Sisa Harapan Real di Laga Liga Champions

Penulis: Darmansyah

Rabu, 7 Februari 2018 | 08:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Real Madrid  mengalami stagnasi gelar di laga-laga domestiknya dan hanya menyisakan “harapan” pada laga Liga Champions.

Di La Liga, El Real tertinggal sembilan belas poin dari Barcelona dan kandas di Copa del Rey,

Real Madrid hanya menyisakan  harapan meraih gelar musim ini di kompetisi antarklub Eropa, Liga Champions.

Ajang perebutan piala ‘Kuping Besar’ kerap menjadi penyelamat musim El Real.

Seperti ditulis media Spanyol “as” tercatat lima kali gelar Liga Champions hadir sebagai pelipur lara Los Blancos karena mereka tidak mampu mengangkat trofi lain di musim yang sama.

Gelar Liga Champions perdana Madrid yang diraih pada musim lima puluhan menjadi penyelamat bagi Alfredo di Stefano dan kawan-kawan yang menghuni peringkat tiga di klasemen La Liga dan hanya menjadi semifinalis di kejuaraan lokal.

Satu dekade setelah gelar perdana, trofi Liga Champions kembali hadir sebagai pengusir dahaga gelar Madrid.

Pada musim pertengahan enam puluhan, kemenangan atas Partizan Belgrade memastikan Madrid ke podium juara setelah menjadi runner-up di kompetisi lokal dan gagal menembus semifinal Copa del Generalisimo.

Kesuksesan di pentas Eropa menyirnakan hampa gelar Los Merengues. Gelar Liga Champions yang ketujuh bagi Madrid ini sekaligus mengakhiri puasa gelar di turnamen kontinental level teratas selama tiga puluh dua tahun.

Sementara itu, legenda sepakbola Inggris Gary Lineker mengaku bingung melihat performa Real Madrid yang terpuruk musim ini, setelah musim sebelumnya Los Blancos tampil tanpa cela dan meraih gelar Liga Champions.

Real Madrid mendapatkan kejutan besar musim ini karena tak mampu bersaing di kompetisi yang mereka ikuti. Los Blancos saat ini ada di posisi keempat La Liga dan butuh keajaiban untuk mempertahankan titel La Liga.

Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan juga sudah tersingkir dari Copa del Rey sehingga satu-satunya harapan meraih gelar ada di ajang Liga Champions.

Namun misi tersebut juga tak mudah karena Real Madrid bakal bersua Paris Saint-Germain di babak Enam Belas Besar.

Performa Real Madrid yang menurun drastis memang mengejutkan mengingat mereka masih tampil ciamik di dua ajang Piala Super, yaitu Piala Super Eropa dan Piala Super Spanyol sebelum musim digelar.

“Saya terkejut, saya tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Real Madrid musim ini karena pada musim sebelumnya mereka hampir memenangkan semuanya.”

“Sungguh sulit dijelaskan. Kepercayaan diri merupakan hal yang sangat penting bagi para pemain. Mungkin saja masalahnya karena sejumlah pemain kini makin tua, namun saya tak tahu pasti,” ujar Lineker dalam wawancara dengan Mundo Deportivo.

Lineker sendiri berani mengesampingkan nama Ronaldo saat diminta untuk memilih.

“Ronaldo atau Messi? Saya menyukai Cristiano Ronaldo, namun Messi berasal dari dunia yang berbeda.”

“Ronaldo atau Neymar? Neymar, namun ketika dia bermain untuk Barcelona. Neymar adalah masa depan sedangkan Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang sudah menunjukkan kehebatannya selama ini,” tutur Lineker.

Dengan alasan pertimbangan masa depan, Lineker sendiri berani memilih Harry Kane dibandingkan Ronaldo.

“Ronaldo atau Kane? Untuk masa depan, tentu saja Kane,” kata Lineker

Dua musim berselang, Raul Gonzalez dan kawan-kawan kembali menjadikan Liga Champions sebagai satu-satunya ajang pesta.

Diwarnai pemecatan pelatih John Toshack di tengah-tengah musim, Madrid kemudian memastikan gelar Liga Champions yang kedelapan setelah menang atas Valencia di laga final sesama klub Spanyol.

Zidane berpluang mengulang musim dua tahun lalu sekaligus empat musim sebelumnya di mana Liga Champions menjadi satu-satunya kebanggaan Madrid, namun ujian berat bernama Paris Saint-Germain sudah menanti di babak perdelapan final yang akan berlangsung pertengahan  Februari dan awal  Maret.

Selain Gary Lineker, pesepakbola Inggris yang pernah memperkuat Real Madrid David Beckham secara khusus memberi sorotan untuk Cristiano Ronaldo.

Beckham yakin Cristiano Ronaldo bisa bersinar bersama Real Madrid di Liga Champions.

Beckham percaya, meskipun Madrid terpuruk di kompetisi domestik, situasinya akan berbeda di Liga Champions.

Madrid akan menghadapi Paris Saint-Germain dalam leg pertama babak Enam Belas Besar Liga Champions di Santiago Bernabeu.

“Ini momen bagi Los Blancos, sebagaimana mereka mencintai kompetisi ini. Lihat saja para pemain mereka seperti Cristiano. Semua itu adalah momen, bahwa pemain top datang untuk maju dan pertandingan akan luar biasa ditonton,” ujar Beckham seperti dikutip Sports Keeda.

Kendati demikian, mantan kapten timnas Inggris itu mengaku belum tahu akan menjagokan Madrid atau PSG dalam laga Liga Champions nanti. Maklum, Beckham sama-sama pernah meraih kesuksesan baik saat berkostum Madrid atau Les Parisiens.

“Sangat sulit memilih, sebagaimana saya menyukai kedua klub, dan mereka memiliki banyak semangat,” ucap Beckham.

“Saya memiliki empat tahun yang hebat bersama Madrid, saya tidak begitu lama di PSG, tapi tentu saja bisa memenangi liga. Saya menyukai kedua klub, masyarakat dan fans yang luar biasa, dan saya mengatakan yang sama tentang Real Madrid,” Beckham menambahkan.

Komentar