Sam Allardyce Ejek Mourinho “Badut”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 30 Januari 2014 | 09:02 WIB

Dibaca: 6 kali

Jose Mourinho, paling kanan, menunjuk Sam Allardyce, dari area pelatihnya, usai di ejek “badut” karena frustrasi taktik “grendel” yang diterapkan West Ham ketika menghadapi Chelsea di lanjutan laga Premier League, Kamis dinihari WIB, yang berakhir buntu, 0-0

Sam Allardyce, gaffer West Ham, menertawakan frustrasi Mou – panggilan santai Mourinho, sebagau “badut” kala timnya menahan imbang The Blues di Stamford Bridge, Kamis, 30 Januari 2014, ini hari WIB lewat formula “parkir bus,” meniru strategi Mou sendiri saat meladeni Arsenal beberapa waktu lalu dan ketika masih menukangi Real Madrid jika bertemu Barcelona di laga-laga El Clásico.

Sudah tak terhitung berapa kali José Mourinho bikin ejekan, sindiran maupun cemoohan terhadap pelatih tim lawan. Tapi kali ini dia yang kena batunya – diledek Sam Allardyce menyusul derbi London antara Chelsea dan West Ham United yang berakhir buntu, 0-0.

“Dia tak bisa mengatasinya strategi “parkir bus,” kan? José yang malang. Kamu adalah badut sepakbola,” ujar Allardyce yang disusul gelak tawa, sebagaimana ditulis WestLondonSport, situs resmi West Ham, Kamis , 30 Januari 2014.

“Secara taktik, kami sudah berhasil. Kami menghentikan Hazard, Willian dan Eto’o. Kami juga menyetop set-play Chelsea. Dari dua hal itu, kami melumpuhkan mereka,” sambung pelatih yang acap disapa Big Sam itu.

Mou sendiri frustrasi bercampur jengkel, melihat ada tim yang bertandang ke Stamford Bridge, tapi tak punya niat untuk menang – dengan main terbuka, melainkan malah menerapkan sepakbola negatif dengan memasang banyak pilar di barisan belakang.

Baginya itu bukan bagian terbaik dari sepakbola Inggris. Arsitek nyentrik itu pun tak segan menyindir bahwa gaya bermain demikian, tak ubahnya seperti sepakbola di zaman “batu” – sepakbola di abad 19.

“Saya hanya bilang pada para pemain bahwa memang sulit bermain di sebuah laga di mana hanya satu tim yang bermain. Sepakbola adalah tentang dua tim yang bermain, tapi laga ini hanya satu tim yang bermain dan satunya lagi tidak.”

“Saya bilang pada Sam dan mengulang kata-kata saya, bahwa mereka memang butuh poin, tapi apa dengan bermain seperti itu bisa diterima? Mungkin iya,” ujar Mou tak kalah ketusnyau.

“Saya tak bisa terus meratap karena saya juga pernah berada di posisi itu. Saya tak tahu jika saya akan tetap melakukan hal yang sama. Mungkin, jadi saya tak ingin mengkritisi. Tapi di saat bersamaan saya juga bilang bahwa ini bukan Premier League. Ini bukan liga terbaik di dunia – ini sepakbola dari abad 19,” ujarnya jengkel sembari mengepalkan tinjunya.

Manajer Chelsea Jose Mourinho begitu frustrasi melihat timnya tak bisa membongkar pertahanan West Ham United yang sangat rapat. Mourinho bahkan menyebut West Ham menampilkan permainan dari masa lampau.

“Sangat sulit untuk memainkan sebuah pertandingan sepakbola di mana cuma satu tim yang ingin bermain. Sangat sulit,” ujar Mourinho yang dikutip Sky Sports.

“Sebuah pertandingan sepakbola adalah tentang dua tim yang bermain dan pada pertandingan ini cuma satu tim yang bermain sementara tim lainnya tidak bermain.”

“Saya tak boleh terlalu mengkritik, karena kalau saya ada di posisinya saya tak tahu apakah saya akan melakukan hal yang sama. Mungkin.”

Beragam cara sudah dilakukan oleh Chelsea demi mencetak gol ke gawang West Ham United, tapi tak satu pun yang sukses. Meski timnya gagal menang, Jose Mourinho mengaku puas dengan kinerja pemain-pemainnya.

Sejak menit pertama pertandingan di Stamford Bridge, Chelsea mengambil inisiatif serangan. Tapi, West Ham langsung meresponsnya dengan menumpuk banyak pemain di kotak penalti sendiri.

Taktik West Ham yang semacam itu ternyata benar-benar menyulitkan Chelsea. Karena sulit menembus kotak penalti lawan, pemain-pemain Chelsea akhirnya banyak melepaskan tembakan jarak jauh. Pada babak kedua, Mourinho memasukkan Frank Lampard dan Demba Ba demi menambah daya gedor The Blues.

Tapi, tembok pertahanan West Ham rupanya sangat tebal. Selain itu, kiper Adrian juga tampil begitu prima di bawah mistar dan membuat banyak penyelamatan gemilang. Inilah yang membuat 39 tembakan yang dilepaskan Chelsea terasa sia-sia karena tak satu pun yang masuk ke gawang West Ham.

Hingga akhir pertandingan, Chelsea tak bisa meraih kemenangan yang mereka inginkan. Mereka harus puas dengan hasil seri 0-0.

“Saya senang dengan para pemain saya. Khususnya di babak kedua, kiper West Ham banyak membuat penyelamatan dan pemain-pemain yang tak memakai sarung tangan juga membuat banyak penyelamatan,” ujar Mourinho di situs resmi klub.

“Mereka punya lima bek yang terlihat lebih mirip kiper daripada bek. Mereka melemparkan tubuh mereka ke bola, mereka meluncur, mereka memberikan banyak hal,” tambahnya.

“Jadi, hormat saya untuk semangat mereka dan usaha mereka. Tapi, tim saya sudah mencoba segalanya. Mereka bermain, mereka menciptakan peluang, kiper (West Ham) membuat penyelamatan. Jadi, saya tak bisa mengeluh soal orang-orang saya,” kata manajer asal Portugal ini.

Dengan hasil ini, Chelsea masih menempati urutan ketiga di klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan koleksi 50 poin. Mereka berjarak tiga poin dari Manchester City yang ada di puncak dan dua poin dari Arsenal yang duduk di posisi kedua.

Komentar