Rotasi Premier Leagua Usai Boxing Day

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Desember 2013 | 09:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Laga “boxing day” di Premier League menyiratkan arti sebenarnya dari hari tradisi di Inggris itu, “perburuan.” Hari yang dimulai dari bertinju, yang kemudian diubah secara lebih manusiawi setelah hadirnya sepakbola modern. Dan “Football Association” atau FA, PSSI-nya Inggria, mengubah ke laga Premier.

Dalam Boxing Day di Premier League musim, laga dari beberapa klub elit menyajikan beberapa partai seru dan menegangkan, yang menandai kembalinya mereka meraih tiga poin.

Jangan berharap ada jeda laga-laga di Premier League, seusai natal, meski jalan-jalan mulai putih ditutupi salju. Lapangan-lapangan stadion akan tetap hangat, atau malah panas, dengan aksi para pemain.

Sesering apapun manajer-manajer berteriak supaya FA memberlakukan “winter break,” sesering itu pula teriakan mereka tidak digubris.

Sementara pemain-pemain dari liga lain sudah menikmati liburan, para pemain di Premier League akan tetap beraksi di lapangan.

Liverpool datang ke Etihad dengan tekad mempertahankan posisi di puncak klasemen pada saat Natal. Namun, pekerjaan mereka belum selesai. Posisi The Reds di puncak klasemen tidak sepenuhnya aman dan ternyata mereka di jungkalkan Citizien di Etihad.

Semula mereka hanya berjarak nol poin dengan Arsenal yang berada di posisi kedua. Ya, Liverpool dan Arsenal hanya dijaraki dengan selisih gol saja. Dan Arsenal mengambilnya kembali di laga “boxing day.”

Yang menarik, persaingan bukan hanya melibatkan empat besar saja. Tottenham Hotspur, yang ada di urutan ketujuh, hanya berselisih enam poin di belakang Liverpool.

Artinya, jika Liverpool dua kali terpeleset, maka nilai mereka akan disamai dengan tim yang ada di urutan ketujuh –itu pun dengan catatan, Spurs menang di dua laga berikutnya.

Di bawah Spurs, masih ada Manchester United. Juara musim lalu ini, tertinggal delapan angka di belakang Liverpool. Belakangan mereka sukses meraih dua kemenangan beruntun dan bertekad untuk menang lagi demi memangkas jarak dengan tim-tim teratas.

Ingat, ini baru awal saja. Perjuangan klub-klub Premier League juga akan berlanjut sampai satu hari setelah perayaan tahun baru.

Dalam Boxing Day di Premier League musim, laga dari beberapa klub elit menyajikan beberapa partai seru dan menegangkan, yang menandai kembalinya mereka meraih tiga poin.

Sehari setelah Natal, masyarakat Inggris langsung disajikan sembilan partai liga pekan ke-18 yang tetap memanaskan persaingan di papan atas di tengah dinginnya cuaca Eropa yang memasuki musim dingin.

Dari sembilan partai itu, lahir total 25 gol dan juga empat kartu merah, yang merupakan jumlah terbanyak kedua yang pernah lahir dalam sepekan setelah terakhir kali di 31 Oktober 2009 dengan delapan kartu merah.

Panasnya laga-laga yang dihelat itu sejalan lurus dengan kemenangan yang didapat beberapa tim melalui proses comeback.

Pertama adalah Manchester United yang mengalahkan Hull City 3-2 usai tertinggal dua gol lebih dulu. Gol-gol ‘Setan Merah’ dibuat Chris Smalling, Wayne Rooney, dan bunuh diri James Chester.

Lalu kedua adalah Newcastle United yang menang telak 5-1 setelah tertinggal lebih dulu dari Stoke City. Kemudian Fulham yang lebih dulu tertinggal 0-1 dari Norwich City, lalu kemudian menang 2-1.

Yang terakhir adalah tuan rumah Manchester City yang menyungkurkan perlawanan Liverpool. Tertinggal dari gol Phillipe Coutinho, The Citizens mengemas tiga poin lewat gol-gol Vincent Kompany dan Alvaro Negredo.

Catatan lainnya yang dilansir Opta, di pekan ke-18 ada enam tim away yang meraih kemenangan dan itu adalah jumlah terbanyak kedua setelah ada delapan tim tamu yang menang di tanggal 1 Januari 1994.

Komentar