“Rabu Hitam” di Old Trafford

Penulis: Darmansyah

Kamis, 5 Desember 2013 | 07:04 WIB

Dibaca: 0 kali

“Rabu Hitam” menyertai Manchester United di Old Trafford, usai “The Toffess” Everton mengakhiri “puasa” kemenangan dalam duapuluh kali lawatannya ke “Dream Teatre” itu, Kamis, 05 Desember 2013, dinihari WIB, di lanjutan laga Premier League, pertengahan pekan.

Kemenangan 1-0 Everton ini makin menyengsarakan “Iblis Merah” itu untuk mempertahan gelar juara liga, sekaligus mencampakkannya ke papan tengah klasemen dengan makin menjauh dari Arsenal dan Chelsea.

Yang menyakitkan lagi, ini juga merupakan laga pertama David Moyes menghadapi mantan tim asuhannya. Dan Moyes pun harus menerima kekalahan setelah Bryan Oviedo menjebol gawang David de Gea pada menit ke-86.

Hasil ini membuat MU kian sulit merangkak ke papan atas klasemen sementara karena terpaku di urutan ke-10 dengan koleksi 22 poin. Sementarai Everton, dari hasil tiga poin di Old Trafford ini terus memelihara asa bersaing di papan atas dengan koleksi 27 poin, sama dengan yang dikumpulkan Liverpool yang menempati posisi keempat.

Meski sempat yakin bisa meraih hasil positif karena tren MU yang tak terkalahkan dalam 12 pertandingan di semua kompetisi sejak dipermalukan West Bromwich Albion 1-2 di Old Trafford pada September lalu, tetapi dia harus tertunduk lesu dengan kegagalan ini.

Sebaliknya, bagi Roberto Martinez, ini menjadi kado yang sangat indah. Pengganti Moyes ini tidak cuma mempersembahkan tiga poin untuk mempertahankan Everton di posisi kelima, tetapi dia pun mengakhiri penantian The Toffees untuk menang di markas MU karena sejak menaklukkan Setan Merah 3-0 pada Agustus 1992, Everton tak pernah lagi meraih hasil positif.

Laga yang juga disaksikan mantan pelatih MU Sir Alex Ferguson dari tribune kehormatan. Dan sang legenda sempat tertunduk ketika pertandingan usai dan MU kalah.

Laga kedua tini berjalan dengan tempo tinggi karena keduanya melakukan serangan secara bergantian. Penampilan gemilang penjaga gawang masing-masing tim membuat tak ada gol yang tercipta pada babak pertama.

Everton yang tampil dengan mayoritas pemain utama menguasai jalannya permainan di 10 menit pertama. Pertandingan baru berjalan lima menit, Romelu Lukaku sudah mendapatkan peluang. Namun, tendangan pemain asal Belgia itu dari luar kotak penalti masih menyamping.

Peluang tim tamu berikutnya diciptakan oleh Kevin Mirallas di menit kesembilan. Namun, tendangannya dari luar kotak penalti masih bisa ditepis oleh David De Gea.

Selepas 10 menit, United mulai mampu menemukan ritme. Marouane Fellaini yang dipasang sebagai gelandang tengah beberapa kali melakukan intersep dari pemain-pemain Everton.

Wayne Rooney sempat mendapatkan peluang lewat tendangan kaki kanannya dari luar kotak penalti. Bola sempat membentur kaki Sylvain Distin sebelum akhirnya mengenai tiang gawang dan ditangkap oleh kiper Tim Howard.

Tak lama setelahnya, pada menit ke-22, giliran Shinji Kagawa yang mendapatkan peluang bagus. Kagawa melepaskan tendangan dari jarak dekat, namun masih bisa diblok oleh Howard.

Selanjutnya, giliran Ryan Giggs yang mendapatkan peluang. Gelandang berusia 40 tahun itu menyambut sebuah umpan silang dari sisi kanan dengan sundulan. Namun, sundulannya masih melenceng tipis.

Everton beberapa kali membalas lewat serangan balik dan menemukan banyak celah di pertahanan United. Tetapi, seringkali juga serangan mereka gagal diselesaikan dengan baik.

Lukaku sempat mendapatkan satu peluang lagi di babak pertama. Tetapi, tendangannya dari sisi kiri pertahanan United masih bisa diblok De Gea dengan kaki.

Everton akhirnya unggul pada menit ke-85 lewat sebuah serangan yang dibangun di sisi kiri pertahanan United. Lukaku melepaskan umpan ke arah tiang jauh dan disambar oleh Bryan Oviedo yang tidak terkawal oleh para pemain tuan rumah. 1-0 untuk The Toffees.

Gol tersebut pun jadi satu-satunya gol dalam pertandingan ini.

Komentar