Pesta Old Trafford Ala Ryan Giggs

Penulis: Darmansyah

Minggu, 27 April 2014 | 09:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Ryan Giggs menjadi sorotan ketika menduduki kursi “keramat” kepelatihan di Old Trafford, Sabtu malam WIB, 26 April 2014, ketika Manchester United menaklukkan Norwich City empat kosong tanpa balas pada lanjutan Premier League.

Giggs nampak canggung menempati posisi kursi pelatih. Sesekali ia nenar dan mengalihkan pandangan ke putaran jarum jam tangannya untuk kemudian menunjuk kea rah lapangan dan membisikkan sesuatu kepada Paul Scholes yang membantunya.

Bahkan dikesempatan lain ia mendatangi But, pembantunya yang lain untuk berdiskusi. Ya Giggs, “hantu” Old Trafford yang sebelum menjabat pelatih “caretaker” Manchester United, merupakan skuad MU.

“Ia kedodoran dengan baju jabatan pelatih. Tapi tidak kedodoran memberi aplaus kepada pemainnya. Ia sangat perfek. Sangat teliti membaca detil. Dan ia memenangkan penampilan perdananya,” tulis “Daily Mail”dalam edisi online-nya, Minggu 27 April 2014.

Kepada watrawan seusai laga, Ryan Giggs, menyatakan timnya harus menjaga standar permainan seusai mengalahkan Norwich City empat gol tanpa balas pada lanjutan Premier League di Old Trafford.

Wayne Rooney dan Juan Mata masing-masing mencetak dua gol kemenangan MU. Meski mampu meraih tiga poin, The Red Devils masih tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara.

“Saya dapat memainkan dua tim karena respons dari pemain sangat hebat. Saya percaya kepada mereka semua. Saya ingin ada pengalaman dari tim hari ini karena saya tahu itu akan emosional dan mereka tidak akan membiarkan saya kecewa,” ujar Giggs seperti dilansir BBC.

“Kami semua membiarkan diri kami sendiri tenggelam pada musim ini. Kami tidak bermain dengan kualitas yang kami miliki. Namun, kami berhasil melakukannya hari ini. Standar mereka sudah ditetapkan, mereka butuh menjaga hal itu untuk melawan Sunderland.”

“Saya tidak memiliki waktu untuk berlatih pada pekan ini. Tetapi, saya akan melatih lagi pada Senin dan saya tidak sabar untuk berada di dalam lapangan,” tambahnya.

Giggs didaulat untuk membesut MU di empat pertandingan sisa Premier League. Ia pun mengaku tidak akan memikirkan hal lain selain mencoba untuk meraih poin penuh pada empat laga tersebut.

“Tugas saya selanjutnya adalah membuat pemain siap untuk melawan Sunderland,” kata Giggs.
Bermain di kandangnya sendiri, Old Trafford, Setan Merah berhasil menghibur publiknya dengan menundukkan Norwich City.

Skor ini sekaligus menjadi rekor kemenangan terbesar MU di musim ini. Sebelumnya, di tangan David Moyes, kemenangan terbesar diperoleh di laga pembuka musim ini ketika menggulung Swansea dengan skor empat banding satu.

Dalam pertandingan yang menjadi debut Ryan Giggs sebagai manajer sementara MU langsung memenuhi janji yang diungkapkan sebelum pertandingan. Dalam konferensi pers, manajer sementara Manchester United ini berjanji akan memerintahkan United untuk bermain menyerang.

Giggs ingin mengembalikan gaya bermain MU seperti sebelumnya yang penuh dengan kecepatan, kegairahan, dan tempo tinggi. “Lebih banyak tekel dan juga banyak gol,” katanya.

Toh begitu, Giggs mengaku tidak memberikan banyak instruksi kepada para pemainnya. “Saya hanya meminta mereka bermain dengan enjoy di empat pertandingan sisa. Buat para pendukung untuk tersenyum. Karena musim ini benar-benar membuat frustrasi,” katanya.

Musim ini MU memang belangsak. Di tangan David Moyes, MU menderita sebelas kekalahan. Posisi mereka pun mentok di urutan ke- tujuh. Hasil paling buruk yang dicapai MU di era Liga Primer yang bergulir sejak 1992.

Giggs dan MU masih memiliki tiga sisa pertandingan yakni melawan Sunderland, Hull, dan Southampton.
Sementara itu “striker” MU, Wayne Rooney menyebut timnya baru saja melewati pekan yang berat. Bisa mengakhirinya dengan sebuah kemenangan adalah sebuah hal yang melegakan.

“Kami mengalami pekan yang berat. Ada banyak hal negatif ditujukan kepada kami,” ujar Rooney kepada Sky Sports.

“Kami terluka akan hal itu dan hari ini kami ingin menunjukkan bahwa kami lebih dari yang belakangan ini kami tunjukkan.”

“Tentu saja kami bertanggung jawab atas dipecatnya Moyes, kami tampil di bawah standar, tapi kami harus menatap ke depan.”

“Kami harus menunjukkan bahwa kami adalah tim top pada tiga laga berikutnya,” tegas Rooney.

United sempat kesulitan untuk mencetak gol, sampai akhirnya Danny Welbeck ditarik di dalam boks dan mereka mendapatkan penalti. Di babak kedua, United tampil dalam tempo lebih cepat. Hasilnya, tiga gol mereka cetak.

sumber : skysport, bbc, daily mail dan mirror

Komentar