Swansea Kalah Bradford 5-0

Penulis: Darmansyah

Senin, 25 Februari 2013 | 12:09 WIB

Dibaca: 0 kali

* Klub Wales Pertama Yang Menjuarai Piala Liga

 WEMBLEY, Minggu malam  WIB. Hembusan magisnya mengusap Swansea City. Usapan yang memberi klub Wales itu gelar pertama sepanjang eksistennya di League Inggris.  Usapan yang juga membuat, Michael Laundrup, si legenda “Dinamit” Denmark,  mengaku sangat bangga dengan keberhasilannya. Keberhasilan  anak asuhnya menjuarai Piala Liga.

The Swans, “Si Angsa,” begitu klub Wales di sapa,  yang kini berkiprah di Premier League, mengakui ketika memasuki lapangan Wembley ternganga dan kikuk karena dijalari auman angina dan pekik yang berotasi di langit awannya. Laundrup, sang pelatih, ketika  pemain di briefingnya di kamar ganti sudah mengingatkan,”kita tidak hanya bertanding untuk mengalahkan Bradford, tapi juga menaklukkan Wembley. Jangan gentar. Terjang kegundahan dalam diri kalian. Malam ini milik kita dan Wembley  akan kita kalah bersama Bradford.”

Wajangan Laundrup, yang baru saja setahun melatih “The Swan,” dan kini menjelma menjadi pelatih  hebat,  serta sedang diincar oleh bekas klubnya Real Madrid, membakar aliran semangat  para pemain. Mereka berjanji dan membuktikan tampil  bak “Robinhoods” untuk membagikan kebahagiaan kepada para anak-anak Wales. “Inilah persembahan kami,” ucap Jonathan Guzman dengan suara lirih usai menjebloskan bola ke gawang Bradford.

Bahkan, Nathan Dyer  sambil menengadah ke langit menunjuk kearah Wales dan melambaikan tangan sembari berbisik,”inilah gol kami untuk Mu Wales.”

Kemenangan Swansea 5-0 dari Bradford City di  final Piala Liga, di Wembley,  memang sangat emosional. Kemenangan pertama sebuah klub asal Wales atas  satu dari tiga trofi yang disediakan FA sepanjang kompetisi tahunannya. Dua lainnya, Piala FA dan PIala Premier League.

Kemenangan yang dikatakan oleh Robert Dicks, salah seorang supporter Wales, begitu pertandingan usai sebagai pengakuan terhadap “kerajaan” kecil yang tak punya kompetisi. “Kami bukan Scot. Kami hanya secuil dari Great British.”  Kami harus membuktikan kami tidak sekadar penggembira di FA.”

Reagan Stuart, yang datang dari Wales dengan kereta api, mengatakan,” thank Laundrup. Jangan pergi. Kami butuh Anda. Selamanya.” Itulah bagian dari cuplikan komentar para anak-anak Wales menyambut kemenangan Swansea. Kemenangan yang mereka katakana,”mulai hari ini kami sudah sangat England.”

Keluar sebagai  kampiun setelah sukses menggulung Bradford City lima gol tanpa balas di Stadion Wembley, tidak hanya Stuart yang bangga,  Laundrup juga  terbata-bata. “Saya sangat bangga. Bradford dalam perjalanannya ke Wembley berhasil mengalahkan Arsenal, Aston Villa, dan lainnya. Bukan laga yang mudah. Namun, setelah gol kedua, Anda bisa melihat perbedaannya,” sebut Laundrup seusai timnya berlaga.

Kemenangan Swansea berkat penampilan gemilang Nathan Dyer dan Jonathan De Guzman yang sama-sama menciptakan dua gol. Satu gol lainnya dikemas Michu. Dengan kemenangan itu, Swansea berhak tampil di Liga Europa pada musim depan.

“Saya sangat bangga dengan apa yang ditampilkan tim hari ini. Kami memainkan bola dengan cepat dan menciptakan gol pertama. Kami berhasil melakukannya. Saya pikir, kami bermain sangat bagus. Trofi pertama selalu spesial dan kami akan bermain di Liga Europa pada musim depan. Ini akan menjadi pengalaman yang bagus,” sambung pelatih asal Denmark tersebut.

Bagi Laundrup, trofi itu merupakan gelar pertamanya yang diraihnya dalam musim perdananya bersama klub Wales tersebut.

Jalannya pertandingan memang menegangkan di awal  babak pertama. Kami memang kikuk. Setelah itu kami menguasai pertandingan.

Swansea mampu unggul terlebih dulu berkat gol yang diciptakan Nathan Dyer pada menit ke-16. Gol berawal dari sepakan Michu yang berhasil ditepis kiper Matt Duke. Dyer dengan cepat menyambar bola dan mengkonversinya menjadi gol. Pada menit ke-40, giliran Michu yang mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil memaksimalkan umpan terobosan Wayne Routledge. Gol itu sekaligus memateraikan keuggulan Swansea 2-0 pada babak pertama.

Selepas turun minum, Swansea tak terbendung. Laga baru berjalan tiga menit, Dyer kembali sukses menaklukkan Duke. Swansea pun semakin di atas angit setelah Bradford harus bermain sepeluh pemain. Wasit Kevin Friend mengganjar Duke kartu merah setelah melanggar Jonathan De Guzman. Guzman yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya.

De Guzman kembali mencatatkan namanya di papan skor pada masa injury time. Memanfaatkan umpan dari Routledge, De Guzman dengan tenang berhasil membobol gawang lawan. Gol ini sekaligus memateraikan kemenangan Swansea 5-0.

Gelar ini merupakan gelar perdana bagi The Swans. Swansea pun otomatis mendapatkan jatah bermain di Liga Europa pada musim depan.

Komentar