Neymar Meradang Kebijakan Rotasi Enrique

Penulis: Darmansyah

Minggu, 12 April 2015 | 13:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Neymar da Silva, striker Brasil, yang bermain di klub Barcelona, meradang dengan kebijakan rotasi pelatih Luiz Enrique yang menarik dirinya dengan tanpa alasan yang tuntas ketika “Blaugrana” bertanding melawanSevilla Minggu dinihari WIB, 12 April 2015.

Kemarahan Neymar ini, dipastikan oleh para pengamat, akan berimbas ke ruang ganti Barcelona. Potensi ribut berasal dari protes Neymar terhadap sang pelatih Luis Enrique saat ditarik keluar lapangan saat Barca bertamu ke Sevilla.

Barca hanya bisa menuai hasil imbang dari Sevilla di Sanchez Pizjuan pada Minggu dinihari WIB.

Lionel Messi membuka kemenangan Barca dan Neymar menggandakannya. Di kubu lawan, gol diceploskan Ever Banega dan di babak kedua kembali menambah gol lewat Kevin Gameiro.

Neymar tampil oke sepanjang laga. Whoscored mencatat selama tampil tujuh puluh tiga menit, Neymar membuat dua tembakan ke gawang yang semuanya tepat sasaran. Satu gol dibuat pemain internasuinao Brasil tersebut di laga itu.

Makanya, Neymar menunjukkan sikap yang tak setuju ketika Enrique menariknya keluar.

Neymar beberapa kali menggerakkan tangan kanan saat kembali ke bangku cadangan. Seolah dia tak setuju dengan keputusan Enrique. Posisinya digantikan Xavi Hernandez.

Tentang kasus penarikan Neymar ini “marca,” menulis jawaban Enrique, yang mengatakan, “Soal pergantian Neymar, saya tidak tertarik membicarakan yang tak masuk akal ini. Peristiwa seperti ini malah sering dibicarakan. Saya hanya tertarik soal kalah menang.

Kepada “Football Espana,” Minggu, 12 April 2015, ia juga mengatakan, “Kami tampil oke di babak pertama dan tak bisa bikin gol sebijipun. Tapi kemudian kami membalasnya.

“Di babak kedua pertandingan menjadi lebih berimbang, dengan kedua tim saling membuat peluang. Tapi kemudian kami membuat kesalahan dan harus membayarnya.

“Saat kami kebobolan, itu sungguh mengganggu saya . Bukan bagaimana kami kebobolan tapi soal posisi di papan klasemen. Sejauh ini masih tak masalah, bukan soal benar atau salah. Kami tetap tak tergeser,” kata Enrique.

Barca memang masih di puncak kalsemen. The Catalans tinggal terpaut dua poin dari Real Madrid yang sebelumnya menang atas Eibar.

Hasil imbang melawan Sevilla membuat selisih poin antara Barcelona dan Real Madrid menjadi menipis. Meski demikian, hasil ini dinilai Andres Iniesta bukan berarti kiamat untuk Barca.

Menjalani laga tandang di Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu dinihari WIB, Barca harus puas membawa pulang satu angka. Sempat unggul dua gol, Barca akhirnya dipaksa meraih hasil imbang.

Hasil itu memang tak mengubah posisi Barca di klasemen.
Namun selisih poin mereka dengan Madrid kini jadi tinggal dua angka. Beberapa jam sebelumnya, Los Blancos memetik poin penuh dengan mengalahkan Eibar tiga gol.

Tentang laga itu sendiri, Iniesta, playmaker Barca, mengakui kalau ada beberapa hal yang harus diperbaiki oleh Barca. Oleh karena itu, dia meminta timnya untuk lekas melupakan hasil imbang melawan Sevilla ini dan fokus ke pertandingan berikutnya.

“Kami tampil bagus di babak pertama tapi gol memberi mereka sedikit ruang untuk bernapas,” ujar Iniesta usai pertandingan seperti dikutip situs resmi klub.

“Mungkin kami sedikit berada dalam posisi yang tidak tepat dari gawang menuju ke serangan balik.”

“Kami memimpin klasemen, kami tidak perlu larut dalam hasil ini. Kami harus menganalisis apa yang salah dan move on. Kami harus tetap positif dan punya keyakinan pada tim,” katanya menegaskan.

“Marca,” juga menulis, bahwa enam sebelum waktu normal pertandingan berakhir, Barcelona melakukan kesalahan sehingga memungkinkan serangan balik Sevilla. Diawali dari operan Pique yang bisa dipotong, Aleix Vidal melepaskan umpan silang kepada Kevin Gameiro di tiang jauh.

Saat serangan memasuki kotak penalti, Pique tidak menyadari kehadiran Gameiro yang memaksimalkan umpan silang itu dengan menjebol gawang yang dijaga Claudio Bravo.

Barca lebih baik, tapi di babak kedua, tekanan Sevilla lebih besar dan pertandingan menjadi lebih seimbang.

“Rasanya menyakitkan karena kami pemimpin kompetisi dan kami menginginkan tiga poin untuk mempertahankan dinamikan kami. Tapi kami bermain melawan Sevilla, tim yang belum kalah di kandang selama seahun dan juga memenangi banyak trofi.”

marca dan football espana

Komentar