Robben Sang “Protagonis,” Memberi Champions Untuk Bayern

Penulis: Darmansyah

Minggu, 26 Mei 2013 | 09:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Wembley, Minggu dini hari WIB. Aura magisnya mengusap Arjen Robben, di kabut tipis yang membuat publik meriang Dentam tetabuhan  genderang, koor ala “uber alles” sepanjang laga  dan pekik “bavaria” yang bagaikan “mars” suci berintonasi “power full”  menghentak bak sepatu “lars” Otto van Bismarck, .

Bagaikan perang. Bayern Muenchen, klub  kesohor itu akhirnya menyudahai penantian gelar kelima di  Liga Champions. Penantian yang tahun lalu dirampas klub “Biru London” Chelsea di Allianz Arena.

Kali ini Bayern memang bukan menekuk Chelsea. Ia hanya mengingatkan bahwa Jerman akan hidup di Wembley. Ia juga  memberitahu “Three Lions” bahwa “duo” Jerman memainkan “der klassiker” di “rumah britain.”  Dendam Bayern memang bukan dihembuskan kepada Cehlsea, Inggris atau “Three Lions.”

Mereka menegaskan Jermanlah, kali ini yang memiliki Champions. Dan kali ini, ketika mereka harus bertarung dengan “saudara”nya, Borussia Dortmund di final,  Bayern Muenchen dipastikan adalah sosok protagonis. Sosok yang  disalin ke dalam diri Arjen Robben, yang dalam dua kesempatan final sebelumnya kerap dianggap sebagai salah satu faktor kegagalan Bayern. Ya, Arjen Robben merupakan sosok tersebut.

Robben yang sering “nyelekit” dan “tawar” dalam persahabatan di tim,  menyambar umpan tumit Franck Ribery pada menit ke-89 dan diselesaikan lewat sontekan pelan nan manis  yang membawa kebahagiaan bagi fans Bayern di seluruh dunia. Gol  itulah yang menandai hasil akhir 2-1 untuk kemenangan Bayern atas Borussia Dortmund di Stadion Wembley, London,  Minggu dini hari WIB.

Robben melakukan selebrasi. Usai melirik  bola masuk menarabas gawang Dortmund. Ppemain didikan sepak bola FC Groningen itu berlari dengan ekspresi wajah penuh suka cita. Kepuasan. Kira-kira itulah arti yang terpancar dari wajahnya.

Menilik final Liga Champions tiga tahun silam. Robben tampil seakan apa adanya. Melawan Inter Milan, Bayern tak mampu mengembangkan permainan. Pergerakan Robben dimatikan dengan mudah oleh Cristian Chivu atau pun Esteban Cambiasso. Bayern gagal menjadi juara kala itu.

Dua tahun kemudian atau setahun lalu, partai final Robben kembali suram. Bahkan, lebih menyakitkan bagi Robben. Saat masa perpanjangan waktu, Bayern yang bermain di kandang sendiri melawan Chelsea, mendapat hadiah penalti. Robben maju sebagai eksekutor. Namun, tembakannya bisa dengan mudah dibaca kiper Chelsea, Petr Cech.

Mungkin saja, bila penalti Robben berbuah hasil, Bayern bisa keluar sebagai juara. Setelah kegagalan penalti itu, Chelsea bangkit dan pada akhirnya mampu mengangkat trofi “Si Kuping Besar” di markas kesayangan fans Bayern, Allianz Arena.

Tepat hari ini, Robben hampir kembali menjadi pecundang. Pada 45 menit awal pertandingan, Robben mendapat dua peluang emas mencetak gol. Kedua upaya tersebut gagal karena aksi heroik kiper Roman Weidenfeller. Saat jeda, Opta menyimpulkan, Robben melakukan 25 tembakan selama final Liga Champions, namun tak satu pun yang berhasil masuk ke gawang.

Entah apa yang terjadi di ruang ganti tim Bayern saat istirahat, yang pasti Robben mampu bangkit pada babak kedua. Satu assist kepada Mario Mandzukic dan satu gol penentu kemenangan menjadi pembuktian Robben.

