Sensasi Pogba “Pulang” ke MU Belum Abis

Penulis: Darmansyah

Kamis, 11 Agustus 2016 | 09:24 WIB

Dibaca: 0 kali

“Kepulangan” berbau sensasional Paul Pogba dari Turin, Juventus, ke Old Trafford, Manchester United , masih belum bisa dipadamkan bersamaan dengan munculnya berbagai spekulasi baru seputar transfer termahal seorang pemain bola di muka bumi itu.

Media  besar Inggris, seperti “mirror, daily mail, the sun.” dan lainnya, hingga edisi Kamisnya, 11 Agustus 2016, masih membuat gaduh atas  rekor dunia dengan membeli pemain ini seharga delapan puluh sembilan juta poundsterling atau sekitar satu koma lima puluh dua  triliun rupiah.

Rekor ini  mengalahkan Gareth Bale yang dibeli Real Madrid dari Tottenham Hotspur pada tiga tahun silam seharga delapan puluh enam  juta poundsterling atau sekitar satu koma empat tujuh triliun rupiah.

Dalam video yang dipublikasikan oleh Manchester United TV pada Selasa lalu, Pogba tiba di kompleks pelatihan klub Carrington dengan sebuah mobil Chevrolet merah, kemudian berkeliling dan menyapa para staf.

Konsultan keuangan Deloitte menyatakan Manchester United bisa segera menengguk keuntungan dari transfer mahal Paul Pogba dalam tiga atau tahun ke depan.

Hal ini didasarkan pada praktik yang sama yang dilakukan Real Madrid ketika membeli banyak pemain bintang.

MU dinilai Bastien Drut, pengamat ekonomi dari Deloitte, bisa mengemulasi langkah Madrid tersebut.

“Seperti itulah kelihatannya,” kata Drut, seperti dikutip dari AS.

“Hanya lewat penjualan kostum tim, transfer Cristiano Ronaldo impas setelah dua atau tiga tahun. MU mirip seperti Real Madrid dalam artian mereka adalah merek yang dikenal di seluruh dunia.”

“ Sehingga bisa dibayangkan bahwa MU sudah bisa mendapatkan keuntungan dari transfer Pogba dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.”

Pogba sendiri dinilai Drut memiliki karakteristik sama seperti David Beckham — memiliki jutaan penggemar di media sosial dan punya basis penggemar berusia muda.

Hal ini yang akan mendorong MU bisa mengeksploitasi Pogba secara komersial untuk mendapat keuntungan.

Meski demikian, Drut menyatakan bahwa Pogba harus mampu menjawab keraguan para penggemar di atas lapangan sebelum asumsi itu terbukti.

Drut juga menilai bahwa MU bahkan bisa mendapatkan keuntungan besar seandainya suatu saat menjual Pogba pada klub lain.

“Jika kita mengasumsikan nilai transfer akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan, kami bisa memperkirakan bahwa Pogba bisa saja dijual dengan nilai yang sama, atau lebih tinggi lagi,” katanya.

Paul Pogba ditemani salah satu pendamping spesial saat melakukan tes kesehatan, di Manchester.

Sang ibunda, Yeo Moriba, ikut dalam iring-iringan kendaraan Pogba saat menuju kompleks olahraga Manchester United untuk melakukan tes kesehatan.

Seperti dilaporkan Daily Mail, Pogba ingin ditemani sang ibu sebagai bentuk dukungan moral sebelum menandatangani kontrak

Pemain timnas Perancis itu pun akhirnya resmi kembali bersama Setan Merah, setelah sempat diabaikan di klub itu.

Ibunya juga diminta jangan lagi mengungkit-ungkit masa lalu yang buruk mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson.

Ya, Moriba memang pernah membeberkan ke media soal perselisihannya dengan Ferguson terkait anaknya.

Moriba mengungkapkan, Pogba pernah diperlakukan buruk oleh Ferguson saat masih di MU. Menurutnya, itu pula yang membuat Pogba akhirnya memilih hengkang ke Juventus.

Saat itu Ferguson tak mau memberikannya kesempatan untuk tampil bersama skuat utama dari tim cadangan.

Bahkan, sang ibu pernah membeberkan Pogba sampai menangis-nangis di kantor Ferguson agar memainkannya.

Merasa putus asa, Pogba akhirnya memilih bersama Juventus. Namun, usai keputusannya itu Ferguson meminta Pogba agar kembali ke MU.

Moriba pun pernah menyampaika bagaimana Ferguson mencoba membujuk Pogba kembali.

“Saya katakan: ‘Apa? Ferguson datang ke rumah saya! Ia datang sendiri,'” ucapnya beberapa waktu lalu kepada AFP.

“Kami berkumpul bersama adiknya dan akhirnya kami memutuskan: ia tak akan bergabung kembali (ke MU),” kata Moriba, melanjutkan.

“Ferguson menghukumnya, ia tak memainkannya di skuat utama, Paul Pogba sendirian. Ia bahkan menangis di kantor Ferguson atas perlakuannya itu.”

Namun, Pogba tak ingin kedatangannya kembali disikapi sang ibu bahwa ini seolah dendam lama setelah Ferguson tak lagi memanajeri Setan Merah.

Komentar