Ternyata Pep GuardiolaTidak Suka Tiki Taka

Penulis: Darmansyah

Selasa, 16 Oktober 2018 | 09:35 WIB

Dibaca: 1 kali

Manajer Manchester City, Pep Guardiola ternyata tidak begitu menyukai taktik tiki-taka. Padahal, ia dianggap sebagai penemu taktik tersebut saat masih menukangi Barcelona.

“Jujur, saya tidak terlalu menyukai tiki-taka sebagai konsep. Tetapi kami tahu ke mana keinginan kami dengan bola,” kata Guardiola seperti dilansir Football Espana.

Pep Guardiola menukangi Barcelona selama  dua musim. Lewat taktik tiki-takanya, Guardiola  mempersembahkan  empat belas trofi bagi Blaugrana -julukan Barcelona.

Taktik ini kemudian menular ke timnas Spanyol. Pasalnya, banyak pemain timnas ketika itu bermain di Barcelona seperti Xavi Hernandez dan Andres Iniesta.

Hasilnya, Timnas Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia  delapan tahun lalu  di bawah asuhan Vicente Del Bosque.

Capaian itu membuat Guardiola dianggap sebagai salah satu pelatih yang mengubah dunia sepak bola.

“Ada nostalgia dengan taktik tiki-taka sekarang, tetapi menyenangkan bisa mengalami taktik itu. Mari lihat, apakah publik akan masih membicarakannya  sepuoluh hingga dua puluh tahun lagi,” kata Pep Guardiola.

Lebih lanjut, Guardiola pun menolak dianggap sebagai penemu tiki-taka. Menurutnya, kesuksesan Barcelona ketika itu bukan semata karena tiki-taka.

“Saya tidak menemukan tiki-taka. Kami menjuarai Liga Champions dengan Barcelona dan tim yang dipenuhi para pemain yang memulai di akademi pada umur 8 sampai 10 tahun,” kata Guardiola.

Guardiola menambahkan, dirinya banyak berguru kepada mendiang Johan Cruyff. Menurut Guardiola, Cruyff adalah tipe pelatih yang terbuka.

“Dia membantu kami mengerti cara berbeda melihat sepak bola. Ini seperti pergi ke sekolah setiap hari. Kami akan menang dan dia akan memberitahu kami alasan kami menang. Dia membuat kami jatuh cinta,” kata Guardiola mengakhiri.

Kehadiran Pep Guardiola di Manchester City ternyata membuat manajer klub Liga Inggris lainnya gentar. Hal ini disampaikan oleh manajer Brighton, Chris Hughton.

Guardiola bergabung ke City sejak dua musim lalu. Pada musim pertamanya, manajer asal Katalan ini tidak mendapatkan gelar apapun.

Namun pada musim keduanya kualitas Guardiola mulai terlihat. Ia membawa City juara Liga Inggris dan Piala Liga.

Musim ini City juga difavoritkan untuk menjadi juara. Mereka masih berada di posisi kedua klasemen hingga pekan keenam.

Gelar pertama pun telah disumbang Guardiola untuk City musim ini. Yakni Community Shield dengan mengalahkan Chelsea.

“Kedatangan Guardiola ke Liga Inggris sangat masif. Manajer hebat selalu memberikan dampak besar di kompetisi ini,” kata Hughton seperti dilansir Manchester Evening News.

“Di masa lalu ada Arsene Wenger yang memberikan dampak itu. Lalu ada juga Jose Mourinho yang memberikan warna berbeda setelah itu,” ujarnya menambahkan.

“Lalu sekarang eranya Guardiola. Dia menyajikan sepak bola indah dengan pemain yang tak kalah hebat.”

Bahkan Hughton percaya City bakal mempertahankan gelar musim ini.

“Saya tahu musim ini bakal sulit bagi City. Namun saya yakin mereka masih bisa juara,” ujarnya.

Sementara itu gelandang Manchester City, Riyad Mahrez, mengaku sangat kagum dengan Manajer Pep Guardiola.

Di mata Mahrez, Guardiola adalah pelatih fenomenal.

Mahrez gabung City pada awal musim ini. Adaptasi pemain Aljazair itu dengan The Citizens berjalan lancar. Buktinya, mantan pemain Leicester City itu sudah menyumbangkan tiga gol dalam  sebelas laga.

Menurut Mahrez, ia sangat terbantu dengan gaya melatih Guardiola. Sebab, pelatih asal Spanyol itu selalu tahu apa yang harus dilakukan untuk memenangkan pertandingan.

“Bahkan ketika kami memenangkan pertandingan, Guardiola mengatakan kepada kami: ‘Kita bisa melakukan yang lebih baik, saya melihat pertandingan kemarin, kita masih dapat berkembang’,” kata Mahrez menirukan ucapan Guardiola.

Mahrez menjelaskan, Guardiola adalah tipe pelatih yang bisa membaca kelemahan lawan dengan baik.

“Guardiola bekerja keras. Aku punya banyak pelatih, dan aku tidak pernah punya pelatih yang bekerja seperti dia. Semua yang dia ceritakan tentang lawan selalu terjadi. Ketika dia mengatakan ‘Mereka akan bermain seperti itu’, begitulah cara lawan bermain. Dia selalu benar, ini gila,” Mahrez menambahkan.

Komentar