Peluang Arsenal Musnah

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 Februari 2013 | 11:06 WIB

Dibaca: 0 kali

PELUANG Arsenal untuk menjadikan Liga Champions  mendapatkan trofi musnah. Arsenal gagal mengalahkan dirinya sendiri, dan menjadi tim “paria” yang terlunta-lunta tanpa gelar juara selama delapan musim.  Dan di laga kandangnya, di Emirates Stadion,  pada leg pertama 16 Besar Liga Champions,  Rabu dinihari WIB, “Tim Gudang Peluru”  yang konsistensi permainannya sering bermasalah membuang sisa harapan itu  setelah  dilucuti  Bayern Muenchen 3-1.

Arsenal, yang menurut catatan FIFA menguuasai 55 jalannya pertandingan dan mendominasi lapangan kehilangan “touch” pada saat momen krusial. Mereka melepaskan banyak peluang dengan permainan tanpa arah. “Ini penyakit Arsenal yang tidak tersembuhkan selama satu dasawarsa. Mereka punya segalanya. Pemain, pelatih dan strategi hebat. Tapi tidak memiliki konsistensi,” tulis “The Telegraph.”

Arsenal, seperti ditulis dengan sangat komprehensif oleh “Telegraph”  mengulang setiap kesalahan yang sama di pertandingan yang lain. Mereka baru saja  kalah dari tim kelas tiga di Piala FA karena kehilangan ketenangan dalam laga yang konsekuansinya  salah satu timnya harus keluar dari kompetisi.

Laga 16 Besar Champions adalah laga  yang resikonya salah satu tim harus tercampak. “Ini yang tidak benar-benar disadari oleh Arsenal. Mereka melepaskan laga kandang yang menguntungkan. Laga kandang yang ketika mereka bisa menekan dan menguasai jalannya pertandingan. Tapi mereka tidak mampu mendikte sehingga Bayern Muenchen membalikkan skor,” tulis “Telegraph” dengan nada jengkel.

Usai pertandingan, pelatih Arsenal, Arsene Wenger, hanya bisa  mengakui Bayern Muenchen bermain lebih baik ketimbang skuadnya. Menurutnya, “Die Roten,” begitu Bayern Muenchen di sapa,   memang pantas memenangi pertandingan yang berakhir dengan skor 3-1 tersebut. Mereka (Bayern) adalah tim berkualitas dan sangat efisien. Mereka terbukti tim yang bagus. Selamat, Bayern!” puji Wenger tanda tedeng aling-aling yang dilansir BBC.
“Terus terang, situasi akan sangat sulit (di leg kedua) dan kami akan berusaha membuat hal yang tak mungkin jadi mungkin (dilakukan). Kami akan mencoba bermain seperti apa yang biasa kami lakukan di kandang sendiri dan berusaha mengubah skor. Harus mencetak tiga gol membuat semuanya jadi sangat sulit, tetapi kami akan mencobanya,” katanya lagi.

Pelatih Bayern Heynckes mengatakan, kemenangan di Emirates i memudahkan timnya di laga  kedua. “Kami sedang dalam bentuk permainan yang menakjubkan. Kualitas kami terbukti mampu memanfaatkan kesalahan lawan sekecil apa pun,” kata pelatih yang pensiun di bulan Juni nanti dan digantikan oleh mantan pelatih Barcelona Pep Guardiola.

Sepanjang laga, menurut catatan UEFA, Bayern  yang menguasai pertandingan 45 persen mendapat  delapan tembakan akurat dari 16 kali berspekulasi. Adapun tim tuan rumah melepas sembilan peluang emas dari 11 percobaan.
“Ketika Anda menang di Inggris atas klub Inggris, itu sukses besar. Kami memulai pertandingan sangat baik dengan keunggulan dua gol dan kami pun menguasai pertandingan,” tuturnya.

