Nilai Jual CR7 Kalah dari Messi dan Neymar

Penulis: Darmansyah

Selasa, 9 Januari 2018 | 08:46 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebuah laporan  terbaru yang dipublikasikan hari ini, Selasa, 09 Januari,  dari grup riset yang memiliki spesialisasi penelitian statistik di sepak bola, CIES Football Observatory, menunjukkan harga “jual” Cristiano Ronaldo jeblok dan  berada di urutan keempat puluh sembilan dalam daftar harga pesepakbola di lima liga teratas Eropa.

Peneliti dari CIES Football Observatory menggunakan beberapa kriteria untuk menghitung harga seorang pesepakbola, diantaranya adalah usia, posisi, durasi kontrak dan penampilan pemain.

Ronaldo yang sedang berupaya mengangkat performa Real Madrid pada musim ini, ditaksir memiliki harga delapan puluh koma empat juta Euro dan berada di peringkat keempat puluh sembilan.

Dengan usia tiga puluh da tahun, pemain yang mengoleksi banyak penghargaan bergengsi pada tahun lalu tercatat sebagai pemain tertua yang mengisi daftar seratus  pesepakbola termahal dunia

Neymar Junior menjadi pesepak bola yang memliki nilai termahal, yakni dua ratus tiga belas juta Euro atau sembilan juta Euro lebih murah ketimbang harga yang dibayar Paris Saint-Germain untuk memboyongnya dari Barcelona.

Peringkat kedua pesepakbola dengan nilai tertinggi ditempati Lionel Messi. Pemain yang mendedikasikan karier profesionalnya untuk Barcelona itu memiliki nilai dua ratus dua  juta Euro.

Setelah Neymar dan Messi terdapat Harry Kane yang dihargai seratus sembilan puluh empat koma tujuh juta Euro, disusul Kylian Mbappe

Mbappe yang baru berusia sembilan belas tahun merupakan pemain termuda dalam jajaran lima pluh pesepakbola termahal versi CIES Football Observatory.

Paulo Dybala, Dele Alli, Kevin de Bruyne, Romelu Lukaku, Antoine Griezmann, dan Paul Pogba menempati peringkat sepuluh besar daftar yang dikeluarkan oleh pusat studi yang memliki afiliasi dengan FIFA.

Philippe Coutinho yang baru pindah dari Liverpool ke Barcelona memiliki potensi harga seratus dua puluh tiga juta Euro dan berada di peringkat keenam belas di bawah Leroy Sane, Mohammed Salah, Raheem Sterling, Luis Suarez, dan Marcus Rashford.

Sementara itu, winger Bayern Munich, Franck Ribery, membuat pernyataan mengejutkan mengenai penghargaan Ballon d’Or

Ribery mengklaim, dirinya dicurangi megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo yang menjadi pemenang pada saat itu.

Dikutip dari Daily Post, mantan pemain timnas Perancis itu tidak bisa menerima keputusan, bahwa Cristiano Ronaldo harus mendapat penghargaan bergengsi tersebut. Karena, pada musim itu, Ribery tengah menikmati momen yang hebat bersama Munich.

Pemain  itu membawa FC Hollywood meraih treble dengan menjuarai Bundesliga dan Piala Jerman.

Termasuk juga menjadi pemain kunci saat meraih trofi Liga Champions dengan mengalahkan Borussia Dortmund di Stadion Wembley.

Tetapi, kontribusi Ribery diabaikan dan kalah dengan ketenaran Cristiano Ronaldo. Bahkan, mantan pemain Olympique Marseille itu tidak finis di posisi kedua yang justru ditempati bintang Barcelona, Lionel Messi.

“Sepertinya  itu dicuri dari saya. Ini tidak bisa dimengerti. Saya memenangi setiap trofi, saya tidak bisa berbuat lebih banyak. Itu ketidakadilan,” ujar Ribery kepada Canal Football Club.

Lebih dari itu, Ribery merasa tidak mendapat dukungan dari rekan-rekan senegaranya.

Dengan tegas Ribery mengatakan, dirinya melihat dengan jelas orang-orang Perancis yang memiliki hak suara untuk memilih justru mengatakan Cristiano Ronaldo harus menang.

Dengan kondisi itu, dia pun tidak memiliki harapan, bahwa orang-orang Portugal akan memilih dirinya ataupun Lionel Messi.

“Apakah orang-orang Portugal menginginkan Ribery atau Messi menjadi juara? Tentu saja tidak,” Ribery menegaskan.

Pemain yang telah memenangi tujuh gelar Bundesliga itu juga menuturkan, bahwa dirinya dijadikan kambing hitam atas kegagalan timnas Perancis di Piala Dunia lalu

Pada Piala Dunia yang digelar di Afrika Selatan itu, tim asuhan Raymond Domenech tersebut tersingkir di babak penyisihan grup.

“Pada 2010, mereka membutuhkan seseorang untuk disalahkan. Semua orang di Perancis percaya bahwa saya adalah masalah, bahkan orang tua saya,” ucap Ribery.

“Saya tidak bisa melupakan tindakan media Perancis tertentu. Ini bekas luka yang tetap ada bersama saya, itu sudah terlalu banyak,” Ribery menambahkan.

Komentar