekaligus rival. Keduanya merupakan legenda hidup masing-masing bagi Barcelona dan Real Madrid.

Komentar