Perjudian Tiga Poin van Gaal di Emirates

Penulis: Darmansyah

Minggu, 23 November 2014 | 07:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester berhasil mengalahkan badai cedera pemainnya ketika memenangkan laga “bigmatch” Premier League pekan kedua belas, Minggu dinihari WIB, 23 November 2014, di Emirates Stadium, atas Arsenal, dua gol berbanding satu.

Laga ini, semula, oleh pengamat dikomentari sebagai pertaruhan Louis van Gaal untuk mengatasi krisis pemain yang dihantam cedera. Cedera di Manchester United melanda hampir satu tim utamanya, yang sebagian besar bermain di posisi pertahanan sehingga hanya sedikit pengamat yang menempatkan MU mampu memenangkan pertandingan.

Beberapa jam sebelum berangkan ke London, kandang Arsenal, MU meninggalkan dua belas pemain intinya karena cedera.

Ini memangi bencana, terutama jika melihat ambisi Louis Van Gaal kembali mengangkat MU ke kasta tertinggi Liga Inggris setelah terpuruk musim lalu.

Namun, di satu sisi, badai cedera itu memberi kesempatan kepada para pemain muda dan yang semula tersisih untuk unjuk gigi. Hal ini diakui bek muda Man United yang dibeli dari Southampton, Luke Shaw.

“Saya pikir ini saatnya untuk orang lain bisa berkembang, mereka yang tidak pernah mendapatkan kesempatan bermain dan mereka yang frustasi di pojok kursi cadangan bisa keluar untuk sebuah pertandingan besar,” kata Shaw seperti dikutip dari situs MU hari ini.

Hasilnya? Louis van Gaal akhirnya memenangkan perjudian cedera itu. Ia bisa mengatasinya dengan memainkan sepakbola efesien dan Manchester United berhasil mendapat tiga poin serta menempati posisi empat besar klasemen Liga Inggris.

Kemenangan ini membuat MU menggeser posisi Newcastle United di peringkat empat klasemen sementara. Sama-sama mengoleksi sembilan belas poin, MU unggul selisih gol atas Newcastle.

Arsenal sebenarnya memiliki peluang lebih banyak di pertandingan ini. Bahkan The Gunners hanya memberi MU dua tendangan ke gawang lawan sepanjang laga.

Peluang emas pertama didapat gelandang Arsenal, Jack Wilshere, berawal dari kesalahan kiper David De Gea dalam membuang bola, Alexis Sanchez kemudian mengirim umpan terobosan kepada ilshere.

Gelandang timnas Inggris itu sebenarnya tinggal berhadapan dengan De Gea, dan memiliki Aaron Ramsey di samping kirinya. Namun, Wilshere memilih untuk menendang bola yang kemudian berhasil diblok De Gea.

Peluang terbaik MU di babak pertama melalui Wayne Rooney. Usai menerima umpan Angel Di Maria yang melakukan solo run di sisi kiri pertahanan Arsenal, Rooney melepaskan tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti,

Sayang, tendangan Rooney mampu diblok pemain belakang Arsenal dan hanya menghasilkan sepak pojok. Skor kacamata bertahan hingga jeda babak pertama.

Arsenal kembali menciptakan lebih banyak peluang di babak kedua, tapi, gawang Arsenal justru kebobolan. Berawal dari tabrakan kiper Wojciech Szczesny dengan Kieran Gibbs saat ingin mengantisipasi umpan silang Ashley Young, bola kemudian jauh ke kaki Antonio Valencia.

Valencia kemudian melepaskan tendangan keras yang seharusnya menjadi umpan silang. Namun, bola berubah arah setelah mengenai kaki Gibbs. Bek Arsenal itu dinyatakan mencetak gol bunuh diri.

Gawang Arsenal kembali kebobolan pada menit ke-delapan puluh lima. Berawal dari serangan balik cepat, Marouane Fellaini berhasil mengirim umpan ke Angel Di Maria. Bola kemudian dikirim ke Rooney yang dengan bebas berhadapan dengan kiper Damian Martinez. Dengan tenang Rooney kemudian melepaskan tendangan cungkil menggunakan kaki kiri. Dua gol untuk MU.

Perpanjangan waktu delapan menit yang diberikan wasit Mike Dean menyusul cedera yang dialami Szczesny berhasil dimanfaatkan Arsenal untuk memperkecil ketinggalan.

Olivier Giroud berhasil membobol gawang De Gea usai menerima umpan lambung Mikel Arteta pada menit ke lima di injuri time. Hingga laga usai, keunggulan dua banding satu MU tetap bertahan.

Komentar