Pemecatan Ranieri Berbau Pengkhianatan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 10 Maret 2017 | 11:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Pemecatan Claudio Ranieri dari manajer Leicester City masih belum terbuka secara keseluruhannya sehingga meninggalkan spekulasi dan  kontroversi.

Bahkan, tak sedikit fan The Foxes yang kesal dengan perlakuan manajemen terhadap pelatih yang berjasa membawa Leicester juara.

Mantan bek Arsenal Martin Keown pun ikut berkomentar terkait pemecatan Ranieri. Ia termasuk salah satu yang menentang pemecatan pelatih asal Italia itu.

Keown bahkan curiga Ranieri justru dikhianati orang dekatnya sendiri. Ia mengarahkan tuduhan itu kepada Shakespeare, asisten pelatih yang kini menjadi pelatih sementara di Leicester: Craig Shakespeare.

Keown yakin Shakespeare yang amat berperan di balik pemecatan Ranieri.

“Ada dugaan bahwa Shakespeare tak mau lagi membantu Ranieri di balik layar (dalam menjalani strategi di Leicester),” terang Keown seperti dikutip dari Daily Mail.

“Tampak bagi saya Leicester memiliki dua staf musim ini. Ranieri dipecat dan kini pemimpin dari tim lain yang berkuasa.”

Sebelumnya, pemecatan Ranieri juga dikaitkan dengan kecewanya sejumlah pemain di tim itu. Mereka kecewa karena The Foxes kian dekat dengan bibir jurang degradasi di Liga Primer Inggris.

Namun Keown menilai, sang asisten Ranieri itu yang justru memanfaatkan situasi keruh di dalam skuat.

“Rasanya terlihat kuat bahwa Shakespeare yang mengambil keuntungan dari situasi itu,” tutur Keown.

Selama tampuk manajer dipegang Shakespeare, Leicester meraih kemenangan beruntun dalam dua laga. Pertama menaklukkan Liverpool tiga gol berbanding satu. Berikutnya menang atas Hull City dengan angka yang sama.

“Meski ini bisa diperbaiki dengan cepat, saya pikir Leicester membutuhkan orang lain yang bisa mengambil alih dalam waktu yang lama,” terang Keown

Leicester sendiri kini belum memutuskan satu dari dua  nama  kandidat terkuat pengganti Claudio Ranieri

Mereka adalah  Roy Hodgson dan manajer interim saat ini Craig Shakespeare.

Dikabarkan The Guardian, pemilik Leicester sebenarnya telah mendekati Roy Hodgson sebelum kemenangan  The Foxes atas Liverpool

Akan tetapi, penampilan apik Leicester dalam laga itu justru membuat Shakespeare jadi kandidat utama.

Shakespeare mengembalikan Leicester ke formasi musim lalu menggunakan empat-empat-dua dan sukses membuat The Foxes tampil penuh energi.

Mantan asisten Ranieri itu juga tak pernah menyembunyikan keinginannya untuk menjadi manajer.

Ia punya kedekatan dengan Jon Rudkin, Direktur Teknik klub yang pendapatnya didengar pemilik klub.

Shakespeare yang telah berada di klub sejak era kepelatihan Nigel Pearson, juga punya kedekatan dengan para pemain serta dianggap bisa mengendalikan situasi dengan tepat ketika Ranieri dipecat.

Pertandingan melawan Hull City pada akhir pekan ini akan menjadi ujian bagi Shakespeare.

Ia perlu membuktikan bahwa kemenangan melawan Liverpool memang karena dirinya dan bukan sekadar karena para pemain termotivasi untuk membuktikan diri setelah dituduh punya andil dalam pemecatan Ranieri.

Pemilik Hull City sendiri akan memprioritaskan bertahan di Liga Primer Inggris dalam memutuskan pelatih yang akan mengisi kekosongan Ranieri.

Ketika ditanyai jika Shakespeare memang orang tepat untuk pekerjaan itu, bek kiri Danny Simpson membalas: “Saya bisa melihat alasan hal itu. Tapi ini keputusan pemimpin klub. Ini semua tergantung padanya, karena ia yang memiliki klub.”

“Yang bisa kami lakukan adalah seperti yang kami tunjukkan saat melawan Liverpool, yaitu melakukan yang benar. Kami harus meneruskan hal itu.”

Sementara itu, Pep Guardiola yang sebelumnya mengaku terkejut dengan pemecatan yang dialami Claudio Ranieri di Leicester City mengatakan sang pelayih bakal terus dikenang dalam waktu lama.

Ranieri dipecat lantaran dianggap tak mampu mengangkat performa Leicester musim ini. Padahal musim lalu Ranieri menghadirkan keajaiban dengan mengantar The Foxes jadi juara Liga Primer Inggris.

“Saya terkejut mendengar keputusan itu. Laga Leicester lawan Liverpool kemarin sejatinya merupakan bukti torehan kehebatan Ranieri.”

“Ketika Ranieri pergi, Leicester menunjukkan penampilan seperti yang mereka tampilkan pada musim lalu. Cara mereka bermain sungguh luar biasa dan itu adalah peninggalan Ranieri,” ucap Guardiola seperti dikutip dari Goal.

Guardiola yakin prestasi Ranieri mengantar Leicester jadi juara Liga Primer musim lalu bakal terus jadi perbincangan hingga puluhan tahun mendatang.

“Titel Liga Inggris yang pernah dimenangi Leicester akan selalu dikenang. Dalam lima puluh tahun ke depan, publik masih akan terus membicarakan apa yang diraih Leicester pada musim lalu,” tutur mantan pelatih Bayern Munich ini.

Guardiola pun tanpa ragu menyebut Ranieri bakal dengan mudah mendapatkan pekerjaan berikutnya usai dipecat oleh Leicester.

“Saya yakin dia akan segera mendapatkan pekerjaan baru. Saya yakin dia akan mendapatkannya dan bekerja dengan baik,” ucap Guardiola.

Komentar