Spanyol Tekuk Uruguay, “Der Panzer” Jungkalkan Perancis

Penulis: Darmansyah

Kamis, 7 Februari 2013 | 15:17 WIB

Dibaca: 0 kali

LAGA persahabatan antar tim Piala Dunia daratan Eropa, Kamis dinihari WIB, diramaikan dengan pengukuhan kembali Spanyol sebagai tim “super hottes,” terjungkalnya Perancis  dari “der Panzer, dan bertekuk lututnyanya Portugal dari Ekuador. Sementara itu  Inggris bermain cemerlang  di Wembley untuk mengembalikan roh kemenangan mereka  setelah menaklukkan Brasil.

Laga tim papan atas Eropa ini menggelegakkan berbagai komentar media, Spanyol yang disebut sebagai “Barcelona Plus” menghantam tim papan atas Latin, Uruguay, 3-1  di Stadion  Al Khalifa, Qatar, dan mengukuhkan dirinya sebagai skuad teratas di rangking FIFA untuk tahun 2013. “Der Panzer” Jerman yang datang menghunus laga dendam di Stade de France, Paris, mengisyaratkan kepada Perancis tentang belum matinya pekikan “uber alles” sebagai keperkasaan Bavaria.

Portugal yang dipimpin oleh Cristiano Ronaldo masih belum menemukan momentum dalam laga dengan tim klas dua Amerika Tengah, Ekuador. Portugal yang prestasinya gonjang ganjing selama dua dekade ini dipelataran tim dunia, dihempaskan secara menyakitkan 2-3. Ronaldo yang menjadi ikon di tim Portugal tak mampu mengangkat moral teman-temannya walaupun tampil dengan gaya latnonya.

Spanyol  yang masih dalam pesta “euforia”  usai dikukuhkan sebagai tim terbaik dunia untuk tahun 2012, tampil mengesankan dengan inti pemain dari “Barcelona.”  Mereka dengan santai menaklukkan Uruguay yang terkenal ganas dan mematikan itu. Hasil kemenangan  3-1  dari tim urutan atas Amerika Selatan itu menjadi bukti keperkasaan mereka.

Bertanding di Stadion Khalifa International, Qatar, Kamis dinihari WIB, pemain Barca,  Pedro memborong dua gol, sementara torehan pembuka La Furia Roja dikreasi pemain Barcelona lainnya, Cesc Fabregas. Uruguay memperkecil kekalahan melalui Cristian Rodríguez.
Kedua tim bermain dengan tempo cepat sejak menit-menit awal pertandingan. Spanyol memperoleh peluang pertama melalui Sergio Busquets pada menit kesembilan. Namun, bola tendangan keras gelandang Barcelona itu masih dapat ditepis kiper Uruguay, Fernando Muslera.
Usaha Spanyol baru membuahkan hasil pada menit ke-16. Berawal dari kerja samanya dengan Juan Mata, Fabregas melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola sebenarnya dapat dijangkau dengan mudah oleh Muslera. Sayang, tepisannya tidak sempurna sehingga bola tersebut malah masuk ke gawangnya sendiri.
Pada menit ke-29, Spanyol kembali berhasil menceploskan bola ke gawang Muslera melalui bek Charles Puyol. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena hakim garis lebih dulu melihat Puyol berada di posisi offside.
Uruguay yang lebih banyak mengandalkan serangan balik di babak ini mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 tiga menit berselang. Berawal dari umpan terobosan matang Martín Caceres, dengan tenang Rodriguez mampu menaklukkan Victor Valdes meski ditempel ketat dua bek Spanyol.

Spanyol berhasil kembali unggul pada menit ke-51. Menerima umpan Pique, penggawa Barcelona tersebut berhasil menaklukkan Muslera untuk mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk La Furia Roja.
Uruguay yang berusaha menyamakan kedudukan harus kembali kebobolan pada menit ke-75. Pedro lagi-lagi menjadi mimpi buruk bagi Muslera setelah mampu mencetak gol keduanya sekaligus membuat Spanyol unggul 3-1 setelah memaksimalkan umpan Fabregas.
Pada menit-menit akhir, Uruguay terus mencoba untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, sejumlah peluang yang didapatkan Suarez dan kawan-kawan belum dapat dikonversikan menjadi gol karena Spanyol tampil cukup disiplin. Hingga wasit meniup peluit panjang skor 3-1 untuk Spanyol pun tidak

 Panzer Menggilas de France

Jerman yang datang dengan hunusan pedang pernyataan perang, membantai “de France 2-1  di rumanya sendiri, Stade de France. Sempat tertinggal lebih dulu di paruh perdana sepasang gol yang  dicetak Thomas Mueller dan Sami Khedira membuat mereka menyanyikan semangat “de uber alles.” . Sementara torehan Perancis dikreasi Mathieu Valbuena.
Kedua tim bermain dengan tempo tinggi sejak menit-menit awal pertandingan. Jerman mendapat kesempatan lebih dulu melalui Mesut Oezil pada menit keenam. Beruntung, kesempatan itu masih dapat digagalkan kiper Hugo Lloris dengan cukup baik.
Perancis tak mau kalah. Melalui aksi Franck Ribery dan Karim Benzema, beberapa kali skuad asuhan Didier Deschamps mengancam gawang tim tamu yang dikawal Rene Adler. Beruntung, barisan pertahanan Jerman tampil cukup baik.
Meski begitu, Perancis mampu memecah kebuntuan lebih dulu berkat gol Valbuena satu menit menjelang turun minum. Memanfaatkan umpan Moussa Sissoko, ia berhasil menaklukkan Adler untuk membuat Perancis memimpin hingga akhir babak pertama.
Selepas turun minum, Jerman bangkit. Pendukung tim tamu pun bersorak setelah Mueller berhasil menyamakan kedudukan seusai membobol gawang Lloris pada menit ke-51. Gol tersebut ditorehkannya setelah memaksimalkan umpan Ilkay Guendogan.
Pada menit ke-73, Jerman akhirnya berbalik unggul melalui gol yang dicetak Khedira. Gelandang Real Madrid tersebut berhasil mencatatkan namanya di papan skor seusai mampu memaksimalkan umpan Oezil.
Tertinggal, Perancis tak tinggal diam. Hingga menit-menit akhir, Benzema dan kawan-kawan terus menggempur jantung pertahanan Jerman untuk menyamakan kedudukan. Ribery mendapatkan peluang emas pada injury time. Namun, usahanya itu belum membuahkan hasil dan skor 2-1 untuk Jerman pun bertahan hingga laga usai.

Komentar