Pro Kontra Keberadaan Van Gaal di MU

Penulis: Darmansyah

Kamis, 26 Februari 2015 | 07:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Keberadaan Louis van Gaal sebagai pelatih di Manchester United menimbulkan pro kontra di antara pengamat, pengurus klub dan bekas pemain.

Tidak hanya kehebatannya sebagai pelatih, van Gaal juga dituduh “bodoh” dan “bajingan kotor” dari sampah di Premier League.

Gary Neville, yang semula tajam mengritik kehadiran van Gaal di MU, kini balik badan dan berharap Manchester United tidak membuat tindakan gegabah terkait posisi Louis van Gaal sebagai manajer.

Ia ingin van Gaal tetap menangani Wayne Rooney dan kawan-kawan meski gagal finis di empat besar nantinya.

Saat ini MU berada di posisi keempat besar klasemen Liga Premier Inggris.

Namun mereka hanya berselisih satu poin dengan Southampton yang ada di peringkat kelima.

MU sedang memasuki masa krusial jelang berakhirnya kompetisi Liga Premier Inggris.

Maklum mereka terancam tak bisa ikut ke Liga Champions musim depan karena poin persaingan ketat memperebutkan posisi empat besar.

Posisinya sekarang sangat tidak aman.

Pasalnya, peringkat ketiga hingga ketujuh klasemen hanya berselisih empat poin. MU sendiri ditempel ketat Soton, Liverpool, dan Tottenham yang masing-masing terpaut satu, dua, dan tiga angka.

MU pun terancam gagal ke Liga Champions atau kompetisi Eropa seperti musim lalu. Ketika mereka hanya finis di peringkat ketujuh klasemen.

“Van Gaal tak boleh dipecat jika MU tak lolos ke Liga Champions. Meskipun bagi saya ini merupakan kegagalan besar,” ujar Neville seperti dilansir “Mirror.”

“Anda tidak bisa merekrut manajer dalam waktu setahun, lalu memecatnya lagi. Harus ada kesinambungan di klub ini.”

Meski demikian Neville yakin mantan klubnya mampu mewujudkan target musim ini. Terlebih van Gaal punya pengalaman menangani klub besar.

“Maret adalah periode yang paling penting. Tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan permainan di lapangan.”

Selain adanya dukungan terhadap van Gaal nada kritikan juga berdatangan terhadap dirinya.
Kali ini, legenda sepak bola Belanda, Ruud Gullit menyebut Van Gaal telah melakukan kesalahan bodoh.

Gullit yang menjadi legenda di Ayax dan AC Milan serta tim nasional Belanda, mengaku heran dengan keputusan Van Gaal yang tidak mendatangkan bek tengah sepanjang bursa transfer pemain.
Hal itu membuat Gullit sedikit geregetan.

“Satu-satunya hal yang mengejutkan saya adalah Van Gaal tidak membeli bek tengah yang bagus. Padahal itu harus menjadi prioritasnya,” imbuh Gullit, seperti diberitakan “Manchester Evening News.”

Seperti diketahui, pada bursa transfer lalu, Van Gaal mendatangkan Marcos Rojo, Daley Blind, Luke Shaw, Radamel Falcao, Angel Di Maria dan Ander Hererra. Dari nama yang disebutkan tersebut, tidak ada pemain yang berposisi sebagai bek tengah murni.

Gullit juga menjelaskan kalau manajer hebat tersebut sangat menyukai ketangguhan bek Borussia Dortmund, Mats Hummels. Tapi Gullit heran Van Gaal tidak bisa mendapatkannya meski punya kesempatan emas.

“Dia tergila-gila dengan Hummels dan ingin membelinya. Dia harusnya membeli pemain bertahan yang bagus karena lini belakang adalah titik lemah MU,” ujar Gullit dengan nada jengkel.

MU memang sudah lama dikaitkan dengan Hummels. Bahkan, kedua belah pihak dikabarkan sudah mencapai kata sepakat, tapi isu itu tidak pernah benar terjadi.

Menurut Transfermarkt, nilai jual bek asal Jerman tersebut sebesar tiga puluh satu juta pound, atau senilai dengan enam ratus empat belas miliar rupiah.

Manajer Southampton, Ronald Koeman, membeberkan kebiasaan buruk Louis van Gaal saat menangani sebuah tim. Koeman menyebut Van Gaal sebagai manajer yang suka cari ribut dengan para pemainnya.

Sebagai mantan asisten Van Gaal di Barcelona pada 1998 hingga 2000, tentunya Koeman sangat hafal dengan karakter Si Tulip Besi.

“Ketika kalian membawa Van Gaal ke rumah, kalian telah membawa kualitas. Tapi, pasti dia merasa yang paling pintar di sana dan akan membuat kegaduhan,” kata Koeman seperti dilansir Mirror.

Koeman mengakui, Van Gaal merupakan salah satu sosok penting dalam hidupnya. Lewat Van Gaal, Koeman banyak belajar menjadi seorang manajer yang baik.

Meski begitu, Koeman menegaskan tak ingin meniru gaya kepelatihan mantan pelatih timnas Belanda tersebut. Pria yang dikenal sebagai pemilik tendangan geledek ini menilai gaya melatih Van Gaal sama sekali tak bagus.

“Saya memimpin tim dengan cara yang berbeda darinya. Saya tak mau membuat pemain takut seperti Van Gaal. Memberikan beban tinggi ke pemain itu tak baik,” tutur Koeman.

Nada kritik disertai keberangan terhadap van Gaal juga datang dari Direktur Swansea City John van Zweden yang menyebut Louis van Gaal sebagai orang yang sombong.

Ia menilai manajer Manchester United itu terlalu meremehkan timnya.

Sebelum bertemu dengan The Swans, pria asal Belanda itu mengatakan kalau Setan Merah merupakan klub terbaik. Setelah mereka hanya menelan satu kali kekalahan dalam sembilan belas pertandingan terakhirnya.

“Yang terhormat Louis van Gaal. Tidurlah yang nyenyak dengan enam poin dan sepasang gol balasan.
@SwansOfficial @ManUtd 2-1 lagi!!! #easy,” tulis Van Zweden melalui akun Twitter pribadi miliknya @johnvanzweden.

Bahkan seperti yang dikutip dari “The Mirror,” petinggi Swansea itu menyebut Van Gaal orang arogan.”Ya, dan saya menemukan dia seorang bajingan yang arogan,” ucapnya dengan nada tinggi.

Kemenangan yang diterima anak asuh Garry Monk ini membuat mereka sepanjang musim ini selau mengalahkan Setan Merah.

Sebelumnya, pada Agustus lalu The Swans juga mengalahkan MU di Stadion Old Trafford.

Komentar