Puja Puji untuk Di Maria di Premier League

Penulis: Darmansyah

Rabu, 8 Oktober 2014 | 11:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Pemain transfer Manchester United, Angel Di Maria, menuai pujian dari berbagai komunitas sepakbola global karena penampilannya yang cemerlang dalam lima laga terakhir bersama “Setan Merah.” Di Maria, yang dibeli mahal United dari Real Madrid, telah mencatatkan tiga gol dan empat assist kala membela klub Old Trafford itu.

Ia juga diberikan pujian karena mampu beradaptasi dengan cepat di tim dan juga laga Premier League yang sangat keras dan impresif.

Bekas bek ‘Setan Merah’ dan tim nasional Argentina Gabriel Heinze tak ragu menyebut Di Maria sebagai satu dari empat pemain terbaik dunia.

Sejak bergabung dengan MU di bursa transfer musim panas kemarin, Di Maria menjalani start yang benderang. Dari lima penampilan di Premier League, ia telah membukukan tiga gol dan tiga assist sebagaimana dilansir transfermarkt.

Heinze percaya Di Maria layak berada di posisi yang sama dengan pemain-pemain macam Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

“Semua yang saya bisa katakan soal Angel Di Maria tidaklah cukup. Bagi saya, dia adalah satu dari empat pemain terbaik dunia. Dia berada di level yang menakjubkan dan sekarang telah berada di sebuah klub luar biasa di mana mereka akan menjaganya dengan sangat baik dan dia akan tampil sangat apik,” katanya seperti dilansir soccerway.

Start cemerlang sejauh ini setidaknya menunjukkan bahwa Di Maria tak terlalu mengalami kendala dalam beradaptasi di Liga Inggris. Menurut Heinze, bergabung ke MU membuat segalanya lebih ringan untuknya.

“Saya tidak tahu apakah ada masalah bagi Di Maria untuk bermain di sebuah negara baru. Saya rasa semuanya butuh waktu terutama untuk Liga Inggris, Anda perlu beradaptasi. Tapi klub akan membantu Anda. Manchester United membuat segalanya lebih mudah untuk Anda,” demikian Heinze.

Selain Heinz, gelandang bertahan asal Belanda daley Blind, dengan kalem kepada “sky spor” mengungkapkan Angel Di Maria mengingatkannya akan Arjen Robben, yang bermain di Bayern Muenchen.

“Ia cukup mirip dengan Robben, tetapi mereka punya kapasitas berbeda dan berbuat banyak dengan kemampuan mereka,” ujar Bind.

“Di Maria luar biasa. Ia pemain yang hebat. Ia bisa mencetak gol, mencetak assist, dan menguasai bola dengan sangat baik. Menurutku, aku sangat gembira memilikinya di tim kami. Ia sangat penting bagi kami. Kami harus bermain bersama, sebagai tim, setiap orang yang bermain harus saling mendukung,” tambahnya.

Sementara itu Angel Di Maria dan bek MU Marcos Rojo, seperti ditulis “Daily Mail,” Rabu 08 Oktober 2014, dikabarkan sedang intens mengikuti kursus bahasa Inggris. Di luar kelas, mereka pun diminta nonton opera sabun agar segera lancar cas-cis-cus dengan bahasa setempat.

Mengingat latar belakang keduanya yang memiliki bahasa Spanyol dan Portugal, Manajer MU Louis van Gaal menyediakan kelas kursus bahasa Inggris agar para mereka bisa segera lancar berkomunikasi dengan rekan-rekan setim.

Selama tiga kali sepekan, Di Maria dan Rojo pun disebutkan sudah mengikuti kelas bahasanya dengan tekun. Selain itu mereka juga diminta untuk sering-sering mendengar radio dan nonton TV berbahasa Inggris–secara khusus opera sabun.

“Keduanya menekuni pelajaran dengan baik dan bekerja keras. Mereka adalah profesional yang berkomitmen yang ingin dengan cepat belajar bahasa sehingga bisa segera klop dengan rekan-rekan setimnya dan berkomunikasi dengan para suporter,” ungkap seorang sumber kepada “Daily Star”.

“Mereka sudah diminta untuk membenamkan diri sepenuhnya dalam bahasa setempat karena itu akan membuat adaptasi mereka berjalan lebih mudah. Marcos dan Angel sudah diminta banyak menonton program TV opera sabun karena acara semacam itu bagus untuk mendapatkan percakapan bahasa Inggris yang tidak text book.

“Tak lama lagi mereka akan mampu memesan (daging babi asap) bacon barms seperti Mancunian sepatutnya,” beber sumber tersebut.

Secara khusus ada satu opera sabun yang disebut jadi rujukan, yakni Coronation Street, atau biasa disebut Corrie, yang sudah tayang sejak Desember 1960 silam dan kini telah berjalan sampai 8.000-an episode. “Para pemain sudah diberitahu bahwa kuncinya adalah mendengarkan orang lain sebisa mungkin dan Corrie adalah cara yang tepat untuk melakukannya.”

Kiper MU asal Spanyol, David De Gea, sebelum ini juga sudah memperlihatkan kefasihannya bercuap-cuap dengan bahasa Inggris ketika diwawancarai usai tampil impresif lawan Everton akhir pekan lalu. Dengan pede, saat itu ia tak lagi menggunakan penterjemah.

Komentar