Ronaldo dan Kasus Perkosaan di Las Vegas

Penulis: Darmansyah

Jumat, 11 Januari 2019 | 10:18 WIB

Dibaca: 1 kali

Cristiano Ronaldo terlibat perkosaan?

Itulah berita yang mengejut ketika  kepolisian Las Vegas meminta sampel DNA megabintang Cristiano Ronaldo sebagai kelanjutan investigasi kasus dugaan perkosaan terhadap wanita bernama Kathryn Mayorga pada sepuluh tahun  silam.

Kasus dugaan perkosaan ini muncul setelah polisi membuka kembali kasus pada Oktober 2018 lalu. Beberapa sumber menyebut perkosaan terjadi di sebuah penthouse Las Vegas usai keduanya bertemu di semua klub malam.

Mayorga dan Ronaldo sendiri disebut sempat memiliki perjanjian atas peristiwa itu.

Pemain berjuluk CR7 tersebut memberikan imbalan  agar Mayorga bungkam. Tetapi Mayorga memilih melaporkan kembali Ronaldo pada tahun lalu.

Cristiano Ronaldo juga angkat bicara mengenai tuduhan perkosaan ini. Menurut pemain Juventus itu perkosaan merupakan tuduhan yang keji dan menyakiti keluarganya.

Baru-baru ini investigasi terhadap tuduhan perkosaan Ronaldo terhadap Mayorga mengalami perkembangan. Polisi Las Vegas meminta DNA sang bintang sepak bola.

“LVMPD mengambil langkah yang sama dalam kasus ini seperti dalam serangan seksual lainnya untuk memfasilitasi pengumpulan bukti DNA,” kata petugas Laura Meltzer

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa permintaan resmi telah diajukan ke pihak berwenang di Italia,” Meltzer menambahkan.

The Wall Street Journal melaporkan polisi mengirim surat perintah ke pengadilan di Italia, tempat Ronaldo bermain untuk Juventus.

Jurnal melaporkan para investigator ingin melihat apakah DNA Ronaldo cocok dengan DNA yang ditemukan pada pakaian Kathryn Mayorga.

Salah satu tim kuasa hukum Ronaldo, Peter S. Christiansen, mengaku memaklumi permintaan DNA kepada kliennya. Karena menurut Christiansen, apa yang dilakukan Ronaldo dengan Mayorga di Las Vegas  disebabkan rasa suka sama suka.

“Ronaldo selalu menyatakan, seperti yang dia lakukan hari ini, bahwa apa yang terjadi di Las Vegas karena suka sama suka. Jadi tidak mengherankan bahwa DNA akan hadir, atau bahwa polisi akan membuat permintaan yang sangat standar ini sebagai bagian dari penyelidikan mereka,” ucap Christiansen

Cristiano Ronaldo menilai kasus dugaan perkosaan yang dilakukannya terhadap Kathryn Mayorga mengganggu kehidupan pribadinya dan mengancam reputasi CR7 sebagai pribadi yang patut dicontoh.

Kepada majalah France Football Ronaldo mengaku kecewa dengan efek dari kasus tersebut. Ronaldo mengeluhkan, ibu dan saudara perempuannya sangat terkejut serta marah.

“Tentu saja cerita ini mengganggu hidup saya. Saya memiliki kekasih, empat anak, dan ibu yang sudah tua, saudara perempuan, adik, keluarga saya sangat dekat,” ujar Ronaldo dikutip dari Independent.

“Belum lagi reputasi saya, yang merupakan seseorang yang patut dicontoh,” Ronaldo menambahkan.

Kathryn kembali melaporkan dugaan pemerkosaan oleh Ronaldo yang terjadi Oktober. Peristiwa itu terjadi di Las Vegas usai keduanya bertemu di sebuah kelab malam.

Tetapi, menurut laporan media asal Jerman Der Spiegel, baik Ronaldo dan Kathryn sama-sama menandatangan perjanjian rahasia

Perjanjian tersebut dibuat agar Kathryn tidak membocorkan insiden di Las Vegas itu. Selain perjanjian rahasia itu, Ronaldo juga disebut-sebut memberikan bayaran  kepada Kathryn.

“Saya menjelaskan semuanya kepada pasangan saya. Bagi anak saya, Cristiano Jr, dia masih terlalu dini untuk memahaminya. Saya merasakan dampak yang buruk bagi ibu dan saudara perempuan saya,” Ronaldo menambahkan.

Ronaldo menuturkan ibu dan saudara perempuannya tercengang saat mengetahui mantan pemain Manchester United tersangkut kasus perkosaan. Ibu dan saudara perempuannya marah, dan menurut mantan pemain Real Madrid itu kali pertama melihat keduanya marah.

Sebelumnya Ronaldo mengaku percaya diri tidak bersalah dalam kasus ini. Pasalnya, sebagai yang patut untuk ditiru, ia merasa tidak perlu melakukan perkosaan itu.

Komentar