Saat Murka, Jose Mourinho “Menakutkan”

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 9 November 2013 | 11:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Buntut kemarahan Jose Mourinho terhadap kekalahan Chelsea melawan Southhampton, di St James Park, dan mangkirnya Eden Hazard dari latihan menjelang laga timnya dengan Schalke 04, berbuntut panjang dengan sikapnya yang menuding ketidak becusan pemain serta membangkuca-dangkan Hazard ketika Chelsea mengalahkan Schalke 04, di pertengahan pekan ini, masih saja menjadi “diskusi” media Inggris.

“The Telegraph” dalam edisi terbarunya, Sabtu, 10 November 2013, yang dimuat di lama “online”nya, menulis dengan judul, “Menakutkan….” dan memasang foto Mou dalam pose tegang, muka merah dan telunjuk menuding kea rah muka Hazard.

Eden Hazard usai di damprat Mourinho dan di bangkucadangkan dalam laga fase grup Champions League, lantaran mangkir dari latihan.

Menurut “The Telegraph” Hazard punya alasan mangkir latihan karena kehilangan paspor saat mengunjungi Prancis untuk menyaksikan mantan klubnya, Lille bertanding menghadapi AS Monaco. Saat Hazard menemukan kembali paspornya, pemain internasional Belgia itu sudah terlambat mengikuti latihan.

Atas kasus itu Hazard tak dimainkan Mou saat pertandingan. Kasus ini memang sempat mengguncang Chelsea, dan menurut Ivanovic, pemain belakang The Blues, Hazard dipastikan akan kembali bermain saat London Biru menghadapi West Bromwich Albion, akhir pekan nanti.

“Ini penting untuk tim. Eden Hazard menerima hukuman ini karena tindakan indisiplinernya. Tapi dia akan bermain pada laga selanjutnya,” kata Ivanovic kepada London24. “Itu artinya kami serius, dan kami semua bersatu –dan saya pikir dia tidak ada masalah dengan hukuman itu.”.

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, kepada “Sky Sports,” mengaku tidak bermaksud menakuti para pemain The Blues setelah dengan terangan-terangan menyatakan kemarahan seusai dikalahkan Newcastle United.

Dalam pertandingan di St James’ Park itu, gawang Chelsea dibobol oleh Yoan Gouffran dan Loic Remy. Kekalahan itu pun mematahkan rekor kemenangan enam pertandingan berturut-turut Chelsea.

Hingga pekan ke- sepuluh Premier League, Chelsea juga hanya mampu meraih lima poin dari total lima laga tandang. Selain melawan Newcastle, Chelsea juga menelan kekalahan dari Everton, dua kali imbang kontra Manchester United dan Tottenham Hotspur, serta hanya menang melawan Norwich City.

“Melawan Newcastle, perasaan saya tidak baik sejak menit pertama. Jadi, bagi para pemain yang baru pertama kali bekerja dengan saya, mungkin itu adalah kali pertama mereka melihat saya marah.”

“Saya tidak ingin menakuti mereka. Saya hanya ingin memengaruhi mental mereka, membuat mereka lebih kuat dan profesional. Jadi, tujuan saya bukan untuk menakuti, melainkan untuk membuat mereka lebih kuat,” katanya lagi.

Isu di seputaran Chelsea masih diliputi perihal kabar murkanya José Mourinho pada segenap skuadnya. Ada yang mengatakan wajar, ada yang mengatakan berlebihan. Salah satu punggawanya, Oscar Júnior, bahkan mengaku ketakutan ketika pelatih nyentrik itu naik pitam.

Penyebabnya apa lagi kalau bukan kekalahan dua gol tanpa balas atas Newcastle United di St. James’ Park, akhir pekan lalu. Mou melayangkan kemarahannya dengan mengatakan bahwa dia melakukan sebelas kesalahan, yakni kesalahannya dalam menurunkan sebelas pemainnya di lapangan.

“Mourinho sangat marah sejak pertandingan kontra Newcastle, sangat marah dan frustrasi. Kami tahu kepribadiannya dan sangat menakutkan ketika dia marah seperti itu,” ujar Oscar kepada StandardSport..

“Memang sudah tugasnya marah kepada kami ketika kami tak bermain. Jika mungkin bermain hebat dan kalah di Newcastle, mungkin takkan terjadi seperti ini. Tapi kami tim hebat yang memang tak bermain baik dan kami pun menerima hukumannya,” lanjut gelandang internasional Brasil itu.

Oscar juga sedianya mengaku punya perasaan serupa dengan pelatih nyentrik tersebut. Tapi Oscar ingin menyalurkan energi kemarahannya itu untuk menopang kebangkitan The Blues sekaligus memberi bukti bahwa kekalahan lalu, takkan terulang kembali.

“Kami semua marah pada diri sendiri, begitupun saya. Tapi setelah itu ketika kami kembali latihan, kami tetap menegakkan kepala kami. Peraturan dalam sepakbola adalah ketika Anda kalah, Anda harus membuktikan bahwa Anda sanggup bangkit di pertandingan berikutnya,” imbuhnya.

“Mourinho merasa dia membuat sebelas kesalahan dalam pemilihan pemain karena kami bermain dengan buruk. Jadi sekarang siapapun yang dipilih bermain, harus meningkatkan level mereka demi meraih kemenangan lainnya buat tim,” tutup Oscar.

Komentar