Pesta Old Trafford Untuk Gelar Premier League Ke-20 MU

Penulis: Darmansyah

Selasa, 23 April 2013 | 09:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Old Trafford larut dalam pesta kemenangan. Eric “King” Cantona berpelukan dengan Keane,  di VIP tribune barat, melambaikan tangan ke publik dan menyanyikan “save me song”  dengan suara lunak sembari mengatakan,”Hari ini milik kita.”

Dua “pengeran” yang pernah menorehkan kejayaan bagi “Si Iblis Merah” itu mendatangi  Sir Alex Ferguson, si arsitek Manchester United, ke pinggir lapangan sembari mengembang dua jari kirinya membuat angka 2 dan membulatkan telunjuk dan ibu jari kanannya untuk membentuk angka 0  sebagai isyarat pembulatan  angka 20. Angka, yang Selasa dinihari WIB itu ditorehkan untuk menggenapi gelar ke-20 kalinya skuad Old Trafford itu meraih Piala Premier League.

Bagi Cantona dan Keane, raihan trofi malam itu membuatnya meriang. Keduanya pernah mengantarkan Manchester United mengoleksi gelar Premier League, Piala FA dan Piala Champions. Tapi magis yang berlari di langit Old Trafford Senin Minggu malam itu bagi keduanya lebih dari sekadar gelar. Angka 20 bukan sebuah realitas dari keperkasaan klub paling terkenal itu tetapi juga mengendapkan mistis.

“Gelar malam ini lebih dahsyat dari semua perolehan yang kami dapatkan sebelumnya. Terima kasih Persie. Terima kasih Ronney. Dan salut untuk Gigg pada pengabdiannya yang sangat panjang bagi kejayaan Old Trafford. Dan kami tak mampu untuk merangkai kata atas kedahsayatan Fergie. Ia sebuab personifikasi dari keteladanan dari kepelatihan yang tulus,” kata Erik Cantona, pemain asal Perancis yang memilih MU untuk karir sepakbola hingga pensiun.

Manchester United,  yang masih menyisakan lima laga di Premier League, mendahului kompetisi ini dengan menjuarainya. Dalam pertandingan yang sangat emosional melawan klub di dasar klasemen Aston Villa, Selasa dinihari WIB di Old Trafford, Robin van Persie diusap keberuntungan sentuhan tangan “midas” untuk melesatkan  “hattrick” dari gol-gol indah.

Persie, yang dihari-hari terakhir menjadi “mainan” retorika Sir Alex sebagai starter, membuat kegembiraan bagi publik Old Trafford. Ketika gol penentunya untuk menyamakan angka dengan West Ham pekan lalu, mantan pemain Arsenal asal Belanda itu berlari kea rah Fergie, memeluknya dan melepaskan teriak kegembiraan sembari mengembang tangan sebagai isyarat terima kasih.

Selasa malam itu waktu Manchester ia juga melambai kea rah Alex dengan mengangkat tangan dan mengembangkan dua jari untuk membentuk huruf “V.” Sebuah huruf yang meringkas kata “victory.” Dan Alex membalasnya dengan dua “V” dari jari-jari tangan kanan dan kirinya.

“Emosional sekali,” komentar “Sky TV.” Dengan ‘repertoa” yang menjalarkan retorika yang sangat sentimental,  Steve Adam, sang reporternya mengatakan, tak pernah melihat Sir Alex membalas salam pemainnya secara “kekanak-kanakan.” Malam itu ia berjingkrak. Bergumam dan memberi salam kesemua penjuru Old Trafford.

Sebuah selebrasi yang sangat indah. Selebrasi dari perjalanan melelahkan bagi MU ketika diawal musim mereka berada di bawah baying-bayang klub sekotanya, Manchester City. Mereka baru merangkak menyalip City di ujung putaran pertama dan terus berada di posisi depan dengan “pressure” yang membuat “Si Iblis Merah” itu gonjang ganjing.

