Real Madrid Sedang Mengalami “Sakit”

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 5 Desember 2015 | 10:26 WIB

Dibaca: 0 kali

Real Madrid menantang otoritas La Liga dengan mengajukan banding atas diskualifikasi mereka dari Copa del Rey atau Piala Raja akibat kesalahan memainkan Denis Cheryshev yang masih dalam status hukuman satu laga

Madrid sebelum hukuman itu dijatuhkan mengaku tidak mendapat informasi yang memadai dari Federasi Sepakbola Spanyol tentang hukuman terhadap Cheryshev

“Real Madrid terlambat menerima resolusi hakim kompetisi dan Federasi Sepakbola Spanyol tidak mengingatkan Cheryshev secara personal akan suspensinya, yang notabene baru bisa mengaktifkan suspensi itu.”

“Real Madrid merasa disalahkan dalam argumen mereka dan akan mengambil langkah yang seharusnya dengan keyakinan keputusan akhir akan menguntungkan klub,” tandasnya.

Klub sekarang punya kesempatan untuk melakukan banding pada Komite Kompetisi RFEF. Kalau banding itu tidak sukses, Florentino Perez bakal membawa masalah ini ke Pengadilan Tinggi Olahraga.

Cheryshev sempat bermain dan mencetak satu gol saat Madrid melawan Cadiz.

Setelah pertandingan, pihak Cadiz langsung mengajukan protes dan meminta Madrid dicoret. Tuntutan tersebut dipenuhi oleh Rubio.

Rubio sekaligus menolak dua pembelaan dari kubu Madrid. Los Blancos sempat berkilah belum menerima konfirmasi resmi terkait skors pemain sayap asal Rusia tersebut.

Seperti dikutip dari Marca, sehari sebelumnya, Hakim Komisi FA Francisco Rubio Sanchez, memutuskan mendiskualifikasi Real Madrid setelah Los Blancos memainkan Denis Cheryshev dalam pertandingan melawan Cadiz, Rabu lalu, di stadion Ramonde Carranza.

Denis Cheryshev masih dalam hukuman akumulasi kartu satu pertandingan Piala Raja.

Florentino Perez, sebelumnya menegaskan akan melawan sanksi apapun yang ditujukan terhadap timnya.

Perez merasa klub dan pemain tidak bersalah karena sebelumnya tak mendapat informasi tentang sanksi akumulasi kartu yang diterima Cheryshev.

“Larangan bertanding dalam satu pertandingan untuk tiga kartu kuning dalam pandangan kami tidak efektif karena tidak ada seorangpun yang memberitahu pemain seperti yang ditentukan dari kode disiplin RFEF,” katanya seperti yang dikutip dari The Guardian

Dilaporkan AS, tim pengacara Madrid tengah berada di markas RFEF di Las Rozas untuk mengumpulkan bukti pendukung sehingga Madrid lolos dari hukuman diskualifikasi.

Tentang kesialan Madrid ini Emilio Butragueno, petinggi klub, mengakui Los Blancos, sedang menjalani hari-hari yang tidak menyenangkan.

Klub saat ini di ambang ancaman tersingkir dari Copa del Rey setelah memasang pemain yang berstatus suspensi saat bentrok dengan Cadiz pada Rabu lalu.

Denis Cheryshev, yang melalui periode peminjaman di Villarreal musim lalu, mengantungi tiga kartu kuning di Piala Spanyol pada musim lalu. Sebab alasan inilah, dia lantas diharuskan menjalani sanksi larangan bertanding satu laga pada musim yang baru di kompetisi yang sama.

“Saya tidak menerima pemberitahuan apa pun dari Villarreal, menginformasikan ke saya bahwa saya telah dihukum untuk pertandingan di Copa del Rey,” ujar Cheryshev di laman resmi klub.

“Pekan ini berjalan dengan tidak mudah, dan malam ini semakin kacau,” tukas direktur hubungan internasional Butragueno.

“Dari sisi kami, tidak ada niatan buruk. Karena seluruh dunia tahu. Akan tetapi ada kesalahpahaman karena kami tidak menerima pemberitahuan,” jelasnya, soal status ilegal Cheryshev.

