Neymar Janji Hadir di Laga Brasil v Jerman

Penulis: Darmansyah

Minggu, 6 Juli 2014 | 15:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Neymar direkomendasikan oleh tim dokter yang merawatnya bisa hadir menemani Brasil di “fan base,” untuk suporter VIP Brasil yang disediakan di sisa turnamen ini, guna memberi ketenangan kepada dirinya dan “Selacao” dalam laga melawan Jerman di semifinal Piala Dunia 2014, di Estadio Belo Horzonte.

Bahkan, menurut surat kabar terbitan Sao Paulo. “O’Globo,” Neymar menjanjikan akan bersama tim jika Brasil lolos ke final dan bermain di Stadion Maracana. Ro de Janeiro.

“Dia menginginkan hadir di dua laga itu jika Brasil sampai ke final. Dia juga ingin memberi aplaus kepada rekan-rekannya agar mampu mengatasi tekanan di setiap laga sis,” tulis “O’Globo” mengutip sebuah sumber yang dekat dengan Neymar.

Neymar kini berada dalam perawatan khusus di sebuah rumah sakit ekslusif usai diterbang dengan helikopter ambulan. Kini kondisinya dengan cepat terus membaik. Ia sudah bisa duduk dan memberikan pesan kepada rekan-rekannya di tim Brasil agar bermain sepenuh hati untuk kejayaan Brasil.

Lewat sebuah video Neymar dengan wajah cerah mengatakan ingin merayakan setiap kemenangan bersama Brasil. Hari Minggu pagi, 06 Juli 2014, ia telah dijenguk oleh para petinggi FIFA dan CFB. Mereka semuanya menginginkan cederanya bisa segera pulih.

Neymar da Silva, striker tim nasional Brasil pada Piala Dunia 2014, dalam laga perempat final melawan Kolombia, “dibantai” bak binatang buruan Juan Camilo Zuniga di Estadio Forteleza, Sabtu dinihari WIB, 05 Juli 2014.

Brasil memenangkan laga “brutal” sesama tim “latino” itu, dan Neymar yang dijagal dengan terjangan “kungfu” lima menit sebelum laga usai oleh Juan Camilo Zuniga sempat terkapar di lapangan karena menderita retak tulang belakang yang mengharuskannya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Neymar hampir dipastikan akan absen di sisa laga yang dimainkan Brasil, semi final melawan Jerman, Sabtu dinihari WIB mendatang, dan juga tidak akan bisa menikmati laga final jika mampu mengalah “Der Panzer” di Estadio Belo Horizonte .

Usai di terjang Zuniga, bek Kolombia, Neymar terkapar di lapangan untuk kemudian di tandu keluar di bawah sorak kemarahan penonton Brasil yang meneriakkan “pembunuh… pembunuh..” untuk Zuniga.

Tidak puas dengan sorakan itu, penonton menabuh genderang dengan nada pilu sebagai penghormatan dari “heroik”nya perjuangan Neymar. Mereka menangis dan memberi “standing up” untuk sang “pahlawan” ketika ia terbaring dengan menelentang di atas tandu.

Neymar, menurut dokter tim nasional Brasil, Rodrigo Lasmar, mengalami cedera retak pada tulang belakang, dan ia mengatakan, cedera itu membuat Neymar tak bisa diharapkan tampil lagi di Piala Dunia ini.

“Tes menunjukkan ia mengalami retak pada vertebra ketiga,” ujar Lasmar.

“Ia terkena lutut pada bagian bawah punggungnya. Kami masih ingin mendapatkan informasi pasti. Namun, mengacu keterangan dari dokter dan sakit yang ia alami, saya bisa jamin tak akan mudah baginya untuk pulih. Akan sulit baginya bermain,” ujar Alberto Pereira, Direktur Teknik Tim Brasil.

Berita terbaru, Minggu pagi waktu Brasil, Neymar sudah bisa bernapas lega setelah cedera retak tulang belakang tak sampai harus membuatnya absen lama. Dalam tempo kurang dari dua bulan, Neymar disebut sudah bisa merumput lagi.

Cedera tersebut membuat publik Brasil terkerjut karena mereka harus kehilangan pemain bintangnya dan terutama tim Selecao yang akan menghadapi Jerman di semifinal tanpa topskorernya itu.

Namun lebih dari itu cedera Neymar jadi konsen utama tim dokter Brasil yang sejak awal khawatir bahwa cedera ini dapat mengancam karier si pemain asal Barcelona itu.

Tapi Neymar tak perlu khawatir karena cedera itu tak parah dan hanya butuh waktu istirahat selama satu setengah bulan sebelum bisa bermain lagi.

“Saya tak memberi kesempatan untuknya bertanya sama sekali. Saya yang memberitahukan kabar itu dan berat rasanya melibat dia menangis ketika diberitahu bahwa ia sudah out dari Piala Dunia,” ujar dokter tim Jose Luiz runco seperti dikutip Soccernet.

“Dia baru bisa tenang setelah saya katakan padanya bahwa dia baru berumur 22 tahun dan masih punya banyak hal untuk diraih,” sambungnya.

“Dia sudah bisa bermain lagi setidaknya dalam waktu 40-45 hari. Jika dia merasa nyaman maka dia bisa menonton pertandingan. Kabar baiknya adalah ini cedera ini tak akan membuat efek jangka panjang meski terlihatnya sangat buruk ketika dia dihajar oleh pemain lawan dari belakang,” demikian dia.

Komentar