Robben memang pantas berbangga. Bahkan, ketika wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan, Robben meneteskan air mata. Rekan-rekan dekatnya seperti Thomas Mueller dan Franck Ribery memeluk sang pahlawan. Sebuah bukti Robben tampil di Stadion Wembley, 25 Mei 2013, dengan mengusung semangat “from zero to hero”. Robben, pahlawan Bayern.

Bayern  diawal pertandingan memang terlihat gugup.  Berlainan dengan Dortmun yang rileks. memainkan bola dari kaki ke kaki. Serangan Dortmund pun lebih bervariasi dari lini tengah maupun sayap.

Maka dengan kerilekannya itulah Dortmun menggebarkan yang datang dari bomber andalannya, Robert Lewandowski.  Bola hasil umpan Marco Reus, dihempaskan  Lewandowski  ketika  posisi Manuel Neuer sedikit maju. Neuer rteflek lewat reaksi cepat untuk menepis tendangan Lewandowski.

Lima menit kemudian, Dortmund hampir membuka keunggulan. Umpan Reus dari sisi kanan, mengarah kepada Jakub Blaszczykowski yang bebas berada di depan kotak penalti Bayern. Sepakan Blaszczykowski dengan gemilang mampu dimentahkan refleks luar biasa Neuer.

Walau pun melakukan “swing akselerasi attacking” ternyata bukan Dortmun yang mendapat keuntungan. Keuntungan ada pada Bayern.. Menerima umpan silang Franck Ribery, Mario Mandzukic unggul bola atas melawan Neven Subotic. Sundulan Mandzukic mengarah tepat ke gawang Dortmund. Roman Weidenfeller yang sempat mati langkah ternyata masih bisa mengulurkan tangannya untuk menghalau bola masuk ke gawang.

Setengah jam laga berlangsung, Robben mendapatkan kesempatan emas membuka keunggulan. Tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Weidenfeller, pemain asal Belanda itu gagal menceploskan bola karena sepakannya bisa dihentikan Weidenfeller.

Bayern yang mulai menemukan ritme permainan dan, kembali  Robben beraksi ketika  lolos dari kawalan Subotic berdiri bebas di depan Weidenfeller. Dengan ruang tembak terbuka, Robben melepaskan sepakan voli. Apes bagi Robben, tembakannya mengenai wajah Weidenfeller sehingga peluang tersebut mentah kembali. Babak pertama pun berakhir imbang tanpa gol.

Selepas jeda, pertandingan berlangsung lebih menarik. Bayern memegang penuh kendali permainan pada awal-awal paruh kedua.

Hasilnya langsung terbukti memasuki menit ke-60. Diawali pergerakan Ribery yang kemudian mengumpan kepada Robben, Robben yang tinggal berhadapan dengan Weidenfeller di sisi kiri melepaskan umpan ke depan mulut gawang Dortmund. Dengan mudah tanpa kawalan, Mandzukic bisa menceploskan bola untuk membuka skor pertandingan.

Tempo pertandingan meningkat. Dortmund yang tak mau menyerah mulai aktif menyerang. Kesempatan pertama setelah tertinggal langsung berbuah hasil. Pada menit ke-67, Reus dijatuhkan di dalam kotak penalti oleh bek Bayern, Dante. Tanpa ragu, wasit asal Italia, Nicola Rizzoli, menunjuk titik putih.

Gelandang muda Ilkay Guendogan yang dipercaya menjadi algojo, sukses menaklukkan Neuer. Bola sepakan Guendogan mengarah ke sudut yang berlawanan dengan lompatan Neuer. Skor kembali sama kuat 1-1.

Satu menit jelang waktu normal berakhir, upaya Bayern meraih trofi Liga Champions akhirnya terwujud. Dari sebuah umpan panjang kepada Ribery, bola sempat terblok pada pemain belakang Dortmund. Bola liar langsung diserobot Robben yang unggul cepat dari Lukasz Piszczek, Mats Hummels, dan Neven Subotic. Dengan dingin, Robben melepaskan tembakan pelan namun tak bisa diantisipasi Weidenfeller. Bola bergulir masuk ke gawang Dortmund dan memastikan Bayern menang 2-1 di final Liga Champions.

Komentar