Premier League di Musim Yang Aneh

Penulis: Darmansyah

Kamis, 19 Desember 2013 | 15:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Premier League, musim ini, 2013-2014, seperti dikatakan Jose Mourinho, pelatih Chelsea, aneh. Sulit diprediksi, dan menjungkirbalikkan semua analisa semua pengamat. “Saya sendiri tidak tahu harus mengatakan apa tentang persaingan itu,” katanya kepada “Skysprts” yang mereportase Liga Inggris menjelang berakhirnya laga-laga putaran pertama.

Menurut Mou, dengan nada bingung, ia tidak tahu bagaimana jungkir-baliknya semua prediksi. Tim-tim elite kini seperti mengejar asa. “Coba tanyakan dengan Arsena Wenger, David Moyes, Pllegrini atau Berndan Rodgson. Semuanya akan memberi jawaban seperti saya,” ujarnya kepada “Skysports.”

Moyes dua hari lalu, setelah Andree Villas-Boas dipecat dari Tottenhamp Spur, kepada “Daily Mail,” secara bergurau mengatakan, “Sebenarnya nasib saya seperti AVB- nama sapaan Villas-Boas. Tapi karena mereka di Old Trafford tahu ini musim ‘gila’ saya bisa selamat.”

Bahkan Arsene Wenger yang didatangi oleh “Skysports,” dengan memonyongkan mulut serta mencibir bibirnya, berujar,”Ya benar. Musim aneh. Kami bisa memang di laga tandang. Tapi bisa juga terkubur di kandang.

Soal persaingan Liga Inggris musim ini, bek The Toffees Phil Jagielka pun memberikan komentarnya.

“Liga berjalan sedikit aneh tahun ini. Ada banyak tim mengalahkan tim lain dengan skor yang gila, tapi buat kami semuanya mengenai apa yang kami lakukan,” kata Jagielka di Sports Mole.

“Di saat ini kami berada di dalam performa yang bagus dan kami dan kami mempunyai beberapa pertandingan yang benar-benar penting terutama di kandang saat periode sibuk,” imbuhnya.

Everton berhadapan dengan Swansea City di laga lanjutan Liga Inggris akhir pekan ini. Laga keduan tim akan berlangsung di Liberty Stadium, Minggu, 22 Desember 2013..

Everton dan Newcastle United mampu menyodok usai berturut-turut menempati posisi lima dan enam klasemen Liga Inggris.

Banyak kejutan terjadi hingga Liga Inggris musim ini berjalan sebanyak enam belas pekan. Kejutan-kejutan itu lantas dinilai membuat Premier League 2013/2014 sedikit aneh.

Kekalahan Arsenal dengan skor 3-6 dari Manchester City dalam laga lanjutan Liga Inggris, lalu menjadi salah satu contohnya.

Sehari setelahnya, Liverpool mampu mencukur Tottenham Hotspur lima gol tanpa balas saat melakukan lawatan ke White Hart Lane.

Hal itu masih ditambah dengan fakta bahwa Manchester United yang masih belum mampu tampil apik. Mereka pun baru mengumpulkan 25 poin, tertinggal 10 poin dari Arsenal di puncak klasemen, hingga harus puas di posisi delapan.

Everton bak suaka untuk para pemain yang tak mendapatkan kesempatan tampil di klub asalnya. Dan Skysports” sedikit bercanda dalam laporannya mengataka, “Bergabunglah dengan The Toffees, niscaya kau akan bersinar.”

Sebagai tim yang tidak memiliki apa-apa, bahkan dengan tiga pemain pinjaman Romelu Lukaku, Gerard Deulofeu, dan Gareth Barry mereka tampil apik. Sama-sama butuh kesempatan main, dan tak ada di rencana timnya masing-masing musim ini, mereka akhirnya digaet oleh Roberto Martinez.

Lukaku dan Deulofeu jadi andalan di lini serang. Sedangkan Barry menjadi karang lini tengah Everton bersama dengan James McCarthy. Mereka jadi alasan mengapa Jamie Carragher, eks bek Liverpool yang kini jadi komentator, menyebut Everton telah melakukan bisnis yang bagus di bursa transfer.

Komentar