Rivalitas Messi-Ronaldo Diusik Neymar

Penulis: Darmansyah

Selasa, 18 November 2014 | 09:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Rivalitas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi kini mulai diganggu oleh eksistensi Neymar di pentas pemain paling hebat di dunia. Neymar dinilai bisa melebihi Messi atau pun Ronaldo di suatu hari nanti, karena usianya lebih muda dari keduanya.

Neymar memang belum bisa menggeser persaingan Messi-Ronaldo di puncak kehebatan keduanya. Berbagai komentar masih plus minus terhadap keduanya. Bahkan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menilai untuk kondisi sekarang Ronaldo berada di puncak dan menyebut Messi tengah tertekan.

Pernyataan Wenger itu berkaitan dengan makin dekatnya perebutan gelar individu FIFA Ballon d’Or 2014. Megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo diakuinya bisa mengalahkan rivalnya Lionel Messi.

Pernyataan Wenger itu bukan tanpa alasan. Ronaldo sepanjang musim ini tampil sangat fantastis.

Musim ini, Ronaldo tampaknya akan unggul jauh dari Messi. Produktivitas mencetak gol misalnya, Ronaldo jauh lebin baik dibandingkan Messi.

Terhadap kehebatannya ini Ronaldo, seperti dikutip dari situs resmi FIFA, 18 November 2014, mengatakan, “Saya sudah melakukan apa yang harus saya lakukan. Saya telah memenangkan banyak gelar prestisius. Saya sudah memecahkan beberapa rekor. Kini, saya menunggu dengan tenang hasil pengumuman nanti.”

Berkaca dari jumlah trofi Ballon d’Or, Messi memang lebih unggul dari Ronaldo.” La Pulga,” begitu Messi disapa, mendapatkannya empat kali secara beruntun. Sementara, Ronaldo baru dua kali mendapatkannya, pada 2008 dan 2013.

Berbanding terbalik sang rival, Messi justru belum mampu tampil konsisten di kompetisi domestik maupun Eropa. Mengingat hingga saat ini, El Messiah baru mencatatkan tujuh gol di pentas La Liga.
Tentang persaingan pemain asal Portugal dan Argentina itu Wnger menjagokan Ronaldo.

“Ketika Messi melihat bahwa Ronaldo telah mencetak lebih banyak gol dari dia, hal itu menjadi tekanan bagi dirinya. Di sayap, dia (Messi) tidak bisa mempertahankan rata-rata golnya. Dalam jangka panjang, dia tidak akan bahagia,” kata Wenger, seperti dilansir Live Soccer.

“Pemain terbaik di tim memiliki kekuatan dalam klub. Dia bisa membuat pelatih lebih baik, jika ada chemistry di antara mereka. Jadi, jika posisinya tidak sesuai dengan dia, itu melemahkan tim secara keseluruhan,” lanjut Wenger.

Cristiano Ronaldo, yakin saat pensiun kelak, dia merupakan salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Ronaldo mengatakan, dia akan selalu bekerja keras untuk menjadi pemain terbaik dunia.

“Aku selalu ingin menjadi yang terbaik. Itulah mengapa aku bekerja keras setiap hari,” katanya.

“Aku menghormati apa yang orang pikirkan dan aku membuat cerita sendiri sedikit demi sedikit. Aku masih memiliki jalan panjang dan ketika mengakhiri karier, aku dapat melihat statistik untuk melihat apakah aku di antara yang terbaik dalam sejarah. Aku akan bisa,” lanjutnya.

Pada awal musim, gencar diberitakan Ronaldo bakal kembali ke Manchester United. Akan tetapi, Ronaldo menegaskan komitmennya bersama Los Merengues, paling tidak sampai kontraknya berakhir pada 2018.

“Yang paling aku suka adalah meraih kemenangan. Aku berharap bisa terus berada di sini hingga kontrak berakhir. Setelah itu, kita akan lihat apakah aku bisa bertahan atau tidak,” ujar Ronaldo.

Sementara itu, banyak prediksi juga menyebut suatu saat nanti Neymar bisa melebihi Messi. Memang secara invidu ia juga sudah berulang kali memecahkan rekor-rekor di dunia sepakbola. Pengakuan individu ini antara lain terlihat dari satu Ballon d’Or 2009 dan tiga FIFA Ballon d’or secara beruntun dari 2010 sampai 2012.

Di Piala Dunia 2014 lalu pun ia berhasil menyabet Bola Emas tanda pemain terbaik turnamen kendatipun cuma mampu membawa negaranya jadi finalis.

Akan tetapi, dengan usia yang jauh lebih muda dan kemampuan mengolah bola tak kalah ciamik, Neymar diyakini memiliki potensi untuk melebihi rekan seklubnya.

“Ia memiliki segalanya untuk bisa lebih besar daripada Messi”.

“Messi sudah menjadi bagian dari sejarah tapi Neymar bahkan bisa memberi dampak lebih besar. Messi mungkin takkan lagi memiliki Piala Dunia di mana ia bisa bersaing dan menang, tapi Neymar masoh punya tiga atau empat lagi untuk dijalani,” lanjutnya seperti dilansir Sports Mole.

Komentar