Rel Madrid Menang Karena Keberuntungan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 26 April 2018 | 14:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Real Madrid mampu meraih kemenangan karena keberuntungan

Dan itulah yang terjadi ketika mereka mengalahkan Bayern Munchen  dua gol berbanding satu gol pada leg pertama semifinal Liga Champions di Allianz Arena, Kamis dinihari WIB, 26 April.

Madrid tim yang jarang menggunakan ‘pertolongan’ keberuntungan untuk meraih kemenangan.

Pasalnya mereka diperkuat pemain-pemain tajam seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Luka Modric, hingga Marcelo. Bahkan kapten El Real, Sergio Ramos, juga sering mencetak gol.

Kemenangan Madrid atas Munchen salah satu kasus berbeda. Tim asuhan Zinedine Zidane itu mendapat keberuntungan saat mengalahkan Die Roten di leg pertama semifinal Liga Champions.

Pelatih Munchen Jupp Heynckes sebenarnya menerapkan strategi yang tepat.

Munchen mampu memberikan pressing yang ketat dan tidak membiarkan Madrid menguasai bola terlalu sering, terutama di babak kedua.

Terbukti Munchen tidak membiarkan Cristiano Ronaldo melepaskan satu pun shot on target ke gawang Munchen yang dikawal kiper Sven Ulreich.

Tapi seiring dengan berjalannya pertandingan, terlihat Munchen tidak beruntung ketika melawan Madrid.

Dimulai dari Munchen kehilangan Arjen Robben pada menit kedelapan karena cedera, kemudian Jerome Boateng pada menit ketigs puluh empat  juga karena cedera.

Terlepas dari gol Marcelo pada menit keempat puluh empat dan peluang Karim Benzema di babak kedua, Madrid tidak pernah benar-benar mengancam lini pertahanan Munchen.

Gol kedua Los Blancos yang dicetak Marco Asensio pun terjadi karena blunder Rafinha.

Dewi Fortuna memang sedang tidak memihak kepada Munchen.

Kecuali melakukan blunder yang berujung gol Asensio, Rafinha yang bermain sebagai bek kiri tidak pernah benar-benar berada dalam ancaman serangan Madrid.

Keberuntungan Madrid juga terlihat dari kegagalan Munchen mengkonversi peluang emas untuk mencetak gol.

Di babak pertama, Franck Ribery gagal mengkontrol bola dengan baik ketika berhadapan dengan kiper Keylor Navas. Di babak kedua Ribery juga punya dua tendangan yang diblok Navas.

Thomas Mueller punya peluang emas untuk mencetak gol penyeimbang pada menit keenam puluh delapan

Tapi, entah kenapa tendangan kaki kirinya tidak mengenai bola. Padahal Mueller tinggal berjarak setengah meter dengan garis gawang Madrid.

Puncak keberuntungan Madrid datang pada menit kedelapan puluh delapan ketika bomber Munchen Robert Lewandowski tinggal berhadapan dengan Navas usai menerima umpan terobosan Corentin Tolisso.

Bola yang ditendang Lewandowski menyamping di sisi kiri gawang Madrid. Para penonton sempat mengira bola berhasil ditepis Navas.

Namun, wasit memberi sinyal tendangan gawang untuk Madrid. Dalam tayangan ulang Lewandowski terlihat menendang bola tidak tepat sasaran.

Sebuah insiden yang mengejutkan, mengingat pemain asal Polandia itu sudah mencetak tiga puluh sembilan gol musim ini.

Keberuntungan memang bukan hal tabu dalam sepak bola, dan tidak jarang tim juara selalu dekat dengan Dewi Fortuna. Itulah yang dialami Madrid ketika mengalahkan Munchen.

Sementara itu pPelatih Real Madrid Zinedine Zidane tida memuji Ronaldo pada laga ini.

Ia justru memuji

Zidane punya alasan  tidak memuji penampilan Cristiano Ronaldo yang tampil kurang memuaskan

Penyerang aasal Spanyol itu untuk kali pertama gagal menciptakan tembakan mengarah ke gawang dari tiga puluh sembilan laga musim ini.

Bintang internasional Portugal itu sebenarnya sukses menceploskan bola ke gawang Munchen  Namun, aksinya tak masuk hitungan lantaran gol tersebut dianulir wasit.

Los Blancos sempat tertinggal oleh gol Joshua Kimmich, namun berhasil membalikkan keadaan lewat dua gol yang dilesakkan Marcelo dan Marco Asensio.

Selepas pertandingan Zidane pun tak segan untuk memuji Asensio yang jadi pembeda pada laga ini.

“Sangat disayangkan kami harus kehilangan Isco dan Dani Carvajal (karena cedera), tapi Marco Asensio masuk dan membuat perbedaan,” sambung pelatih asal Perancis tersebut.

Asensio baru dimasukkan pada di menit ke-46 untuk menggantikan Isco. Kehadiran Asensio menjadi angin segar bagi lini serang Madrid yang kesulitan menembus pertahanan rapat Di Roten.

Gelandang  itu berhasil mencetak gol  usai memanfaatkan kesalahan Rafinha. Ini menjadi torehan gol ketiga Asensio sebagai pemain pengganti Madrid di fase gugur Liga Champions.

Asensio juga menjadi pembeda ketika diturunkan sebagai pemain pengganti di Liga Champions musim lalu. Pemain internasional Spanyol itu sukses mencetak gol ke gawang Bayern Munchen  dan Juventus

Komentar