Neymar Pemimpin Di Paris Saint-Germain

Penulis: Darmansyah

Jumat, 4 Mei 2018 | 09:49 WIB

Dibaca: 1 kali

Pelatih Paris Saint-Germain Unai Emery secara terbuka  menyatakan, bahwa  Neymar adalah “pemimpin” di Parc des Princes

Neymar bergabung ke PSG dengan rekor transfer dunia senilai seratus sembilan puluh delapan juta euro dari Barcelona pada Agustus lalu dan striker asal Brasil itu mencetak dua puluh delapan gol serta sembilan belas assist dari tiga puluh penampilan sebelum ia mengalami cedera kaki.

PSG sudah memenangi Ligue 1 Prancis musim ini dan di ambang meraih treble di kompetisi domestik, namun kegagalan di ajang Liga Champions membuat Emery bakal hengkang di akhir musim ini.

Emery menganggap Neymar merupakan pemain paling penting di dalam tim.

“Suatu hari, Jorge Valdano [mentan pemain, pelatih, dan direktur di Real Madrid  membuat saya melakukan refleksi, ‘Di Barcelona pemimpinnya adalah  Messi; di Madrid adalah Florentino Perez; dan di Atletico Madrid adalah Diego Simeone’,” ujar Emery dalam sebuah wawancara dengan majalah online asal Spanyol, The Tactical Room.

“Pemain, presiden, dan pelatih. Setiap kali, profil pemain berbeda. Saya tahu ketika saya adalah orang utama di dalam grup dan ketika saya tidak. Ini adalah proses bahwa setiap pelatih harus hidup dan internalisasi, ini adalah sesuatu yang perlu Anda pelajari dengan waktu dan pengalaman.”

“Di setiap klub Anda harus tahu apa peran yang Anda mainkan dan apa peran yang Anda terapkan untuk anggota grup lainnya. “

“Pendapat saya adalah bahwa di PSG pemimpinnya adalah Neymar. Atau lebih tepatnya, pemimpin bisa disebut Neymar karena itu adalah proses ia menjadi. Neymar datang ke PSG untuk menjadi pemimpin, untuk menjalani proses yang diperlukan sebagai pemain nomor satu dunia.”

“Itu adalah proses yang masih agak dibutuhkan untuk konsolidasi. Di Manchester City, pemimpinnya adalah Pep Guardiola. di PSG, pemimpinnya harus Neymar.”

Tentang penyembuhan cedera yang dialaminya, bintang PSG  itu menunjukkan perkembangan bagus dan berpeluang kembali sebelum Piala Dunia

Tidak diragukan, kabar terbesarnya adalah pengumuman Neymar yang tidak lagi jalan menggunakan penyokong.

Pemain Brasil, yang memiliki kans kembali memperkuat PSG sebelum akhir musim, berusaha keras kembali bugar demi Piala Dunia, dan sementara tanggal pasti comebacknya masih belum diketahui, jelas dia memiliki perkembangan yang memuaskan.

“Selamat tinggal tongkat penyokong, tidak lagi,” ujar pemain berusia 26 tahun itu.

PSG meraih kemenangan tipis  atas Bordeaux di tandang. Giovano Lo Celso mencetak satu-satunya gol di babak kedua, tetapi Alphonse Areola yang bisa disebut sebagai bintang pertandingan dengan beberapa penyelamatan gemilang, terutama ketika meredam kans Pablo saat laga masih tanpa gol.

Dani Alves ikut beraksi di akhir pekan, usai membantu PSG lolos ke final Coupe de France, di mana mereka akan menghadapi klub divisi tiga Les Herbiers.

Dia tetap menjadi salah satu sosok eksentrik dengan unggah terbarunya di Instagram.

“Jangan pernah terganggu jika Anda ingin hidup dengan ‘Good Crazy’, segalanya bisa terjadi,” tulisnya.

Kylian Mbappe mengetahui itu dengan baik, setelah diguyur oleh pemain Brasil itu akhir pekan lalu. Dan kali ini, ia menampilkan sebuah skema foto dari fotografer klub, Julien Scussel.

Bagaimanapun juga, pemain muda itu tampak puas dengan hasilnya.

Jika perburuan gelar juara sudah tentukan, masih ada persaingan yang patut dinantikan. Lyon, Marseille dan Monaco bertempur untuk dua posisi Liga Champions.

Dan tidak ada yang lebih heboh di Ligue 1 daripada Memphis Depay, yang membuka keunggulan untuk Lyon

“Kalian semua tahu siapa yang saya representasikan! Kemenangan tandang bagus hari ini,” tulisnya kepada pengikutnya.

Bintang Marseille, Dimitri Payet dan Florian Thauvin, mungkin diam di media sosial, tetapi tentu tidak di atas lapangan saat membantu tim menang atas Lille.

Itu membuat mereka menekan Monaco yang kalah mengejutkan di Guingamp

Sementara, persaingan untuk Liga Europa juga memanas, dengan Saint-Etienne dan Nice paling diunggulkan meraihnya.

Kemenangan  atas Montpellier menjadi kabar baik bagi skuat asuhan Lucien Favre, kendati demikian, mereka tampaknya harus merelakan salah satu striker andalan mereka, Mario Balotelli.

Pemain Italia itu diyakini akan hengkang dari Allianz Riviera musim panas ini, ketika kontraknya habis, dan dia memberi pesan yang mengisyaratkan selamat tinggal di Instagram.

“Dua tahun yang istimewa, terima kasih semuanya… masih ada lima pertandingan,” ujarnya.

“Ini bukan selamat tinggal sekarang… Anda tidak pernah tahu masa depan. Saya hanya ingin mengucap terima kasih sekarang.”

Balotelli jelas dalam suasana hati yang merenung pekan ini, setelah sebelumnya mengunggah gambar ini.

Sementara, hadiah terbaik yang bisa diberikan eks pemain Manchester City itu kepada klub tentu tiket ke Liga Europa musim depan.

Komentar