Ramos : “Saya Akan Pergi Dari Madrid”

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 30 November 2013 | 09:43 WIB

Dibaca: 0 kali

“Sergio Ramos boleh pergi, tapi bayar Madrid satu triliun lebih.” Itu yang ditegaskan Florentino Perez, penguasa “El Real,” kepada “Football Espana,” terhadap gertakan “free back” tim Santiago Barnebau yang akan hengkang dari “Los Blancos” setelah pertengkaran hebat terhadap di antara keduanya pekan lalu.

Ramos di “hujat” Florentino Perez karena “keangkeran”nya dalam mengganjal pemain lain, yang berujung pada kartu merah yang datang silih berganti terhadapnya. Pertengahan pekan ini, ketika Madrid menjamu Galatasaray di Barnebeu, Sergio Romas diusir lagi oleh wasit karena kekasarannya menjatuhkan lawan.

Real Madrid, seperti diungkapkan Perez, tak mau lagi menahan Sergio Ramos jika ada klub yang berminat membelinya. Untuk transfer ini, Madrid telah mematok harga senilai 65 juta euro atau setara dengan Rp 1,047 triliun.

Media lainnya, stasiun radio Cadena SER membenarkan Perez telah memasang harga bagi Ramos setelah keduanya terlibat dalam percakapan pekan ini. Ramos dilaporkan meminta kontrak baru di Santiago Bernabeu, tetapi manajemen Los Merengues belum bersedia membuatnya, bahkan mempersilakan sang pemain pergi dengan catatan klub peminat harus membayar kompensasi.

Jurnalis Jose Ramon de la Morena mengatakan kepada program “Larguero” bahwa Ramos bertanya kepada presiden. “Bolehkah saya pergi jika saya memberikan penghasilan 65 juta euro?” “Anda bisa pergi ke mana engkau inginkan,” jawab Perez.

Ketika Ramos bertanya lagi jika perpindahan tersebut termasuk ke rival abadi Madrid, Barcelona, Perez kembali menjawab: “Ya, Barca juga.”

Program “Larguero” di salah satu media Spanyol, yang memiliki “rating” paling tinggi, menjelaskan dengan terang benderang perang Ramos-Perez dengan ancaman ia akan pergi ke klub manapun, termasuk “menyeberang” ke seteru abadi mereka, Barcelona. .

Perseteruan keduanya disinyalir akibat Ramos dianggap merugikan tim ketika diusir wasit pada fixture kelima Grup B Liga Champions kontra Galatasaray, kendati El Real tetap menang 4-1 atas wakil Turki tersebut.

Selain dengan Perez, Ramos juga berdebat panas dengan pelatih Madrid, Carlo Ancelotti. Beda dengan Perez, sang pelatih tak mau pertengkaran itu menjadi milik media dan membantah ada masalah i dengan Ramos.

Bahkan Ancelotti akan tetap memainkannya saat menjamu Real Valladolid di jornada ke-15 La Liga, Minggu dini hari WIB.

“Saya tak punya masalah dengan Sergio, begitupun dia dengan saya. Setelah pertandingan (vs Galatasaray) saya hanya bilang padanya untuk lebih teliti menjaga barisan belakang. Hanya pembicaraan soal taktik,” timpal Ancelotti, sebagaimana disitat Football-Espana, Sabtu, 30 November 2013.

“Kartu merah Ramos hanya sebuah kesalahan di lapangan bukan hal yang aneh. Tapi tetap penting untuk memahami mengapa dia membuat kesalahan. Sergio pemain penting untuk tim ini. Tak ada masalah sama sekali. Besok dia akan bermain dan tampil dengan baik,” tandasnya.

Ancelotti tak sependapat dengan Pérez dan mengaku masih butuh sosok Ramos di barisan pertahanan Madrid. Lagi pula, Ancelotti mengklaim tak ada pesan tersirat yang dari Pérez terkait isu Ramos itu setelah Ancelotti bicara secara pribadi dengan sang Suprema.

“Saya sudah bicara banyak dengan Presiden dan dia tak pernah bilang pada saya tentang Ramos yang akan meninggalkan klub. Semua orang tahu betapa pentingnya Ramos. Saya memang tak tahu hubungan mereka, tapi yang saya tahu, Presiden punya hubungan yang sangat baik dengan semua pemain,” tutur Ancelotti.

“Apakah saya akan membolehkan Ramos pergi? Tidak, tidak, tidak. Karena dia salah satu bek tengah paling tangguh di dunia dan kami butuh dia bertahan,” sambungnya, sebagaimana diwartakan Football-Espana..

Memang personel Madrid khusunya untuk posisi bek tengah masih terbilang cukup – andai Ramos pergi. Namun diakui Ancelotti, Ramos masih sangat dibutuhkan lantaran kaya pengalaman, layaknya Pepe Ferreira. Eksistensi mereka penting guna diteladani para bek muda Los Merengues.

“Bek sentral lain di tim sudah sangat bagus. Pepe punya pengalaman, sementara yang lain masih muda. Demi para pemain muda ini, kami butuh pemain berpengalaman macam Ramos dan Pepe,” tambah eks-pembesut Juventus, AC Milan, Chelsea dan Paris Saint-Germain itu.

“Saya senang dengan cara kami bermain, dengan atmosfernya dan melihat para pemain termotivasi. Kami tak punya masalah dengan siapapun. Mereka semua mengerti ketika saya ambil keputusan. Penting untuk terus seperti ini karena kami tengah tampil baik. Jika mungkin, kami ingin terus berkembang,” tandas Ancelotti.

Komentar