Salah Sudah Kembali ke Jalan yang Benar

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 April 2019 | 13:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Liverpool menjaga peluang meraih gelar juara Liga Inggris 2018/2019 berkat penampilan solid dan apik yang ditampilkan seluruh pemain termasuk Mohamed Salah.

Chelsea bisa dibilang menjadi lawan terberat Liverpool dalam laga pengujung musim ini dalam rangka persaingan perebutan gelar juara dengan Manchester City.

Menghadapi rival dari London, Juergen Klopp tidak memilih opsi merotasi pemain secara besar-besaran kendati jadwal Liverpool di Liga Inggris dihimpit leg pertama dan leg kedua perempat final menghadapi FC Porto.Susunan pemain inti yang ditampilkan Klopp dalam laga meladeni Chelsea hanya berbeda dua pemain ketimbang ketika menjamu wakil Portugal pada tengah pekan lalu. Andy Robertson dan Joel Matip masuk dalam starter menjadi pengganti James Milner dan Dejan Lovren.

Kondisi tersebut menyiratkan Liverpool memiliki ambisi yang sama besar untuk meraih kejayaan di liga domestik yang belum pernah mereka raih selama 29 tahun sekaligus kesuksesan di pentas Eropa.

Bermain dengan pemain-pemain utama, Liverpool langsung melancarkan gaya permainan kolektif dalam menyerang.

Menghadapi serangan tuan rumah, tim tamu pun sudah berupaya mengantisipasi dengan melakukan serangan balik mengandalkan kemampuan kuartet lini belakang dan kualitas lini tengah untuk mengalirkan bola secara cepat.

Tetapi keagresifan pemain-pemain berseragam merah menyulitkan Chelsea memadamkan serangan-serangan lawan yang datang bertubi. Kendati mampu melepaskan ancaman dalam serangan balik, The Blues tampak jauh dari nyaman dalam mengarungi 2×45 menit.

Kinerja N’Golo Kante yang tidak didukung Jorginho serta Ruben Loftus-Cheek, membuat Liverpool kalah di lini tengah menghadapi Naby Keita, Fabinho, dan Jordan Henderson.

Gol yang dibukukan Sadio Mane pada menit ke-51 tidak lepas dari intensitas permainan menyerang Liverpool yang dilancarkan sejak peluit babak kedua berbunyi.

Pergerakan dan kombinasi umpan pemain-pemain Liverpool gagal dihentikan Chelsea, sehingga Mane membuka keunggulan.

Belum hilang syok dibobol Mane, Mohamed Salah yang tampil sebagai pencipta umpan kunci pada gol pertama kemudian hadir dengan sepakan jarak jauh penuh akurasi yang membuat bola bersarang di gawang Kepa Arrizabalaga untuk kali kedua.

Chelsea berupaya bangkit lewat pergerakan Eden Hazard yang menghasilkan dua peluang emas. Tiang gawang dan Alisson Becker menjadi penghalang Hazard menambah gol di Liga Inggris.

Setelah unggul dua gol, Liverpool sedikit mengurangi nafsu menyerang sehingga memberi sedikit napas bagi Chelsea. Kendati demikian, Fabinho dan kawan-kawan tetap mampu memproduksi peluang. Jika Kepa tidak sigap, skor lebih besar bisa tercipta di Anfield.

Menghadapi lawan kuat, Sarri kembali memaksimalkan keberadaan Hazard sebagai pilar. Aksi individu pemain Belgia itu memang membuat repot pemain Liverpool. Namun permainan pengoleksi 18 gelar Liga Inggris yang membuat pemain seperti berlapis-lapis memberi adangan berarti bagi Hazard yang dipersiapkan tampil menjadi false nine.

Secara tim, Liverpool layak menjadi pemenang. Permainan tim yang lebih matang menjadi kunci selain juga penampilan cemerlang yang ditunjukkan Salah.

Pemain terbaik Afrika dalam dua tahun terakhir itu menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam laga ini. Selain rambut yang menjadi ciri khas sehingga mudah dikenali, pemain yang sedang menjalani musim kedua bersama Liverpool ini benar-benar memiliki andil dalam kemenangan.

atu key pass dan satu gol menjadi penanda Salah kembali ke penampilan terbaiknya.

Lima tembakan dengan tiga mengarah ke gawang dan satu menghasilkan gol menjadi bukti sahih keterlibatan Salah dalam serangan Liverpool yang dapat dengan mudah disaksikan secara langsung.

Selain itu Salah juga menjadi pemain kedua setelah Eden Hazard yang sukses dalam menggocek. Dari sepuluh upaya melewati lawan, empat kali Salah berhasil mengelabui pemain yang mengawalnya.

Dirisak suporter Chelsea sebagai pengebom, Salah membuktikan kualitas di atas lapangan. Pergerakan di sisi sayap menjadikan Emerson sebagai pihak tersakiti. Selain aksi-aksi individunya, pemain 26 tahun itu juga bahu membahu dengan baik bersama Mane dan Roberto Firmino.

Tidak hanya itu, Salah juga menampilkan solidaritas dalam bermain dengan turut turun ketika Liverpool diserang termasuk mengawal pemain lawan yang menggiring bola.

Puasa mencetak gol selama dua bulan atau delapan laga beruntun di Liga Inggris, Salah kembali menjadi azimat bagi Liverpool untuk menjaga kans menjadi juara.

Komentar