Stadion Ayax Bernama Johann Cruyff Arena

Penulis: Darmansyah

Jumat, 6 April 2018 | 08:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Ayax Amsterdam memberi penghormatan untuk Johann Cruyff dengan membaptiskan nama stadionnya menjadi . Sebelumnya stadion Ayax itu bernama Amsterdam Arena.

Cruyff adalah legenda sepak bola asal Belanda yang bersinar di era tujuh puluhan.

Meski tidak berhasil membawa Belanda jadi juara Piala Dunia, Cruyff merupakan sosok yang berjasa membawa ‘Tim Oranye’ dengan gaya ‘total football’.

Cruyff juga diakui sebagai salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepak bola, bersanding dengan nama besar seperti Pele, Diego Maradona, dan Lev Yashin.

Ia pernah meraih tiga trofi Ballon d’Or sepanjang kariernya. Selain Ajax, Cruyff juga pernah berkostum Barcelona dan Feyenoord dan meraih trofi di klub tersebut.

Selepas pensiun sebagai pemain, Cruyff juga mencatat sukses sebagai pelatih.

Mengawali karier di Ajax, Cruyff mampu membawa Ajax dua kali juara Piala Belanda dan Piala Winners .

Sukses terbesar Cruyff sebagai pelatih adalah ketika ia menjadi arsitek Barcelona.

Ia membawa Barcelona empat kali juara La Liga dan mengantar Blaugrana memenangi Liga Champions dan Piala Winners.

Cruyff meninggal pada dua tahun lalu setelah menderita kanker paru-paru untuk waktu yang lama.

Kejayaan Cruyff di lapangan hijau baik sebagai pemain maupun pelatih membuat Amsterdam memberikan penghormatan khusus baginya.

Amsterdam Arena yang menjadi markas Ajax telah disepakati bakal berganti nama menjadi Johan Cruijff Arena.

Dalam bahasa Belanda, Cruyff ditulis Cruijff.

“Dewan Amsterdam Arena, Dewan AFC Ajax, dan juga wali kota [Amsterdam] telah menyetujui nota kesepahaman untuk mengubah nama dari Amsterdam Arena jadi Johan Cruijff Arena,” demikian pernyataan resmi yang dilansir Ajax Amsterdam

Selanjutnya, perubahan resmi jadi nama tersebut bakal menunggu persetujuan dari dewan kota, manajemen, serta pengawas Amsterdam Arena dan Ajax.

Setidaknya dibutuhkan waktu paling lama enam bulan untuk mendapati tulisan Johan Cruijff Arena terpampang di depan markas Ajax Amsterdam.

Cruyff adalah sosok pesepak bola legendaris dunia.

Bukan hanya karena kemampuannya dalam mengolah bola saja, Cruyff adalah penyempurna filosofi ‘total football’ yang dibangun pelatih legendaris Belanda, Rinus Michels

Butuh seorang Cruyff bagi Michels untuk memastikan strategi total football-nya berjalan saat berada di Ajax, timnas Belanda, dan Barcelona.

Bagi Ajax, Cruyff yang menghabiskan karier pesepakbola selama sebelas tahun dalam dua periode dalam klub tersebut, ikut menyumbang sembilan belas trofi termasuk tiga Piala Champion

Lalu, kala menjadi juru taktik tim, Cruyff membawa tim tersebut dua kali Piala Belanda dan satu Piala Winner.

Selain di Ajax, Cruyff pun legenda bagi klub Katalonia, Barcelona. Bukan hanya menyumbang trofi, kala menjadi pelatih Cruyff adalah bidan dari akademi sepak bola Barcelona modern, La Masia, yang bertahan hingga kini.

Putra dari Cruyff, Jordi, menyambut baik penghormatan Ajax dan kota Amsterdam atas mendiang ayahnya.

Seperti dikutip dari ESPN FC, Jordi yang pernah bermain untuk Barcelona dan Manchester United itu pun menyambut tribut untuk Cruyff sebagai warisan bagi sepak bola Belanda, terutama Amsterdam.

“Terima kasih untuk semua yang membuat ini terjadi,” ucap Jordi lewat kicauan di akun Twitter sambil menyertakan stadion Ajax dengan papan nama Johan Cruijff Arena.

Penghormatan yang diberikan kepada Cruijff oleh Amsterdam dan Ajax adalah yang tak biasa dalam sejarah sepak bola dunia–terutama Eropa.

Hanya sedikit stadion yang tercatat dinamai untuk menghormati legenda klub sepak bola yang bermarkas di sana.

Umumnya penghormatan itu diterapkan lewat pembangunan patung, tugu, atau menamai tribun dengan nama sang legenda.

Selain bakal Johan Cruijff Arena, berikut adalah stadion-stadion yang menjadi markas tim raksasa yang dinamai dari legenda klub tersebut.

Sebelum Cruijff Arena yang paling terkenal adalah Santiago Bernabeu–markas Real Madrid.

Santiago Bernabeu atau yang bernama lengkap Santiago Bernabeu de Yeste merupakan salah satu legenda Real Madrid sebelum kehadiran Alfredo di Stefano atau Ferenc Puskas.

Bernabeu bermain untuk Real Madrid sebagai penyerang sejak masih muda. Bernabeu yang lahir di provinsi Albacete bergabung dengan tim junior Madrid.

Ia kemudian masuk tim senior Los Blancos

Di ujung kariernya sebagai pesepakbola, Bernabeu masuk tim kepelatihan dari mulai Direktur Sepak Bola, asisten manajer, hingga menjadi pelatih utama

Bernabeu adalah salah satu pejuang nasionalis yang dipimpin Jenderal Agustin Munoz Grandes.

Setelah perang usai, Bernabeu mendapati Madrid ibarat klub yang mati karena perang sipil. Dia pun berjuang membangunnya, lalu menjadi Presiden Madrid

Di Italia, nama stadion yang paling terkenal dicomot dari legenda adalah Giuseppe Meazza yang menjadi markas Internazionale Milan.

Komentar