Ronaldo Ejek Real Madrid Lewat Senyuman

Penulis: Darmansyah

Selasa, 17 Juli 2018 | 09:59 WIB

Dibaca: 2 kali

Cristiano Ronaldo hanya senyum dan tertawa saat ditanya siapa pemain yang menggantikan CR7 di Real Madrid pada musim depan.

Dikutip dari Diario Gol, senyum dan tawa itu bisa menjadi isyarat bahwa tidak ada pemain lain yang selevel dengan Ronaldo, terutama dalam satu dekade terakhir, selain bintang Barcelona Lionel Messi.

Cristiano Ronaldo yakin Presiden Madrid Florentino Perez tidak akan menemukan pemain yang sepadan dengan striker Portugal tersebut di bursa transfer musim panas ini.

Florentino Perez pun harus bekerja keras untuk menambal kekosongan Ronaldo. Bukan saja dari sisi kualitas sebagai pemain, tetapi juga yang bisa mendatangkan banyak uang.

Dalam presentasinya sebagai pemain baru Juventus, Ronaldo sempat ditanya siapa pemain yang bisa menggantikannya di Madrid.

Untuk pertanyaan itu mantan pemain Manchester United tersebut tidak banyak menjawab.

“Galacticos baru untuk Florentino Perez?” ucap Ronaldo singkat sembari senyum dan tertawa.

Pertanyaan balik Cristiano Ronaldo itu seperti sindiran. Bahwa pemain kelahiran Madeira tersebut juga tidak tahu siapa yang bisa menjadi bintang baru di Los Blancos.

Sebagai pemain yang selevel dengan Messi, Ronaldo pantas kecewa dengan Florentino Perez dan hengkang ke Juventus. Pasalnya, Barcelona memberikan semua yang Messi inginkan demi mengangkat prestasi Blaugrana.

Sementara, setelah dua belas trofi yang Ronaldo persembahkan untuk El Real sejak Sembilan tahun lalu, batin Perez tidak tergugah untuk menaikkan gaji pemain itu.

Bahkan, tambahan trofi Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, dan Liga Champion tetap membuat Perez bergeming.

Padahal setelah memenangi Liga Champions Perez diklaim akan menaikkan gaji dan memperpanjang Cristiano Ronaldo.

Karena itu, pergi ke Turin merupakan pilihan terbaik yang bisa Ronaldo lakukan.

Bersama Si Nyonya Tua, CR7 mendapat kenaikan gaji dari yang didapatnya di Madrid.

Beberapa pemain kerap dikaitkan sebagai pengganti Ronaldo di Madrid. Mulai dari Neymar, Kylian Mbappe, hingga Eden Hazard.

Hanya saja, dua nama pertama di atas masih tampak sulit untuk meninggalkan Paris Saint-Germain. Les Parisiens sadar Neymar menjadi target utama Madrid, tetapi bintang asal Brasil itu tidak akan dilepas.

Begitu juga dengan Mbappe yang baru saja menjadi pemain muda terbaik Piala Dunia

Dengan usianya yang masih Sembilan belas tahun, Mbappe merupakan aset bagi PSG.

Kemungkinan hanya Hazard pemain yang berpeluang digaet Madrid, asalkan klub ibu kota Spanyol itu bisa meluluhkan hati Chelsea.

Sementara itu, mantan pemain Real Madrid Christian Panucci menilai El Real akan kesulitan di musim depan sepeninggal bintang Portugal Cristiano Ronaldo dan pelatih Zinedine Zidane.

Kepergian pelatih Zinedine Zidane pada akhir musim lalu dan kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus di bursa musim panas ini mengejutkan banyak pihak.

Tidak terkecuali pelatih timnas Albania, Christian Panucci, yang juga mantan pemain Madrid Menurut Panucci, musim depan akan jadi tidak biasa bagi Madrid usai ditinggal dua sosok penting mereka.

Ronaldo dan Zidane merupakan aktor keberhasilan Madrid meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun.

Ronaldo adalah mesin gol yang bisa memecah kebuntuan dan juga menentukan hasil pertandingan.

Sementara, Zidane ialah pelatih yang disegani pemain-pemain bintang Madrid dan mengetahui luar-dalam klub tersebut secara teknis.

“Itu bisa menjadi musim yang sulit bagi Madrid, Zidane pergi, Cristiano pergi. Tidak mudah untuk menggantikan mereka, dan apalagi setelah memenangkan tiga Liga Champions berturut-turut,” ujar Panucci dikutip dari Marca.

Di mata Panucci, Ronaldo akan tetap berjaya meski pindah ke Juventus. Panucci, yang pernah sukses bersama AC Milan dan AS Roma itu, juga menilai kedatangan Ronaldo bisa menjadi magnet bagi pemain lain untuk bermain di Serie A.

“Itu kegilaan yang normal bagi Ronaldo, dia yang terbaik di dunia. Dia adalah perekrutan yang cerdas, yang akan memberikan dorongan bagi pemain terbaik lainnya untuk datang ke Italia,” Panucci menuturkan.

Dalam kesempatan itu Panucci juga mengungkapkan penyesalannya meninggalkan Santiago Bernabeu pada 1999 untuk gabung Inter Milan. Selama dua setengah musim bersama Madrid, Panucci meraih empat trofi termasuk Liga Champions 1997/1998.

“Meninggalkan Madrid adalah kebodohan terbesar dalam karier olahraga saya. Saya menyesalinya sekarang, [padahal] ketika meninggalkan Madrid saya cukup yakin,” ujar Panucci.

Cristiano Ronaldo berharap bisa membalas sambutan hangat yang diberikan oleh suporter Juventus, baik saat ia masih berkostum Real Madrid ataupun saat ia pertama kali datang ke Turin.

Suporter Juventus tanpa ragu memberikan standing ovation ketika Ronaldo tampil brilian dan membawa Real Madrid menang pada leg pertama babak perempat final Liga Champions musim lalu. Ronaldo pun tak lupa dengan momen tersebut.

“Itu momen yang sangat luar biasa. Bisa mendapatkan penghargaan seperti itu sungguh mengagumkan jadi saya harap bisa membalas hal itu ketika saya bermain untuk mereka.”

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih pada suporter yang datang ke bandara kemarin malam dan juga pagi ini,” kata Ronaldo seperti dikutip dari Football Italia.

Sinyal kepergian Ronaldo dari Real Madrid sendiri mulai tampak ketika CR7 mampu membawa Los Blancos meraih gelar Liga Champions dengan menaklukkan Liverpool di partai final.

Dalam momen kemenangan tersebut, Ronaldo mengisyaratkan masa depannya masih abu-abu di Real Madrid. Namun Ronaldo mengatakan saat itu Juventus belum ada dalam pikirannya.

“Saya belum memutuskan pergi ke Juventus saat itu. Terima kasih pada Presiden dan juga manajemen atas upaya Juventus mendatangkan saya.”

“Saya berada dalam kondisi yang bagus, baik secara fisik dan mental. Saya sangat bangga bisa ada di sini,” ucap Ronaldo.

Keputusan Ronaldo untuk bergabung dengan Juventus memang cukup mengejutkan lantaran rumor yang beredar adalah Ronaldo bakal lebih condong berkiprah di luar Eropa bila ia pergi dari Real Madrid.

Komentar