Sukses Bayern Muenchen  mengalahkan Arsenal 3-1 pada babak 16 Besar Liga Champions, seperti di tulis majalah “Der Spiegel” adalah karena kemampuan mereka menempatkan oportunistis di dalam tim. Muenchen memenang dikenal sepanjang sejarah sebagai tim oportunis.  Dan tiga gol  di Stadion Emirates, Selasa atau Rabu (20/2/2013) yang dicetak Toni Kroos, Thomas Muller, dan Mario Mandzukic adalah sebuah bukti.  Sementara tim tuan rumah  Arsenal memangkas skor lewat Lukas Podolski.
Inilah jalannya pertandingan antara kedua tim itu, ketikan Arsenal lebih dulu mengambil inisiatif menyerang. Pada menit ketiga, Jack Wilshere dengan cerdik mengirimkan umpan terobosan kepada Santi Cazorla di sisi kanan lapangan. Namun, kesempatan itu gagal membuahkan hasil karena bola umpan silang Cazorla masih dapat dipotong dengan baik oleh Manuel Neuer.

Terus diserang, Bayern mencoba keluar tekanan. Alhasil, usaha mereka pun membuahkan hasil karena Kroos mampu membungkam pendukung tim tuan rumah setelah sukses mencetak gol pada menit ketujuh. Memanfaatkan umpan silang Muller, Kross melepaskan tendangan first time yang tak mampu dihalau Szczesny.

Theo Walcott sempat membuat barisan pertahanan bekerja keras lima menit berselang. Berawal dari serangan balik, gelandang asal Inggris itu melakukan penetrasi ke jantung pertahanan Bayern. Beruntung, kesempatan itu gagal dimanfaatkan dengan baik sehingga hanya menghasilkan tendangan pojok bagi The Gunners.

Berusaha untuk menyamakan kedudukan, Arsenal justru harus kembali kebobolan pada menit ke-21 lewat kreasi Muller. Berawal dari tendangan pojok yang kemudian disambut sundulan Daniel van Buyten. Namun, Szczesny tak sempurna menepis bola sundulan itu yang kemudian langsung disambar Muller untuk mengubah skor menjadi 2-0 untuk Bayern.

Ketinggalan dua gol, tim tuan rumah kembali mencoba menekan Bayern untuk memangkas selisih skor. Namun, sejumlah peluang Theo Walcott dan kawan-kawan kerap menemui kebuntuan karena barisan pertahanan tim tamu tampil cukup disiplin.

Arsenal akhirnya mampu memperkecil kedudukan menjadi 1-2 melalui gol Podolski pada menit ke-55. Bomber asal Jerman itu sukses menyarangkan bola ke gawang Neuer setelah mampu memaksimalkan umpan tendangan pojok Jack Wilshere.

Di paruh kedua ini, permainan Arsenal membaik. Banyak mengandalkan aksi Walcott dan Cazorla di sisi sayap, The Gunners beberapa kali mampu membuat barisan pertahanan Bayern harus bekerja keras. Sementara tim tamu sendiri terlihat mengandalkan serangan balik yang cepat.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, pun memasukan Thomas Rosicky dan Olivier Giroud di pertengahan babak ini untuk menambah daya gedor skuadnya. Perubahan itu hampir saja membuahkan hasil jika bola tendangan Giroud menerima umpan Walcott tidak dapat ditahan dengan baik oleh Neuer pada menit ke-72.
Namun, lagi-lagi barisan belakang Arsenal kurang konsentrasi ketika mengawal para bomber Bayern. Berawal dari aksi Robben di lapangan tengah. Ia kemudian memberikan umpan kepada Philipp Lahm yang langsung mengirimkan bola ke kotak penalti. Dengan cepat Mandzukic pun menyerobot bola umpan itu untuk kembali memperlebar jarak menjadi 3-1 untuk timnya.

Arsenal sempat mendapatkan hadiah tendangan bebas pada menit-menit akhir pertandingan, yang berujung kepada tendangan Cazorla dari sisi kiri lapangan. Namun, bola tendangannya tersebut masih dapat diblok barisan belakang Bayern. Skor 3-1 untuk Bayern pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Komentar