Neymar Pernah “Main” di Madrid

Penulis: Darmansyah

Jumat, 6 September 2013 | 09:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Neymar pernah “main” di Madrid dan kemudiannya Bernabue menyiaq-nyiakannya sehingga ketika Barcelona ingin mendapatkannya “El real” baru kelabakan. Neymar diprediksi akan dibesarkan dan membesarkan Barca untuk semakin perkasa di kancah sepakbola Spanyol dan Europa.

Namun, siapa sangka, ternyata Real Madrid pernah lebih dulu “memiliki” Neymar dan punya kesempatan memilikinya, bahkan bisa menjadikannya pemain besar layaknya Lionel Messi di Barca.

Hal tersebut diungkapkan mantan direktur olahraga Los Merengues, Alberto Giraldez. Menurutnya, Neymar menjalani trial di Madrid saat masih berusia 14 tahun, pada 2006. Namun saat itu manajer umum Carlos Martinez de Albornoz keberatan untuk membayar 60 ribu euro kepada Wagner Ribeiro -agen Neymar- sebagai syarat agar bisa bergabung bersama akademi Madrid.

“Saat itu Neymar ingin tinggal di Real Madrid, bahkan kami telah mendaftarkannya di kota Madrid. Kami melihat kalau dia berbeda (dari pemain-pemain lainnya). Itu merupakan kesalahan historis oleh Real. Padahal, dia bisa menjadi Messi-nya Madrid,” ujar Giraldez, seperti dilansir Goal, Jumat, 6 September 2013.

Neymar sendiri bergabung dengan Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu, dengan harga yang cukup tinggi, 57 juta euro. Pihak Barca mengatakan kalau tingginya harga permain berusia 21 tahun itu akibat adanya “gangguan” dari beberapa pihak yang juga mencoba mendatangkannya, termasuk Real Madrid.

Sementara itu, hingga saat ini Neymar telah berman di sebanyak lima pertandingan di seluruh kompetisi bersama Blaugrana. Pemain dengan nama lengkap Neymar da Silva Santos Junior itu juga telah mencetak gol perdananya bagi Barca pada pertandingan leg pertama Supercopa Spanyol melawan Atletico Madrid.

Sementara itu striker legendaris Brasil, Ronaldo Luis Nazario de Lima, menilai Neymar da Silva beruntung bisa bermain bersama Lionel Messi di Barcelona. Menurutnya, Neymar akan belajar banyak dari Messi agar performanya terus berkembang.

Ronaldo mengatakan, Neymar akan menjadi salah satu pemain bermasa depan cerah di Camp Nou. Namun, ia menegaskan, level permainan Neymar belum setara dengan Messi ataupun bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

“Saya pikir kita akan melanjutkan pembicaraan mengenai Messi dan Cristiano, karena untuk Neymar kami harus menunggu. Dia adalah pemain muda, tetapi dia akan belajar dan menjadi salah satu yang terbaik juga,” ujar Ronaldo.

“Neymar akan belajar banyak di Barcelona, bersama Messi, dengan sepak bola Eropa dan itu akan menjadi mudah bagi sejumlah pesepak bola Brasil yang berada dan bermain di Eropa. Meskipun akan sulit di awal, secara jangka panjang itu akan sangat bagus bagi Neymar,” tambahnya.

Tentang klub yang ditinggalkan neymar, Santos, sepertinya masih memiliki anak ajaib, mulai dari Pele hingga Neymar. Santos, kini, menemukan anak ajaib lagi bernama Gabriel Barbosa. Bahkan, pemain 16 tahun itu sudah mendapatkan julukan Gabigol karena kemampuannya mencetak gol.

Gabriel sudah tampil di tujuh pertandingan profesional. Pada laga melawan Gremio, pemain gelandang serang ini tampak bersemangat begitu diturunkan. Pada menit ke-82, ia menerima umpan silang Montillo dengan baik dan memotongnya untuk membobol gawang lawan.

Santos sebenarnya sudah lama mengetahui potensi anak ini. Sebab itu, ia diikat kontrak sampai 2015 dengan klausul pelepasan sampai 50 juta euro atau setara dengan Rp 717 miliar.

Gabriel pertama kali bergabung dengan Santos saat masih berumur 8 tahun pada 2004. Selama berlatih di Akademi Santos, ia menunjukkan perkembangan mengesankan sehingga langsung diikat kontrak.

Ayah Gabriel, Valdemir Almeida Silva, mengatakan, “Seluruh keluarga kami adalah Santos. Kami sebenarnya mendapat tawaran dari Eropa dan beberapa klub di Brasil. Tetapi, kami memilih Santos yang sudah menerima Gabriel sejak berumur 8 tahun.”

Dengan umur yang masih muda dan bakat yang amat besar, Gabriel digadang-gadang akan mengisi posisi Neymar sebagai bintang klub. “Semakin cepat melonjak akan semakin baik. Tetapi, aku masih harus banyak belajar,” kata Gabriel.

Komentar