Ronaldo Memang Berjodoh dengan Juve

Penulis: Darmansyah

Selasa, 19 Februari 2019 | 10:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Legenda Juventus Alessandro Del Piero mengatakan Cristiano Ronaldo dan Juventus memang berjodoh terutama dalam hal mentalitas.

Del Piero tak habisnya memuji mantan penyerang Real Madrid tersebut. Saat Ronaldo direkrut Si Nyonya Tua, mantan striker Timnas Italia tersebut menyebut kehadiran pemain itu bisa meningkatkan level kompetisi di Italia.

Tujuh bulan kemudian, Del Piero kembali memberikan catatan positif bagi Ronaldo yang sudah mengemas dua puluh satu gol untuk Juve di seluruh kompetisi itu.

“Saya tidak terkejut betapa bagus yang sudah ia lakukan. Cristiano [Ronaldo] dan Juventus berbagi mentalitas yang sama.”

“Mereka sama-sama ingin meraih kemenangan di setiap pertandingan. Itu merupakan perkawinan yang sempurna,” ujar Del Piero kepada Marca.

Del Piero sendiri menilai Juventus memiliki peluang besar terus melaju di Liga Champions bahkan hingga final. Mereka akan bertandang ke markas Atletico Madrid  di leg pertama babak 16 besar kompetisi itu.

“Juventus akan terus membutuhkan yang terbaik dari Ronaldo, begitu pula sebaliknya. Kehadirannya di tim itu merupakan salah satu alasan saya percaya Juventus akan terus melaju [di Liga Champions,” terang Del Piero.

Kehadiran Ronaldo dinilai Del Piero menambah kekuatan Juventus menjadi kian menyeramkan bagi tim-tim lawannya.

“Ronaldo jelas sekali senjata paling utama Juventus, namun Paulo Dybala merupakan pemain luar biasa dan Mario Mandzukic hebat bagi [pelatih Juventus Massimiliano] Allegri,” ucap Del Piero.

Sementara itu  Ibrahimovic embali mengkritik keputusan Cristiano Ronaldo yang menganggap kepindahan ke Juventus sebagai tantangan.

Pemain veteran Swedia yang pernah membela Juventus mempertanyakan arti tantangan yang disebut Ronaldo sebagai alasan kepindahan dari Real Madrid.

Bagi Ibrahimovic, Juventus tidak akan memberi tantangan bagi Ronaldo karena kesebelasan asal kota Turin itu merupakan salah satu klub papan atas dan tidak mencerminkan tantangan bagi bintang seperti Ronaldo.

“Saya tidak mengatakan kepindahannya bagus. Saya katakan kepindahan ke Juventus bukanlah tantangan. Bukan tantangan untuk bergabung ke salah satu tim terbesar di dunia,” kata Ibrahimovic kepada DAZN dikutip AS.

“Mungkin itu tergantung dari apa arti tantangan bagi Anda. Bagi saya tantangan adalah bergabung ke sebuah tim dan membawa mereka melangkah jauh. Itu adalah tantangan,” sambungnya.

Ibrahimovic juga sempat melontarkan kritik berisi alasan kepindahan Ronaldo ke klub penguasa Liga Italia itu pada beberapa hari lalu.

Kendati demikian Ibrahimovic juga mengapresiasi pilihan Ronaldo ke Italia karena kembali menumbuhkan geliat sepak bola Italia.

Penyerang yang telah memperkuat delapan klub di Eropa itu berharap Juventus meraih hasil apik di Liga Champions, seperti halnya tiga klub yang pernah ia bela.

“Tahun ini persaingan cukup terbuka. Tidak ada tim yang lebih baik daripada yang lain atau favorit. Mungkin salah satu dari mantan tim saya akan menang, PSG, Manchester United, Juve atau Barcelona,” kata Ibrahimovic.

“Sayang Inter telah tereliminasi dan Milan tidak berkompetisi di sana. Itu adalah empat tim yang saya harap bisa menjadi juara,” sambungnya.

Sedangkan mantan pemain Real Madrid, Clarence Seedorf, menyebut Cristiano Ronaldo merupakan raja di klub berjuluk Los Blancos itu.

Ronaldo menghabiskan sembilan musim bersama Madrid sejak sepuluh tahun silam dan sukses meraih  enam belas trofi utama. Pemain berjuluk CR7 itu juga tercatat tiga kali menjadi pencetak gol terbanyak di La Liga.

Dengan memiliki Ronaldo, Madrid sukses meraih empat trofi Liga Champions, dengan tiga di antaranya didapat secara beruntun

“Cristiano tetap dianggap sebagai raja di Madrid, dan dia adalah garansi gol untuk tim. Jika Cristiano masih bersama tim, maka Los Blancos akan memiliki kepercayaan diri yang lebih,” ujar Seedorf dalam wawancara dengan Marca.

Kendati demikian Seedorf tidak yakin Madrid akan lebih baik di musim ini jika Ronaldo tidak keluar dari Santiago Bernabeu pada musim panas lalu.

Di musim ini Madrid sempat mengalami inkonsistensi sejak awal musim. Namun perlahan pelatih Santiago Solari bisa membawa El Real bangkit.

“Kemungkinan, karena keluarnya [Zinedine] Zidane yang membuat dampak begitu besar, karena cara kerja tim berubah. Siapa pun yang menggantikan Zidane perlu pekerjaan khusus untuk bisa sukses dan mengatasi kesulitan,” tutur Seedorf.

Mengenai kinerja Solari di Madrid, Seedorf menyebut pelatih asal Argentina itu beruntung karena memiliki beberapa pemain yang pernah bekerja bersamanya.

“Saya pikir Solari melakukan apa yang dibutuhkan, yaitu mengelola sekelompok pemain muda dan senior. Solari belum lama di Madrid, jadi tidak adil menilai yang telah dilakukannya sejauh ini,” Seedorf menjelaskan.

Komentar