Sinyal Bahaya “Parisien” Ke Laga Champions

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 Maret 2013 | 15:15 WIB

Dibaca: 0 kali

“PARISIEN,” begitu klub  Paris Saint-Germain atau PSG  itu dinamai, mengirim sinyal  bahaya  ke perempat final   Liga Champions setelah  menyingkir “Kelelawar” Mestala Valencia di laga  16 Besar kompetisi klub Eropa itu  dengan agregat gol 3-2. Di pertandingan tandangnya dua pekan lali Parisien memang dengan 2-1. Sedangkan pertandingan kandangnya Kamis dinihari WIB kedua tim bermain imbang 1-1.

Dalam pertandingan kandang ini “Le Parisien” tidak diperkuat oleh Zlatan Ibrahimovic akibat terkena kartu merah di Mestalla. Dia tidak bisa memperkuat  PSG di dua pertandingan.  Dengan ketidak hadiran Ibrahimovic di laga perempat final nantinya, Carlo Ancelotti, mengaku pesimistis klubnya bisa menjuarai Liga Champions. Meski begitu, Ancelotti akan berusaha membawa PSG bermain sebaik mungkin di kompetisi Eropa.

PSG memastikan tiket ke perempat final Liga Champions setelah bermain imbang 1-1 melawan Valencia di Stadion Parc des Princes, Rabu atau Kamis (7/3/2013) dini hari WIB. Secara agregat, PSG unggul 3-2 atas Valencia.
Pada laga tersebut, Valencia sempat unggul melalui Jonas pada menit ke-55.

Namun, PSG mampu menyamakan skor lewat aksi Ezequiel Lavezzi, 10 menit berselang. Ancelotti pun mengomentari penampilan anak-anak asuhannnya.
“Pertandingan yang sangat sulit. Valencia bermain sangat baik. Kami tak menampilkan permainan terbaik pada babak pertama. Setelah kebobolan, kami bermain lebih baik. Ini hasil yang sangat penting untuk kami. Kami mencapai perempat final pertama dalam 18 tahun terakhir,” kata Ancelotti kepada Sky Sports.

“Kemasukan gol membuat kami bangkit. Kami terlalu banyak memegang bola pada babak pertama. Sangat sulit bagi kami memenangi Liga Champions. Namun, kami akan berusaha melakukan yang terbaik. Saat mulai kompetisi, semua orang di klub berkata tak tahu harus berbuat apa. Namun, kami memuncaki grup, memenangi babak 16 besar, dan kami berharap bermain bagus di perempat final,” tutupnya.

Meski menang 2-1 di leg pertama dan tinggal membutuhkan hasil seri untuk ke perempat final, PSG mencoba mengawali pertandingan dengan menyerang. Namun, justru Valencia yang memiliki peluang emas lebih dulu. Roberto Soldado pada menit ke-13 berhasil mengejar umpan terobosan dan langsung menendang bola ke gawang PSG. Namun, kiper Salvatore Sirigu masih sigap menangkapnya.

Bahkan, kemudian Valencia lebih mendominasi permainan. Ancaman El Che pun lebih banyak dibandingkan PSG. Namun, serangan mereka masih belum sempurna. Demikian juga dengan serangan PSG. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.

Menurut catatan espnfc.com, Valencia memiliki penguasaan bola sampai 61 persen, sebelum menurun menjadi 58 persen. Mereka juga mampu melakukan 6 percobaan mencetak gol dan dua di antaranya tepat sasaran. Adapun PSG hanya bisa melakukan 3 kali percobaan dan tak satu pun yang tepat sasaran.
Memasuki babak kedua, Valencia masih tetap mendominasi. Usaha mereka akhirnya berbuah pada menit ke-55. Tendangan jarak jauh Jonas dari luar kotak penalti mampu membobol gawang PSG, mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Valencia.

Pada menit ke-58, Carlo Ancelotti memasukkan Kevin Gameiro untuk menggantikan Thiago Motta. Keputusan pelatih PSG ini mendatangkan hasil. Ia langsung membuat serangan tim lebih dinamis. Bahkan, ia mengkreasi gol penyama kedudukan yang dicetak Ezequiel Lavezzi pada menit ke-66.
Awalnya, Gameira mencuri bola dari lawan. Kemudian, dia melewati dua bek Valencia. Bola yang bebas kemudian ditendang Lavezzi dan gol.

Valencia berusaha menambah gol untuk memangkas ketertinggalan agregat. Namun, usaha mereka selalu gagal dan akhirnya dipaksa menerima kenyataan skor imbang pada akhir laga.

Sementara itu gelandang Paris Saint Germain David Beckham, yang untuk pertama kalinya bermain di  Liga Champions setelah tiga tahun absen mentakan, momen ini sangat pesial bagi dirinya.Pria berusia 37 tahun itu tak ditampilkan entraineur PSG, Carlo Ancelotti, saat timnya memenangi laga melawan Valencia 2-1 dan memastikan lolos ke delapan besar Liga Champions.
Partai itu menandai kembalinya Beckham ke panggung Liga Champions setelah turun berkostum AC Milan ketika berlaga melawan klub yang membesarkan namanya, Manchester United, pada 2010. Saat itu, ayah empat anak tersebut tengah menjalani masa pinjaman keduanya bersama I Rossoneri.

“Ketika telah merasakan dan memenangi Liga Champions, Anda akan selalu merindukan turnamen tersebut. Begitu musik dimulai, Anda akan merasakan sesuatu yang spesial. Tak banyak pertandingan yang bisa memproduksi atmosfer seperti itu,” tegas Beckham.

Suami Victoria Adams itu bergabung dengan PSG hingga akhir musim dalam format kontrak berdurasi lima bulan. Bayaran sebesar 3,2 juta dollar AS (sekitar Rp 32 miliar) dari manajemen Les Parisiens disumbangkan Beckham untuk anak-anak yang tak beruntung di ibu kota Perancis.

Beckham menghabiskan kariernya di Amerika Serikat bersama LA Galaxy selama enam tahun setelah hengkang dari Real Madrid pada musim panas 2007.

Komentar