Rooney–Persie “Berebut” Ban Kapten MU

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 24 Mei 2014 | 13:07 WIB

Dibaca: 1 kali

Dua striker Manchester United, Wayne Rooney dan Robin van Persie, “berebut” ban kapten klub Old Trafford itu musim depan setelah nemanja Vidic hijrah ke Inter Milan dan meninggalkan kekosongan pemimpin lapangan di tim “Setan Merah” itu.

Pergulatan untuk mendapat kepercayaan kapten di antara Rooney dan Persie menjalar ke “pooling” pendapat pemain yang terbelah setelah pelatih baru MU, Louis van Gaal mengisyaratkan akan memercayakan ban kapten itu itu kepada Persie.

Kepada harian terkenal terbitan Amsterdam, Belanda, pekan lalu, sebelum diumumkan sebagai pelatih di MU, van Gaal secara tersirat mengungkapkan kalau persie adalah kaptennya di lapangan.

Isyarat itu direalisir oleh van Gaal dengan memberikan bank kapten kepada Persie di tim Oranye. Persie sendiri sebelum hengkang ke Manchester United adalah kapten di Arsenal.

Terbelahnya pendapat di kalangan pemain itu, seperti ditulis oleh “Daily Mail,” surat kabar Inggris terbitan London, akibat plus minusnya pengalaman keduanya. Persie memang sudah matang di Arsenal sebagai kapten. Tapi ia baru satu tahun di Old Trafford, dan belum mengenal betul seluruh watak pemain.

Sedangkan Rooney baru sekali dipercaya sebagai kapten oleh mantan pelatih David Moyes, dan ia memang sudah tahu seluk beluk pemain dan psikologis tim.

Untuk itu Wayne Rooney, berharap mendapatkan kepercayaan menjadi kapten Setan Merah pada musim depan. Namun, Rooney juga mengaku tak masalah jika seandainya pelatih anyar Louis van Gaal lebih memilih Robin van Persie sebagai kapten MU.

Salah satu terbesar tugas Van Gaal adalah menetapkan kapten baru bagi Setan Merah. Nemanja Vidic yang menjabat kapten sejak 2010, memilih meninggalkan Old Trafford untuk bergabung dengan Inter Milan pada musim depan.

Patrice Evra sebagai wakil kapten pun disebut-sebut akan meninggalkan MU setelah kontraknya berakhir.

Banyak pendukung Setan Merah yang menginginkan Rooney sebagai suksesor Vidic, mengingat pemain asal Inggris tersebut sudah sepuluh tahun berseragam MU.

“Aku tertarik pada jabatan kapten. Aku pernah menjadi kapten United beberapa kali. Aku merasa siap tetapi itu keputusan manajer,” kata Rooney.

“Seandainya dia memilih pemain lain, aku tidak mempermasalahkan itu. Aku menghormati keputusannya. Robin adalah kapten bagi negaranya (Belanda). Dia juga pernah menjadi kapten Arsenal. Jika dia menjadi kapten, maka aku yakin dia akan bekerja luar biasa,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Rooney mengaku senang terhadap keputusan MU mengangkat Van Gaal sebagai pelatih dan menunjuk Ryan Giggs menjadi asisten pelatih.

“Aku pikir itu pengangkatan luar biasa. Menurutku, semua orang tahu dalam beberapa pekan terakhir, Louis van Gaal akan melatih MU. Rekornya di sepak bola Eropa fantastis. Dia memenangkan banyak trofi. Dan hal luar biasa bahwa Ryan menjadi asistennya. Itu menarik,” beber Rooney.

Mantan pemain Manchester United, Paul Scholes, memperkirakan era kejayaan Wayne Rooney mungkin sudah selesai.

Pernyataan ini dikeluarkan di tengah harapan Rooney bisa membuktikan diri sebagai salah satu penyerang terbaik di ajang Piala Dunia bulan depan di Brasil.

“Ada kemungkinan masa-masa keemasan Rooney sudah terlewati. Era kejayaan Rooney mungkin saat ia berusia dua puluh enam tahun saat mencetak dua puluh tujuh gol dalam satu musim,” kata Scholes.

“Rooney mungkin saya mencapai puncak lebih awal,” katanya.

Scholes mengatakan Rooney tidak pandai mengatur energi di lapangan.

“Ia akan melakukan apa saja, menjadi bek kanan, menjadi bek kiri … ia terlalu banyak membuang tenaga. Mestinya Rooney tetap berada di depan dan berkonsentrasi mencetak gol,” kata Scholes.

Scholes juga mengatakan pelatih Inggris, Roy Hodgson, harus mengatakan kepada Rooney bahwa tanggung jawab Rooney adalah menjadi penyerang dan mencetak gol.

Rooney yang saat ini berusia 28 tahun sudah beberapa kali terjun di turnamen internasional, namun dinilai gagal menampilkan permainan terbaiknya.

Saat ini, Wayne Rooney dan kawan-kawan sedang berada di Portugal untuk melakoni pemusatan latihan. Mereka kemudian akan kembali ke Inggris untuk melakoni tiga laga persahabatan melawan Peru, Ekuador, dan Honduras.

Komentar