Tidak Mudah Bagi City Mendapatkan Angka Dari Wigan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 18 April 2013 | 08:35 WIB

Dibaca: 4 kali

Tidak mudah bagi Manchester City untuk mengalahkan Wigan Athletic, walau pun itu di Etihad Stadion. Wigan melawan dengan elegan tim “raksasa” Premier League berkantong tebal itu, Kamis dinihari WIB,  dengan bukti, hanya memberi kemenangan satu gol yang sulit bagi skuad Roberto Mancini di laga krusial, sekaligus “uji coba” terakhir sebelum keduanya bertemu kembali di Wembley Stadion, 11 Mei mendatang, di final Piala FA.

Mancini memang berdalih atas gol “semata wayang” itu dengan mengatakan kepada “Sky Sport” bahwa timnya tidak dalam kondisi prima di laga lanjutan kompetisi Liga Primer itu. Padahal, siapa pun bisa menyimpulkan, perlawanan Wigan, klub yang sedang berjuang di dasar klasemen untuk menghindari zona degradasi itu sangat sempurna dan taktis.

Kiper Wigan Al Habsyi usai laga kepada “BBC Sport” mengakui, posisi timnya dengan City di liga dari segi materi pemain bagaikan bumi dengan langit. “Mereka berada di runner up sedang kami di pinggir jurang degradasi. Mereka bisa membeli pemain dengan poundsterling tak terbatas, dan kami cuma bisa mencicil dengan mendapatkan pemain di pasar murahan,” kata Habsyi menyindir skuad “The Citizien”

Bagi kedua tim yang berbeda penampilan, duel Etihad tidak hanya sebagai tes final Piala FA, tapi juga untuk mengingatkan posisi masing-masing di klasemen liga. City, yang sudah mengibarkan bendera putih mengejar trofi Premier League, yang musim ini bakal diraih MU, harus mengukuhkan posisinya sebagai “runner up” di sisa enam laga dari kejaran “three muskater,” Chelsea, Tottenham Hotspurs dan Arsenal yang kini berkerumun di posisi tiga empat dan lima untuk membalikkan klub Etihad itu.

Sedangkan Wigan berupaya menjauh dari dasar klasemen bersama Stoke City, QPR, Reading dan Sunderland untuk bisa selamat dari degradasi musim ini. Pertarungan, malam itu, bagi Wigan adalah sebuah laga paling mematikan setelah kalah dengan angka tipis 0-1 dari “Citizens.”

Terlepas dari perlawan Wigan yang sangat keras, Roberto Mancini, mengaku lega dengan keberhasilan timnya memenangkan duel yang berakhir dengan skor 1-0 itu. “City tampil dalam keadaan lelah secara fisik,” kata sang pelatih yang flamboyant dan selalu mencecar jawaban dengan arogan

Wigan memang cukup alot untuk ditaklukkan. City membutuhkan 83 menit untuk bisa membobol gawang tim tamu melalui aksi Carlos Tevez. Menurut catatan Soccernet, City melepaskan 12 percobaan tembakan, dua di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara  Wigan memiliki empat tembakan tepat ke gawang dari sepuluh kali percobaan.

“Saya tidak frustasi. Laga ini memang cukup sulit karena kami baru bermain tiga hari yang lalu, dan Wigan bermain bagus. Kami lelah dan tidak bermain baik pada babak pertama. Kami memulai permainan  yang cukup baik pada babak kedua tetapi kami melalukan penyelesaian akhir yang bagus dalam 20 menit terakhir,” jelas Mancini seusai pertandingan.

Sementara itu pelatih Wigan, Roberto Martinez, mengaku tetap bangga terhadap performa anak asuhnya. “Penampilan yang bisa dibanggakan. Ketika Anda melawan tim seperti Manchester City, Anda harus menerima sebuah gol dengan sepotong keajaiban. Namun dari sudut pandang sepak bola dan taktik, kami lebih baik di setiap lini dan pantas meraih poin,” tutur Martinez.

Dengan hasil ini, City tertahan di posisi kedua dengan nilai 68 atau kalah 13 angka dari Manchester United. Adapun Wigan masih berada di peringkat ke-18 dengan merangkum 13 poin.

Tevez  yang membobol gawang tim tamu pada menit ke-83 juga mengakui kehebatan perlawanan Wigan.Ia bari dapat memanfaatkan umpan Aleksandar Kolarov untuk  melepaskan tembakan kaki kanan di tengah kotak penalti, yang membuat bola melesat masuk sudut kanan atas gawang Joel Robles.

Gol Tevez bukan cuma  tiga angka dan kemenangan bagi City, tapi juga  akhir sebuah perjuangan mengingat betapa sulitnya  City, sepanjang pertandingan,  mengatasi perlawanan Wigan dan bahkan beberapa kali nyaris kebobolan. City nyaris tak menciptakan peluang berarti. Di sisi lain, permainan Wigan kian membahayakan City.

Bukti lainnya kehebatan Wigan adalah serangan mereka pada menit ke-36 ketika  Shaun Maloney melepaskan umpan ke arah Arouna Kone. Namun, Kone tidak mengontrol bola dengan baik sehingga bola lepas dari penguasaannya. Padahal, saat itu ia hanya berhadapan dengan Hart.

Wigan tidak berhenti meraka terus  menguji Hart melalui Franco Di Santo. Dalam duel satu lawan satu, Di Santo melepaskan tembakan dari jarak dekat, yang sayangnya masih bisa dikandaskan Hart.

City bisa memperbaiki performanya setelah itu. Namun, peluit turun minum keburu berbunyi, sebelum City menciptakan peluang emas baru. Pada awal babak kedua, City mengambil inisiatif menyerang. Namun, Wigan mampu mematahkan serangan itu di tengah jalan dan melancarkan serangan balik, yang berujung tembakan dari Maloney. Namun, Joleon Lescott mengeblok tembakan itu.

Wigan mempertahankan tekanan terhadap tuan rumah dan pada menit ke-55, Maloney kembali berhasil melumpuhkan pertahanan City dan mengakhiri pergerakannya dengan melepaskan umpan kepada Kone. Kone melepaskan tembakan, tetapi diblok oleh Vincent Kompany. Usaha  City baru  berhasil ketika mereka keluar  dari tekanan Wigan. Tevez membuat usaha City membuahkan hasil sesuai harapan dengan gol pada menit ke-83.

 

 

 

Komentar