Sanksi Baru dari FA untuk Jose Mourinho

Penulis: Darmansyah

Jumat, 16 Desember 2016 | 10:03 WIB

Dibaca: 0 kali

Kontroversi sikap Jose Mourinho sebagai pelatih, hari ini, Jumat, 16 Desember 2016,  kembali menuai sanksi dari komisi etik FA berupa ketidakbolehannya  hadir di pinggir lapangan untuk satu pertandingan yang dimainkan Manchester United.

Sanksi ini merupakan konsekuensi  dari sikapnya  menendang botol minuman saat timnya menghadapi West Ham United pada akhir November lalu.

Insiden tersebut terjadi saat Manchester United bermain imbang satu gol berbanding satu melawan West Ham di Old Trafford

Dia menendang botol minum pada babak pertama pertandingan tersebut.

Tiga anggota panel FA memutuskan bahwa gesture Mourinho tersebut dapat membahayakan orang di sekitarnya, apapun alasannya.

Wasit pertandingan itu, Jonathan Moss, tidak melihat saat Mourinho menendang botol. Namun, dia mendapat laporan dari Anthony Taylor yang menjadi ofisial keempat.

Dalam laporannya, Taylor mengatakan bahwa Mourinho bertindak agresif dan ceroboh, serta tidak memikirkan konsekuensi perbuatannya.

Di sisi lain, anggota panel juga mempertimbangkan itikad Mourinho untuk memperbaiki sikap dan rekor disiplinnya di lapangan.

“Mr Mourinho layak mendapat kredit untuk keinginannya berubah, serta sikap kooperatif saat pengawas pertandingan memberikan peringatan. Panel juga menilai bahwa dia menyampaikan permintaan maaf secara tulus,” tulis pernyataan resmi dari FA.

Sebelumnya, Sekretaris Klub Manchester United, John Alexander, mengirimkan surat untuk FA dari Mourinho.

Dalam surat tersebut, manajer asal Portugal itu menyampaikan permintaan maaf dan keinginan untuk mengurangi tindakan indisipliner.

Mourinho juga mengatakan bahwa dia menendang botol karena kesal dengan kartu kuning yang diterima oleh Paul Pogba dalam laga tersebut.

“Mr Mourinho menerima bahwa dia tidak sepatutnya bereaksi sedemikian keras dan menyalurkan rasa kesalnya dengan cara lain,” kata Alexander.

Selain larangan bertanding, Mourinho juga harus membayar denda enam belas ribu  pounds

Berlainan dengan Mourinho, dua pemain MU bek Marcos Rojo dan Zlatan Ibrahimovic lolos dari hukuman tambahan kibat ulah tidak terpuji mereka ketika  melawan  Crystal Palace pada laga Liga Inggris pertengahan pekan ini.

Ibrahimovic dituduh menyikut gelandang Palace Yohan Cabaye. Insiden tersebut luput dari pengelihatan wasit.

Namun tayangan ulang memperlihatkan Ibra menyikut Cabaye.

Sedangkan Rojo hanya terkena kartu kuning dari wasit Craig Pawson atas tekel dua kaki terhadap Wilfried Zaha.

Banyak kalangan menilai Rojo seharusnya diganjar kartu merah langsung.

Pasalnya sepuluh hari sebelumnya, pemain Everton Idrissa Guaye yang melakukan pelanggaran serupa mendapat kartu merah.

FA sudah menyelidiki dua insiden di laga MU kontra Palace. Mereka mengirimkan rekaman pertandingan kepada tiga mantan wasit ternama yang ditunjuk secara independen.

Ketiga mantan wasit ini menilai tak perlu ada hukuman tambahan untuk kedua penggawa MU itu.

Hukuman tambahan baru akan diberikan FA jika ketiga mantan wasit itu semuanya sepakat harus ada sanksi lebih lanjut.

Terlepas dari berbagai ulah tak menyenangkan yang datang dari Mou,  bek Tottenham Hotspur, Jan Vertonghen, meyakini dunia sepak bola membutuhkan karakter seperti pelatih MU itu

Bbelakangan ini memang mendominasi berita utama soal Premier League terkait sikap dan komentarnya soal wasit pertandingan.

Contohnya, beberapa pekan lalu, manajer asal Portugal tersebut pernah diusir dari lapangan dalam pertandingan Man United kontra Burnley

Wasit pertandingan tersebut, Mark Clattenburg, mengusir Mourinho ke bangku penonton jelang kick-off babak kedua karena dinilai terlalu keras memprotes kinerja sang pengadil.

Clattenburg disemprot karena tak memberikan tendangan penalti buat Manchester United setelah bek Matteo Darmian dilanggar pemain lawan, Jon Flanagan, di kotak pinalti.

Namun, Vertonghen, mengatakan, sepak bola akan menjadi “olahraga miskin” tanpa kehadiran Mourinho.

“Pertama-tama, dia adalah pelatih yang hebat. Dia telah melakukan hal-hal besar dengan tim yang berbeda,” kata pemain asal Belgia itu.

Sebelum menangani Man United, Mourinho memang pernah meraih kesuksesan bersama Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid.

“Dia telah menunjukkan bahwa dia adalah pelatih yang sangat baik dan karakternya penuh warna. Sepak bola membutuhkan itu,” ujarnya.

“Dia adalah manajer yang baik dan dia mengatakan beberapa hal di media. Itu bagian dari pekerjaan dan dia bermain dengan cara yang dia inginkan,” tuturnya.

Akan tetapi, terkait apakah dia ingin bermain di bawah asuhan Mourinho, ia tidak ingin membicarakan hal tersebut.

“Apakah saya ingin bermain untuk dia? Dia bukan manajer saya, jadi saya tidak akan berbicara tentang hal ini,” ujarnya.

Di klasemen sementara, Spurs berada di urutan kelima dengan raihan 27 poin, unggul enam angka atas Man United yang berada di urutan keenam.

Sementara itu,  Jose Mourinho mengungkap alasan timnya tertinggal jauh dari Chelsea di papan klasemen. Menurut The Special One, Setan Merah terlalu banyak kehilangan poin di laga kandang.

MU tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir di Liga Inggris. Namun demikian, Setan Merah tertinggal tiga belas poin dari Chelsea di singgasana.

Dari delapan laga kandang musim ini, MU juga baru menang tiga kali. Andai saja Setan Merah mampu menyapu bersih semua laga itu dengan kemenangan, maka MU pasti akan mampu bersaing di papan atas.

“Kami melakukan hal yang cukup untuk posisi enam besar. Jika kami memiliki poin yang hilang di kandang, maka kami akan lebih dekat dengan puncak klasemen,” kata Mourinho seperti dilansir Mirror.

“Tapi kami kehilangan poin-poin itu dan saat ini, kami hanya bisa memangkas jarak dengan posisi empat posisi teratas. Jadi, kami coba terus melakukannya.”

“Ada tiga pertandingan lagi sampai akhir tahun dan mari kita lihat bagaimana posisi kami pada 31 Desember dan kami bisa merasakan apa yang mungkin dilakukan pada paruh kedua musim ini,” Mourinho menambahkan.

Pada tiga laga berikutnya, MU akan menghadapi West Bromwich Albion, Sunderland dan Middlesbrough.

 

Komentar