Suarez Diuntungkan oleh Skandal FIFA

Penulis: Darmansyah

Jumat, 29 Mei 2015 | 10:46 WIB

Dibaca: 0 kali

Skandal korupsi yang membelit FIFA berdampak pada “keuntungan” bagi pesepakbola Uruguay, yang kini bermain di klub Barcelona, Luis Suarez, berupa kemungkinan peninjuan kembali hukuman yang dijatuh kepadanya.

Serikat Sepak Bola Uruguay berencana meminta FIFA untuk membatalkan sanksi larangan tampil di sembilan laga internasional untuk Luis Suarez atas insiden gigitan di Piala Dunia lalu.

“PSSI”nya Uruguay itu, setelah berkonsultasi dengan Suarez, memutuskan untuk memberikan petisi kepada persatuan pesepakbola profesional agar kasus Suarez ini dapat diserahkan kepada Exco FIFA.

“Dengan fakta-fakta ini dugaan korupsi keputusan-keputusan FIFA dalam beberapa tahun terakhir kini diselubungi oleh kecurigaan,” ujar penasihat hukum MUFP Ernesto Liotti kepada Reuters.

“Kami tidak memiliki bukti bahwa sanksi ini dihasilkan dalam kerangka tindakan ilegal, tapi juga tak ada jaminan sebaliknya,” lanjutnya.

Liotti kemudian menyatakan bahwa salah satu petinggi FIFA yang terjerat skandal, Rafael Esquivel yang sudah dinonaktifkan dari posisi presiden Federasi Sepakbola Venezuela, merupakan anggota dari komite disiplin FIFA yang menentukan sanksi untuk Suarez.

Hukuman untuk Suarez sendiri dijatuhkan setelah ia menggigit pemain Italia Giorgio Chiellini dalam pertandingan yang melibatkan kedua tim di Piala Dunia lalu.

Atas insiden tersebut Suarez, yang kini merumput untuk klub Barcelona, dihukum empat bulan dari seluruh aktivitas sepakbola dan dilarang tampil sebanyak sembilan laga di laga internasional.

Hal itu membuatnya bakal absen dari usaha Uruguay mempertahankan gelar di Copa Amerika yang mulai bergulir pada 11 Juni 2015 mendatang.

Kasus Suarez ini oleh Uruguay dikaitkan pula dengan penangkapan sembilan petinggi FIFA yang dituduh sudah melakukan pemerasan, konspirasi, dan korupsi. Situasi yang buruk ini juga bisa memberikan hikmah buat induk organisasi sepakbola dunia tersebut.

FIFA saat ini memiliki masalah kredibiltas tapi kemarin akan tercatat sebagai sebuah hari yang bagus dalam sejarah FIFA jika organisasi ini menggunakan hal tersebut demi menata rumahnya.

Sepakbola dan kaum muda butuh panutan, dan FIFA saat ini belum memenuhi peranan tersebut.

Sementara itu, Presiden FIFA Sepp Blatter kepada media di Swiss, Jumat, 29 Mei 2015, meyakini situasi bisa memburuk lebih dulu sebelum akhirnya membaik.

Itu mengapa ia berharap skandal korupsi yang menghantam FIFA saat ini bisa menjadi momentum menuju perbaikan.

Dalam pidato pembukaan Kongres FIFA sehari sebelumnya, Blatter menyatakan sejumlah hal terkait dengan skandal tersebut.

“Anda akan setuju dengan saya bahwa ini merupakan masa-masa sulit dan belum pernah terjadi sebelumnya untuk FIFA, dan kejadian kemarin sudah memunculkan bayang-bayang panjang di atas dunia sepakbola dan kongres pada pekan ini,” kata Blatter seperti dikutip Soccerway.

“Beberapa bulan ke depan takkan mudah buat FIFA. Saya yakin kabar-kabar buruk berikutnya akan muncul, tapi itu diperlukan demi memulihkan kepercayaan terhadap organisasi kami.”

“ Tindakan dari sejumlah individu, jika terbukti, sudah memunculkan rasa malu dan penghinaan terhadap sepakbola, dan butuh tindakan dan perubahan dari kami semua. Kami tak bisa membiarkan lebih lanjut reputasi sepakbola dan FIFA berlumuran lumpur. Itu harus berhenti sekarang juga.”

“Saya tahu banyak orang yang menganggap saya pada akhirnya bertanggung jawab. Kami, atau saya, tak bisa memonitor semua orang setiap saat. Jika orang-orang ingin berbuat salah maka mereka akan juga ingin menyembunyikannya, tapi saya juga bertanggung jawab atas reputasi kami dan bagaimana caranya membenarkan situasi sekarang.”

“ Saya harus menekankan bahwa mereka yang korup dalam sepakbola merupakan minoritas seperti halnya di dalam lingkungan. Tapi seperti halnya di lingkungan, mereka juga harus ditangkap dan bertanggung jawab atas tindakannya.”

Komentar