Neymar Memang Mengumpat Jordi Alba

Penulis: Darmansyah

Kamis, 21 April 2016 | 14:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Neymar da Silva memang mengeluar kata umpatan untuk Jordi Alba ketika ia tidak mendapat umpan dari rekannya, sesama pemain Barcelona,  itu ketika bermain di Nou Camp melawan Valencia Minggu pekan lalu.

Umpatan dan kata-kata kasar memang sudah jamak dikeluarkan Neymar terhadap sesame pemain.

Namun begitu, kata kasar  Neymar untuk Jordi Alba terjadi  di tengah keterpurukan Barcelona, sehingga menarik perhatian.

Perseteruan Neymar dan Alba terjadi saat Barca takluk dari Valencia dalam lanjutan La Liga Spanyol, Minggu lalu.

Dalam rekaman video yang ditayangkan oleh Movistar, Neymar terlihat meminta bola dari Alba.

Namun bek kiri asal Spanyol itu tidak mengabulkan permintaan itu sehingga adu mulut tak terhindarkan.

Go f*** yourself! What? What? You got a problem?” ucap Neymar sebagaimana terlihat dari gerak mulut penyerang asal Brasil itu dalam rekaman video

Alba pun tidak tinggal diam.

Sambil berjalan mundur, dia mengarahkan jari telunjuknya kepada Neymar.

Laga tersebut memang merupakan puncak frustrasi Neymar akibat performa buruknya yang berbanding lurus dengan rentetan hasil negatif Barcelona.

Bahkan, di akhir pertandingan, Neymar sempat menampar bek Valencia Antonio Barragan.

Beruntung, Neymar perlahan bisa meredam pemberitaan negatif tentang dirinya lewat torehan satu gol saat Barca menghajar Deportivo La Coruna delapan gol tanpa balas, Kamis  dini hari WIB, 21 April 2016.

Gol tersebut mengakhiri puasa gol Neymar dalam lima partai sebelumnya sekaligus menjaga Barca tetap di puncak klasemen.

Perilaku Neymar ini langsung mendapat berita utama dihampir media Spanol. Neymar diposisikan sebagai pemain tak punya moral.

Terhadap perilaku buruk Neymar ini, pelatih Barca, Luis Enrique menyatakan dukungannya kepada  penyerang Barcelona.

“Dia terus menjadi sasaran kritik media di tengah merosotnya penampilan tim kami,” kata Enrique.

Sempat menjadi salah satu pemain tersubur, superstar Brasil itu justru majal di lima pertandingan klub, dengan Blaugrana kala di tiga laga beruntun sehingga keunggulan di pucuk tabel pun pudar.

Klub Catalan ini harus menerima kenyataan mengantungi poin sama dengan Atletico Madrid, sementara upaya mempertahankan titel Liga Champions pun kandas di babak perempat-final, dengan Neymar gagal menjebol gawang lawan.

Salah satu yang menjadi sorotan atas menurunnya performa klub adalah Neymar yang kedapatan terlibat perselisihan dengan Antonio Barragan dari Valencia di Camp Nou akhir pekan lalu

Tapi Luis Enrique tetap mendukung pemainnya jelang lawatan krusial ke Deportivo La Coruna.

“Neymar hanya khawatir tentang permainannya besok,” ucap Luis Enrique dalam konferensi pers jelang laga.

“Itu yang saya khawatirkan.”

“ Sementara untuk masalah lain, ada banyak waktu untuk mendiskusikannya.”

Sementara itu, kiper Valencia Diego Alves menyebut kritik yang dilontarkan banyak pihak kepada Neymar adalah sebuah “penyiksaan”.

Namun Alves menilai bahwa penyerang Barcelona tersebut sudah kebal dengan perlakuan negatif semacam itu.

Menyusul performa buruk Barcelona dalam beberapa pekan terakhir, Neymar turut diterpa kritik tajam, terutama oleh media-media lokal di Spanyol yang mempertanyakan kontribusi penyerang Brasil itu akibat gagal mencetak gol dalam lima partai terakhir.

Alves pun sampai merasa perlu untuk memberikan pembelaan kepada kompatriotnya itu yang menurutnya telah dikritik secara tidak adil.

“Saya pikir, itu adalah sebuah penyiksaan,” tutur Alves kepada Globo Esporte.

“Kritik bisa tertuju pada siapapun, tetapi bagi pemain seperti Neymar atau [Lionel] Messi, mereka selalu menciptakan kontroversi. Namun, Neymar sudah terbiasa dengan situasi seperti ini,” imbuh Alves.

Selain itu, Alves turut membahas insiden tamparan Neymar terhadap Antonio Barragan selepas partai Barcelona-Valencia di Camp Nou yang berakhir dengan kekalahan bagi tuan rumah.

“Saya berbicara dengannya sebelum laga dan dia tampak normal dan sangat kalem. Saya tidak melihat apa yang terjadi selepas laga.”

“ Tetapi jika itu benar-benar terjadi, maka semua harus pulang ke rumah dan melupakannya,” terang Alves.

 

Komentar