Sebuah fax – yang semestinya telah dikirim ke semua klub – dengan cepat beredar di Twitter, di mana dengan jelas mengungkapkan bahwa nama Cheryshev mestinya berada di antara mereka yang terkena skorsing untuk musim yang baru.

Dan ironisnya, ini bukan pertama kalinya Madrid memiliki problem terkait mesin fax. Seperti diketahui, mereka harus melalui malam yang memalukan beberapa bulan lalu ketika gagal menuntaskan transfer David de Gea dari Manchester United.

De Gea telah menjadi target mereka selama berbulan-bulan. Mereka punya banyak waktu untuk menyegel tanda tangan si pemain. Namun pada akhirnya takdir berkata lain.

Tidak hanya itu. Masih ada isu lain yang tidak kalah panasnya menyerang Madrid. Jika Cheryshev tertangkap bermain sebagai “penyelundup” di laga Cadiz, Karim Benzema muncul di televisi Prancis untuk membela diri.

Striker Prancis ini ditangkap atas skandal rekaman video asusila yang melibatkan Mathieu Valbuena dan belum lama ini dia didakwa telah membuat persekongkolan untuk memeras rekan setimnya di timnas Prancis tersebut.

Di lapangan, banyaknya pemain cedera juga menimbulkan citra yang buruk bagi staf medis tim. Menurunnya performa Madrid salah satunya diyakini bersumber dari persoalan satu ini.

Belum lagi, tiada hari berlalu tanpa kabar perpecahan di ruang ganti Madrid, yang melibatkan antara Benitez dan beberapa pemainnya. Sergio Ramos dan James Rodriguez diketahui “berperang dingin” dengan pelatih mereka itu.

Tak ketinggalan, konflik internal ini juga melibatkan sang megabintang Cristiano Ronaldo. Pemain Portugal ini mengaku tidak senang dengan metode kepelatihan Benitez.

Ramos mempertanyakan substitusi yang dilakukan mantan bos Liverpool itu setelah laga derby Madrid, sementara James mencoba membungkam kritik terkait performanya belakangan ini usai melakoni laga teranyar dengan Kolombia.

“Itu penampilan gemilang bagi Kolombia buat mereka yang mengatakan saya tidak fit,” tegas James. Ada pun kekesalan Ronaldo pada Benitez terus menyulut spekulasi hengkang dari Bernabeu.

Sangat sulit meredakan satu per satu masalah ini dan tidak mudah bagi Benitez sejak penunjukan dirinya menjadi pelatih untuk kembali membuat situasinya normal sedia kala.

Kekalahan dari Sevilla dan Barcelona – terutama tim yang disebut terakhir – memang memperparah keadaan.

Namun suasana bisa saja menjadi sedikit lebih kondusif bilamana dua partai itu berakhir kemenangan.

Pelantikan Benitez sendiri sebagai pelatih kepala menuai kontroversi. sebab para pemain dan fans mengungkapkan hasratnya agar klub tetap bersama Carlo Ancelotti. Dan di saat yang sama, klub dibanjiri hujatan atas cara mereka membuat sang ikon Iker Casillas angkat kaki dari Madrid.

Pertanyaannya: Jika bukan Benitez yang pantas disalahkan, lalu siapa?

Kepergian Casillas, pemecatan Ancelotti, kacau-balaunya transfer De Gea, banyaknya pemain cedera di bawah staf medis saat ini, kekisruhan antara para pemain dan pelatih, kekalahan memalukan di El Clasico, potensi tereliminasi dari Copa del Rey… lalu apa lagi?

Menyalahkan satu orang atas rentetan problematika ini memang jelas tidak bijaksana, sebab semua masalah berakar dari dalam tubuh klub itu sendiri.

Presiden Cadiz Manuel Vizcaino menyatakan tidak terima dengan usaha ilegal Madrid dengan memainkan Cheryshev pada Rabu lalu. Mereka akan melayangkan keluhan resmi.

Inilah serangkaian masalah besar di tubuh El Real. Dalam jangka yang panjang, jika tidak dibenahi satu demi satu, masalah akan semakin berkembang dan membesar.

Komentar