Baru di pertengahan putaran kedua klub Old Trafford itu mantap ketika City terkoyak di banyak laga. MU memang belum aman ketika angka merangkak satu digit. Dan ketika perolehan angka dengan “The Citiziens” melebar dua digit MU baru lega walaupun didera oleh pernyataan  pelatih dari Etihad, Roberto Mancini, mereka akan terus mengejar untuk mempertahankan gelas.

“Konsistensi,” petuah Sir Alex kepada pemainnya. “Jangan pernah membuang kata itu dari kepala kalian,” katanya setiap kali MU akan turun ke lapangan. Konsistensi ini pernah terpecah ketika MU harus berhadapan pada ambisinya untuk mengincer “trible winner.” Piala Champions, Piala FA dan Piala Premier League. Setelah dua pertama kandas dan perhatiannya tumpah pada Piala Premier League MU menemukan jalan lempang. Akhirnya, klub “Setan Merah” yang amat menakutkan itu kembali ke fitrahnya mengambil Piala Liga untuk kedua puluh kalinya.

Sebuah prestasi, yang dikatakan oleh “BBC Sport” sangat sulit untuk disamai oleh klub liga. “Mungkin Liverpool yang bisa menyamainya kelak. Itu pun akan sangat sulit dengan kondisi klub Anfield  itu sekarang. Dan Liverpool kini mencatat 17 kali juara liga.

Pernyataan “BBC Sport” itu didukung oleh “The Observer,” surat kabar Manchester yang paling disegani di dunia. Menurut “Observer” dengan kondisi City dan Chelsea yang memiliki kantong uang berjibun dan membeli pemain secara gila-gilaan, Liverpool tidak akan bisa eksis di pelataran kompetisi liga. Posisinya kini, yang berada di luar zona tiket zona Europa sudah memberi sinyal betapa sulitnya mereka bersaing.

Kemenangan MU atas Astan Villa 3-0 ini menyebabkan selisih angka dari City menjadi 16 dari lima sisa laga. Kalau pun MU kalah dari kelima laga yang tersisa ia masih unggul memiliki keunggulan satu angka dari City.  Dua dari lima sisa laga MU akan bertemu dengan dua klub tangguh di papan atas, Chelsea dan Arsenal.

Untuk itulah, kemenangan dari Aston Villa menjadi pertaruhan paling krusial bagi MU. Apalagi, setelah bermain seri 2-2 melawan West Ham di pekan lalu, “Setan Merah” itu agak goncang. Mereka memang diuntungkan oleh kekalahan City dari Tottenham Hotspurs malam sebelumnya, dan memperpendek jarak mereka ke tangga juara hanya dengan memenangkan satu laga.

Untuk itu juga, mungkin, Giggs yang merupakan pemain tertua di MU sangat menikmati kesuksesan ini. Kenikmatan itu bagi Giggs terlebih lagi karena musim lalu mereka gagal menjadi juara dengan cara yang sangat menyakitkan.

“Ketika Anda kehilangan gelar dengan cara yang kami alami tahun lalu, maka selalu spesial untuk memenanginya kembali. Kami menjadi juara dengan gaya. Ada sisa lima pertandingan lagi. Tentu tidak mudah mendahului kompetisi untuk menjadi juara ditengah persaingan klub yang semkain keras” ucap Giggs seperti dikutip BBC.

“Kami punya masalah cedera di awal musim, terutama di posisi bek tengah dan saat kami menyelesaikan hal itu kami terlihat kuat. Begitu punya dasar pertahanan, para pemain berbakat yang kami punya akan mendapatkan kesempatan,” ujar pemain berusia 39 tahun ini.

Ditambah titel musim ini, berarti Giggs telah memenangi 13 trofi Premier League selama membela MU. “Saya menikmatinya. Selama saya menikmatinya maka saya akan terus mampu bermain. Malam-malam seperti ini yang membuat Anda bersemangat,” katanya.

Komentar