Sterling ke City Pecahkan Rekor Transfer

Penulis: Darmansyah

Rabu, 15 Juli 2015 | 08:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Raheem Sterling membuat rekor pembelian pemain di Premier League, dengan mengalahkan nilai transfer Angel Di Maria dari Real Madrid ke Manchester United, setelah Liverpool dan Manchester City menyelesaikan deal kepindahannya dari Anfield ke Etihad.

Nilai pembelian Sterling, seperti diungkapkan oleh “daily mail,” Rabu, 15 Juli 2015, mencapai tujuh puluh enam koma empat juta dollar dan menjadikan pemain Liverpool itu sebagai pemain sepak bola Inggris termahal dalam sejarah.

City membeli Sterling untuk kontrak merumput selama lima tahun.

Setelah menandatangani kontrak, pemain sayap itu akan segera terbang ke Australia untuk bergabung bersama City yang sedang melakukan tur pra-musim.

“Raheem Sterling adalah salah satu pemain terbaik di dunia sepak bola. Saya tidak sabar untuk segera melihatnya bergabung dengan para pemain City,” kata manajer Citizen, Manuel Pellegrini, seperti yang dilansir dari situs resmi klub.

“Ia adalah pemain muda dengan bakat yang menakjubkan. Saya yakin para penggemar City akan sangat senang melihat aksinya bersama tim,” lanjut Pellegrini.

Nama Sterling cukup harum saat di Liverpool, karena telah tampil dalam seratus dua puluh sembilan pertandingan dan mengoleksi dua puluh sembilan gol. Sterling pindah ke Liverpool dari Queens Park Rangers lima tahun lalu ketika berusia lima belas tahun.

Hubungan Sterling dengan Liverpool sempat renggang pada April kemarin, tatkala pembicaraan mengenai kelanjutan kontraknya mandek.

Sang agen, Aidy Ward, kemudian mengancam Liverpool yang dianggap tidak tegas dengan mengatakan kalau Sterling tidak akan bermain di sana meski digaji sangat tinggi perminggu.

Isu kepindahan Sterling semakin menguat setelah minggu lalu ia tidak ikut latihan pra-musim bersama Liverpool.

Kini Liverpool sudah menyatakan dengan resmi kepindahan Sterling ke City. Melalui situs web resminya, Liverpool juga berharap yang terbaik untuk Sterling.

Sebelum resmi dijual, Sterling memang terus-menerus berulah. Dia menyuarakan secara terbuka bahwa tak ingin lagi bermain di Liverpool, menolak ikut pramusim, dan akhirnya tak hadir di hari-hari perdana pemusatan latihan.

Tingkah konyol Sterling itu akhirnya mendorong Liverpool untuk lebih cepat melepasnya dan kesediaan City untuk meningkatkan nilai tawaran membuat Sterling akhirnya pergi dari Anfield.

Di balik kesediaan Liverpool melepas Sterling, sempat berembus kabar bahwa Rodgers sudah tak kuat lagi untuk melihat Sterling berada dalam tim di bawah arahannya.
Namun terkait hal tersebut, Rodgers kemudian buru-buru membantahnya.

“Situasi yang ada saat ini sejatinya sangat mudah. Klub telah mendapatkan kesepakatan dengan klub lainnya mengenai Sterling dan kini ia tinggal menunggu tes medis,” ujar Rodgers dalam konferensi pers di Bangkok.

“Saya dan Sterling akan selalu memiliki hubungan kekerabatan yang kuat dan itu akan tetap jadi hal yang sama walaupun kami tak lagi bersama.”

“Sama sekali tak ada rumor tentang itu perpecahan Rodgers dengan Sterling,” tutur mantan pelatih Swansea City ini menambahkan.

Dalam perjalanan karier Sterling, Rodgers sendiri boleh dibilang merupakan salah satu pelatih yang memiliki jasa besar baginya.

Sejak kedatangan Rodgers ke Liverpool di dua musim lalu, pelatih asal Iralnndia itu dengan berani memberikan kepercayaan pada Sterling untuk mendapatkan lebih banyak menit bermain di lapangan.

Kepercayaan Rodgers itu berbuah manis. Sterling menjelma jadi salah satu pemain muda paling berbakat di Eropa. Penghargaan Golden Boy Award 2014 menjadi salah satu bukti kehebatan Sterling.

Pada awalnya, Liverpool sendiri bersikeras tidak akan melepas Sterling atas tawaran di bawah lima puluh juta juta poundsterling, namun City akhirnya sukses meluluhkan Liverpool dengan tawaran satu juta poundsterling lebih rendah.

Sebelumnya, jika tak terjadi kesepakatan antara Liverpool dan Manchester City, sang manajer, Brendan Rodgers diberi kekuasaan penuh atas nasib Sterling. Pilihannya adalah memainkan Sterling di tim utama, atau membiarkannya “membusuk” di bangku cadangan.

Daily Star juga menuliskan bahwa banyak suporter Liverpool yang tidak menginginkan Sterling turut ikut dalam tur pramusim. Bukan mendukung sang pemain, mereka justru disebut sudah muak dengan sikap Sterling yang pura-pura sakit untuk menghindari latihan awal pekan ini.

Beberapa pihak diketahui sudah berusaha memperingatkan Sterling tentang dampak sikap yang ditunjukkannya tersebut. Seperti yang dilakukan mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard.

Gerrard meminta Sterling bersikap dewasa. Ia disarankan menemui pemilik klub dan juga Rodgers untuk bicara langsung. “Dan bukan berpura-pura sakit untuk menghindari latihan dan tur pramusim mereka.”

mirror, daily mail dan daily star

Komentar