“Perang” Neymar Vs Cavani Belum Usai

Penulis: Darmansyah

Jumat, 22 September 2017 | 07:40 WIB

Dibaca: 1 kali

Kisruh antara Neymar dengan Cavani yang bermula dari rebutan pengambilan  penalty ketika Paris Sain Germain melawan Saint Etiene akhir pekan lalu makin ramai dan gadun karena keduanya pihak memberi komentar negatif untuk memojokkan satu dengan lainnya.

Terakhir, seperti ditulis “marca,” Neymar minta Paris Sain Germain untuk menjual Cavani.

Neymar dikabarkan sudah meminta presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, untuk menjual Edinson Cavani setelah keduanya belum juga berdamai.

Dikutip dari Sport.es, Neymar menuntut janji Al-Khelaifi yang akan membuat penyerang asal Brasil itu sebagai bintang utama di skuat PSG. Neymar pun dikabarkan sudah meminta Al-Khelaifi untuk menjual Cavani.

Sulit bagi PSG untuk menjual Cavani di bursa paruh musim ini. Terlebih klub asal Perancis itu membutuhkan Cavani di lini depan untuk memenuhi target juara Liga Champions.

Skenario ideal bagi PSG adalah menjual Cavani pada akhir musim ini.

Al-Khelaifi, yang menjadikan Neymar pesepakbola termahal di dunia setelah dibeli dari Barcelona, harus mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah pertikaian Neymar dengan Cavani.

Setelah pelatih Unai Emery terkesan tidak berani mengambil keputusan, Al-Khelaifi dikabarkan lebih memilih mendukung Neymar daripada Cavani. Alasannya, Neymar adalah investasi masa depan PSG.

Ketika melawan Lyon, Neymar dan Cavani dua kali berebutan menjadi eksekutor tendangan bebas dan penalti PSG. Pertikaian keduanya berlanjut di ruang ganti tim usai pertandingan.

Neymar dan Cavani dikabarkan hampir baku hantam di ruang ganti tim, sebelum dipisahkan kapten PSG Thiago Silva

Pertikaian Cavani dan Neymar berlanjut hingga kamar ganti dan bahkan dirumorkan hampir terjadi baku hantam.

Perebutan bola mati antara rekan setim merupakan hal yang sudah biasa terjadi di lapangan.

Ego besar di antara kedua pemain jadi alasan utama pecahnya pertikaian.

Didier Drogba-Michael Ballack, Cristiano Ronaldo-Xabi Alonso, dan sejumlah pemain lainnya juga pernah bertikai karena berebut eksekusi bola mati.

Namun ada pula pemain yang mampu menyelesaikan pertikaian itu dengan cara yang adil.

Kroos dan Ribery saat membela Bayern Munich jadi contoh bagus tentang pengambilan keputusan di saat ada perdebatan.

Ketika Kroos dan Ribery berebut jadi eksekutor tendangan bebas untuk Bayern Munich, Kroos dan Ribery akhirnya sepakat menentukan sang pemenang dengan bersuten yang dikenal dengan sebutan ‘suit’ oleh masyarakat umum.

Ribery memenangkan duel tersebut dan berhak atas tendangan bebas. Kroos pun hanya bisa tersenyum dan merelakan kesempatan itu diambil oleh Ribery.

Namun Kroos tetap berada di posisinya untuk mengelabui lini pertahanan lawan.

Pertikaian Neymar dengan Cavani memang harus cepat ditangani oleh PSG.

Jika perselisihan dibiarkan berlarut, kondisi tersebut akan merugikan PSG dalam upaya mereka memenuhi ambisi jadi juara Perancis dan naik level jadi tim elite di Eropa.

Sementara itu, striker fenomenal Italia, Mario Balotelli ikut campur dalam kisruh antara Neymar dan Edinson Cavani di Paris Saint-Germain.

Balotelli yang menjalani musim keduanya bersama Nice tanpa ragu langsung mengomentari kisruh antara Cavani dengan Neymar.

Namun komentar yang diunggah Balotelli di akun instagram miliknya itu terlihat masih bersayap.

Balotelli menuliskan kalimat: “Kamu bahkan tidak seharusnya meminta untuk melakukan tembakan itu!” sambil menyebut akun milik Neymar dalam postingannya.

Kalimat Balotelli tersebut terbilang bersayap dan bermakna ganda.

Kalimat Balotelli bisa diartikan sebagai dukungan pada Neymar bila mengambil definisi: Sebagai pemain termahal di dunia plus salah satu pemain terbaik saat ini, sudah seharusnya Neymar berhak jadi eksekutor tanpa perlu meminta pada rekannya.

Meski terlihat hampir pasti memberikan dukungan pada Neymar namun kalimat Balotelli juga bisa diartikan sebagai bentuk dukungan pada Cavani bila didefinisikan:

Sebagai pemain yang baru datang, meski berstatus sebagai pemain termahal di dunia, tak semestinya Neymar minta diistimewakan, termasuk dalam hal meminta jadi eksekutor bola mati.

Kisruh Neymar dan Cavani sendiri dikabarkan makin meruncing seiring beredarnya kabar bahwa Neymar telah meminta PSG menjual Cavani.

Permintaan Neymar ini akan jadi pilihan sulit bagi manajemen PSG karena Cavani adalah bomber andalan mereka sepeninggal Zlatan Ibrahimovic

Sementara itu  eks striker Timnas Uruguay  yang juga mantan pemain Inter Milan dan Manchester United  Diego Forlan menyayangkan sikap Neymar yang kurang menghormati Cavani.

“Cavani itu patut dihormati. Dia sudah mencetak banyak gol selama bertahun-tahun dan mengambil penalti. Seharusnya dia dihormati,” kata Forlan pada Radio Sport 890.

Menurut Forlan, sikap tersebut tak pernah dilakukan Neymar saat masih membela Barcelona. Neymar selalu menghormati Lionel Messi yang menjadi ikon Blaugrana.

“Neymar tak pernah melakukan itu terhadap Messi. Dia tak ingin Cavani mengambil penalti. Dia seperti anak kecil yang menyebalkan,” ucap Forlan.

Komentar