Strudwick Korban Pertama van Gaal di MU

Penulis: Darmansyah

Senin, 29 September 2014 | 16:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Manajer Manchester United, Louis van Gaal, menjadikan pelatih fisik Toni Strudwick sebagai korban pertamanya di Old Trafford karena gagal melakukan observasi dan evaluasi para pemain, yang akibatnya berujung banyaknya diantara anggota tim yang cedera.

Louis van Gaal, mengakui adanya kekeliruan yang dilakukan Toni dalam menggenjot latihan fisik pemain. Sebagai pelatih yang dikenal keras dan taat aturan, van Gaal melakukan beberapa perubahan.

Perubahan dimulai dari jajaran staf kepelatihan United. Pelatih fisik, Tony Strudwick diturunkan jabatannya, dari menangani tim utama Setan Merah ke tim muda sejak Jumat pekan lalu. Strudwick diminta untuk “mengembangkan” stamina dan kebugaran pemain junior, demikian seperti mengutip dari “Daily Mail”.

Manchester United kini dihadang oleh cederanya sembilan pemain bertahan yang mengakibatkan blok pertahanannya keropos.

Menurut “Mail,” setelah menerima serangkaian hasil jelek di Premier League, Setan Merah kembali dihadapkan kepada persoalan klasik dan “sasaran alasan” pelatih jika timnya menuai hasil minor, cedera pemain.

Menjelang pekan ke tujuhPremier League, masih ada sembilan pemain United yang cedera dan harus dirawat.

Strudwick yang datang ke United tujuh tahun lalu dari Blackburn mendapat keperccayaan sebagai staf fisik. Sejak itu ia dipercaya untuk merancang dan mengeksekusi program peningkatan dan pemeliharaan kebugaran pemain. Ia juga membantu pemulihan cedera bagi para pemain Setan Merah.

Namun sejak awal musim 2014-2015, perlahan tapi pasti, peran Strudwick dikurangi. Ia sekarang hanya memberi dan mengawasi porsi pemanasan pemain sesaat sebelum bertanding.

Strudwick selama ini dikenal sebagai salah satu pelatih fisik terbaik di Inggris. Ia dipercaya FA untuk membantu manajer The Three Lions, Roy Hodgson, menangani dan merawat kebugaran Wayne Rooney dkk sebelum dan selama di Piala Dunia 2014 lalu.

Posisi Strudwick digantikan oleh pelatih fisik terkenal asal Belanda, Jos van Dijk. Van Dijk selama ini memang dekat dengan sosok Van Gaal dan mereka kerjasama mereka sudah berlangsung lama, salah satunya keduanya saat menangani Timnas Belanda selama dua tahun terakhir.

Van Dijk lah yang diserahkan tugas untuk membuat program kebugaran untuk pemain United di awal musim ini, hingga akhirnya ia yang mengawasi dan menjalankan secara langsung.

Van Gaal memang mengaku kecewa melihat kondisi pemainnya yang bertumbangan. Apalagi sebagian pemain yang cedera merupakan pemain inti dan dibutuhkan untuk segera memperbaiki performa Setan Merah.

“Ini krisis terburuk yang pernah saya hadapi,” ujarnya kepada media.

Ashley Young, Jonny Evans, Chris Smalling, Phil Jones, Michael Carrick dan Marouane Fellaini adalah beberapa nama yang masuk daftar rawat.

Manchester memang sedang kepayahan karena tak mudah bagi pemain yang sembuh dari cedera bisa masuk ke skuad inti suatu tim, apalagi jika tim itu merupakan klub besar seperti Manchester United.

Luke Shaw contohnya. Ia baru bisa masuk skuad inti setelah enam pekan Premier League berlangsung. Dan ia bari hadir dilapangan setelah tiga bulan cedera dan menjadi starter.

Mengawali musim dengan cedera dan tingkat kebugaran yang belum mumpuni, eks bek kiri Southampton itu tak kunjung menghuni sebelas pemain utama pilihan pelatihnya di United, Louis van Gaal dari enam pertandingan awal di Premier League.

Perlahan tapi pasti, Shaw pun akhirnya masuk ke skuad inti United saat menang melawan West Ham United Sabtu malam kemarin. Bek berusia muda itu pun kian termotivasi untuk bermain di laga-laga selanjutnya, setelah mendapatkan inspirasi dari Van Gaal yang memujinya sebagai contoh bagi pemain lainnya.

“Van Gaal inspirasi besar untuk saya, semoga saja saya dapat melanjutkannya. Untuk saya, berkata bahwa saya adalah contoh di klub besar seperti ini adalah suatu hal yang harus disenangi. Tujuan kami adalah untuk menang di tiga laga selanjutnya, dan meneruskan performa bagus tim demi meraih poin,” terang Shaw diberitakan Mirror, Senin, 29 September 2014.

Shaw pun ikut mengomentari gol kedua pemain West Ham, Kevin Nolan yang dianulir wasit karena offside. Gol yang dapat saja menyamakan kedudukan bagi skuad Sam Allardyce.

“Saya tidak tahu apakah itu offside, sangat tipis. Kami tak meraih banyak keberuntungan soal keputusan tersebut belakangan, kami justru bernasib sial, bahkan dengan kartu merah Wazza. Saya dapat mengatakan ada handball sebelum wasit menghentikan pertandingan,” lanjut Shaw.

“Jelas sekali, kami bermain dengan sepuluh orang dan itu tak pernah mudah. Namun kami semua bekerja keras bertarung dan menunjukkan betapa kami menginginkan tiga poin ini. Ini berarti banyak untuk kami,” tuntasnya.

Komentar