Real Madrid dalam Ancaman “Bangkrut”

Penulis: Darmansyah

Senin, 22 September 2014 | 15:06 WIB

Dibaca: 9 kali

Di tengah rencana besarnya membangun stadion baru, hasil kerja sama dengan Pemerintah Abu Dhabi, dengan nama “Abu Dhabi Santiago Barnebeu,” Real Madrid, seperti diberitakan surrat kabar terkenal Spanyol, “MARCA,” tengah dibelit utang yang teramat besar.

Dan Presiden Los Blancos, Florentino Perez, membenarkan kalau Madrid memang punya utang, namun besarnya tidak seperti yang dikabarkan. Utang Madrid, kata “MARCA, berasal dari belanja pemain yang besar-besaran dalam dua musim terakhi.

Ditulis “MARCA, dari berbagai rumor yang beredar, utang Madrid kini menggunung. Jumlahnya sekitar 602 juta euro atau setara dengan sembilan koma dua triliun rupiah.

Dengan gaji besar personelnya, dan pembelian mahal seperti James Rodriguez dan Gareth Bale dalam dua musim terakhir, kas Madrid memang terkuras. Tapi, patut dicermati juga kalau Madrid masih menjual pemain-pemain seperti Mesut Oezil dan Angel Di Maria dengan harga tinggi.

Madrid juga masih mendapatkan pemasukan dari penjualan merchandise di seluruh dunia. Nama-nama besar yang menghuni skuat mereka memungkinkan mereka untuk melakukan ini.

Oleh karenanya, meski mengakui Madrid memiliki utang, Perez berani membantah bahwa utang Madrid menggunung sampai ratusan juta euro.

“Utang Real Madrid bukan 602 juta euro, tapi 72 juta euro dan kami sedang menguranginya secara bertahap. Kami adalah panutan untuk seluruh dunia,” ucap Perez seperti dilansir “Marca.”

Perez juga dengan bangga mengungkapkan, setelah menjuarai Liga Champions musim kemarin, Madrid memberi bonus besar kepada setiap pemainnya. Sudah demikian, Madrid pun tetap masih untung ketika itu.

“Jika kami gagal menjuarai Liga Champions, kami tidak perlu membayar 70 juta euro Tapi, kami senang bisa membayar bonus berjuta-juta euro. Bahkan, meski demikian, kami masih untung 48 juta euro ,” kata Perez.

Di samping dikabarkan terlilit utang, Real Madrid hampir merampungkan pembicaraan sponsorship baru dengan sebuah perusahaan asal Abu Dhabi. El Real disebutkan akan dapat uang dalam jumlah luar biasa besar, dan sebagai gantinya mengubah nama stadion Santiago Bernabeu.

Belum ada kepastian apakah nama baru apa yang akan dipakai Madrid saat deal denganInternational Petroleum Investment Company tercapai. Beberapa opsi nama yang sudah muncul adalah Santiago Bernabeu Abu Dhabi atau Abu Dhabi Bernabeu.

Siapakah IPIC? Sesuai namanya, IPIC adalah perusahaan yang bergerak di bidang energi dan beberapa sektor lain yang terkait dengan hal tersebut. Perusahaan itu didirikan oleh pemerintah Abu Dhabi dan kini seratus persen dimiliki oleh keluarga kerajaan negara teluk itu.

Berapa nilai kesepakatan yang akan ditandatangani kedua pihak sehingga IPIC bisa meminta El Real mengubah nama stadion keramat mereka? Marca menyebut angka sebesar 450 sampai 500 juta euro untuk kurun waktu 20 tahun. Itu artinya Madrid akan mendapat sekitar Rp 345 miliar per musim.

Disebutkan kalau dalam beberapa tahun terakhir Madrid memang tengah mencari sponsor besar dan sebagai gantinya mereka rela mengubah nama Santiago Bernabeu. Uang besar yang nantinya diterima akan digunakan untuk melakukan perombakan pada stadion yang pertama kali dipakai pada 1947 itu.

Namun upaya perubahan nama stadion itu diyakini tidak akan berjalan mulus karena banyak suporter yang kabarnya tidak setuju. Selain itu El Real juga masih harus mendapat izin dari Plataforma Civica de Vecinos del Bernabeu, semacam dinas kota di Madrid.

Perubahan nama stadion terkait kesepakatan dengan sponsor sudah umum terjadi di dunia olahraga. Di Inggris Bolton Wanderers memakai nama Reebok Stadium, sementara Arsenal menggunakan Emirates Stadium dan Manchester City dengan Etihad Stadium-nya.

Komentar