“Perang” Mou Vs Conte Tak Pernah Padam

Penulis: Darmansyah

Rabu, 10 Januari 2018 | 10:07 WIB

Dibaca: 0 kali

“Perang” kata antara Antonio Conte dengan Jose Mourinho tidak akan pernah usai selama keduanya hadir sebagai pelatih di dua klub hebat Liga Primer, Chelsea dan Manchester United.

Terhadap “perang” ini, manajer Chelsea, Antonio Conte, menegaskan bahwa dirinya tidak menyesal

Conte i telah menyebut manajer Manchester United, Jose Mourinho, sebagai “orang rendahan”.

Seperti diketahui jika perang mulut antara Conte dan Mourinho terus berlanjut, setelah nama yang disebut terakhir memulainya dengan menyebut Conte sebagai badut. The Special One juga mengungkit masa lalu juru taktik Italia itu, yang pernah tersangkut masalah pengaturan skor.

Conte kemudian juga menerangkan bahwa dirinya enggan melibatkan FA maupun pihak klub, karena konflik ini hanya melibatkan dirinya dengan Mourinho.

“Saya mendapati pandangan seperti ini — seseorang yang menyesal? Saya tidak berpikir demikian. Kita berdua sudah mengatakan hal-hal tersebut dan mari kita lihat apa yang terjadi ke depannya,” ujar Conte, seperti dikutip Goal Internasional.

“Saya pikir [masalah] ini tidak penting untuk federasi, tidak penting. Mou berkata hal yang serius dengan kata-kata yang serius. Saya tidak akan pernah melupakan ini!

“Ini juga bukan masalah buat klub, ini adalah masalah antara saya dan dia!” tandasnya geram.

Perang ini sebelumnya diawali pernyataan Mourinho yang mengejek “perilaku gila” Conte karena antusiasme berlebihannya di pinggir lapangan, manajer Italia itu kemudian membalasnya dengan menyebut Mou “berkelakuan seperti badut”.

Mourinho lantas kembali melancarkan serangan dengan menyindir keterlibatan Conte dalam kasus pengaturan skor.

Seperti diketahui, Conte dinyatakan bersalah dalam skandal match fixing ketika masih menukangi Siena di mana kemudian skors empat bulan saat melatih Juventus.

Ditanya dalam jumpa pers terkait komentar Mourinho yang mengungkit masa lalunya di Italia itu, Conte pun terpancing.

Conte menyebut Mourinho bersikap layaknya “orang kecil” dan memiliki karakter “palsu”.

“Itu membuktikan bahwa dia adalah orang [yang bermental] kecil,” ungkap Conte

“Dia adalah orang kecil di masa lalu, orang kecil di masa sekarang, dan dia masih akan seperti itu di masa mendatang. Dia bukan masalah buat saya.”

“Saya ingat perilaku dirinya soal Ranieri. Dia pernah menyerang Ranieri karena bahasa Inggrisnya . Lalu ketika Ranieri dipecat, dia memakai kaus bertuliskan inisialnya . Ini menunjukkan bahwa dia adalah orang yang berkarakter palsu,” ucap Conte.

Baru-baru ini Mourinho secara tersirat mengejek gaya enerjik Conte, ketika memimpin timnya di pinggir lapangan. The Special One menyebut mereka bertingkah layaknya badut.

Mendengar pernyataan tersebut, kuping Conte langsung panas. Dia lantas menyerang balik dan berbicara mengenai dirinya sendiri di masa lalu,” buka Conte, seperti bahwa yang sebenarnya layak dijuluki “badut” justru Mourinho sendiri

“Saya bertingkah seperti badut? Saya pikir dia dilansir Goal Internasional.

“Terkadang manusia kerap lupa dengan apa yang pernah dilakukannya di masa lalu,” pungkas eks nakhoda Juventus dan timnas Italia tersebut.

Perang kata-kata antara Mourinho dan Conte mendadak memanas dalam dua pekani terakhir.

Berbicara selepas United memetik kemenangan  atas Derby County di Piala FA,, Mourinho ternyata kembali melemparkan serangan verbal lanjutan kepada Conte.

Dengan gaya bahasanya yang lugas sekaligus menusuk hati, Mourinho menyinggung keterlibatan Conte dalam skandal match fixing

“Satu-satunya yang ingin saya katakan untuk mengakhiri perdebatan ini adalah, ya, saya memang telah membuat kesalahan di pinggir lapangan. Saya mungkin akan membuat kesalahan lagi di masa mendatang,” buka Mourinho.

“Tapi, [kesalahan] yang belum pernah saya alami dan tidak akan pernah saya alami adalah diskors karena pengaturan skor. Itu tidak pernah terjadi pada saya dan tidak akan pernah terjadi,” serunya.

Pernyataan Mourinho tersebut tentu bisa membuat kuping Conte kian panas dan berpotensi menghadirkan debat kusir yang tak berkesudahan.

Komentar