MU Vs The Red dan Debat Mou-Klopp

Penulis: Darmansyah

Senin, 16 Januari 2017 | 09:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Laga prestise dua kekuatan “besar” Liga Primer antara Manchester United versus Liverpool di Old Trafford, Senin dinihari WIB, 16 Januari 2017, menyisakan “pertengkaran” di media antara dua pelatihnya, Jose Mourinho dan Juergen Kloop

Keduanya saling menuding kehebatan mereka masing-masing, di samping kelemahan lawan, usai laga yang berkesudahan dengan hasil imbang satu gol berbanding satu gol itu.

Jose Mourinho, pelatih Manchester United, usai pertandingan menuturkan bahwa Juergen Klopp mengira dirinya ingin Roberto Firmino diusir wasit.

Mourinho pun dengan tegas menampikanggapan tersebut.

Mourinho dan Klopp tertangkap kamera beradu mulut di akhir pertandingan ketika Ander Herrera menarik Firmino hingga terjatuh.

Firmino lalu membalas tindakan itu sehingga Herrera juga terjatuh.

Wasit Michael Oliver kemudian mengeluarkan kartu kuning untuk kedua pemain itu.

“Klopp mengira saya meminta pemainnya diusir wasit.”

“ Bukan seperti itu.”

“Tidak ada masalah apapun. Saya kira pertandingan ini berjalan dengan benar. Saya kira para pemain mengeluarkan seluruh kemampuan, tapi dalam situasi yang emosional dan profesional. Wasit sangat baik dalam aspek itu,” kata Mourinho seperti dikutip dari The Guardian.

“Memang ada agresi, tapi hasilnya baik, sehingga ini jadi promosi yang baik ke seluruh dunia untuk Liga Primer Inggris.”

Sementara itu, Klopp memiliki penilaian berbeda soal insiden tersebut.

Menurutnya, Mourinho memang menginginkan Firmino minimal terkena kartu kuning.

“Dari ujung kaki hingga kepala, Roberto adalah seorang pesepak bola dan ia ingin terus bermain. Pada akhirnya, orang yang ingin memainkan sepak bola terkena kartu kuning,” tutur Klopp.

“Ini bisa saja lebih buruk jika seseorang ingin insiden ini terulang lagi. Kami  saat ini tidak memiliki opini berbeda.”

Manchester United dan Liverpool sendiri, pada laga paling  harus puas berbagi angka seri

Kemenangan di depan mata Liverpool atas Manchester United harus buyar, setelah  striker MU Zlatan Ibrahimovic menggagalkan kemenangan The Reds lewat gol sundulannya.

Ibrahimovic mencetak gol penyama kedudukan dengan tandukannya memanfaatkan umpan dari Antonio Valencia di ujung laga.

Milner sebelumnya mencetak gol untuk Liverpool  melalui eksekusi penalti.

Manajer Liverpool, Juergen Klopp mengakui timnya kesulitan dengan perubahan taktik yang dilakukan Setan Merah pada sepuluh menit terakhir pertandingan.

“Kami harus lebih berani, kami menciptakan ruang yang kami inginkan, kami bisa mencetak gol,” ujar Klopp seperti dikutip dari BBC Sport.

“Di akhir-akhir pertandingan ketika United mulai memainkan umpan-umpan panjang — ke Marouane Fellaini dan Zlatan Ibrahimovic — setelah delapan puluh menit bermain intensif, ini sangat berat,” terang pelatih asal Jerman itu.

“Saya sempat berharap ada sedikit keberuntungan, sayangnya tidak ada, tapi semua berjalan bagus.”

Klopp pun menyebut hanya menikmati penampilan para pemainnya malam itu, namun bukan hasilnya.

“Ini pertandingan yang sangat sengit. Mereka bermain umpan-umpan panjang, pertandingan yang amat liar,” tutur Klopp.

“Banyak sekali aksi-aksi menegangkan di menit-menit akhir. Kami di sini ingin memenangkan pertandingan, sehingga tidak seratus persen puas,” sambungnya.

Hasil imbang membuat Liverpool gagal menggeser Tottenham Hotspur dari posisi kedua klasemen sementara. Sama-sama mengoleksi 45 poin, Liverpool kalah selisih gol dari Tottenham.

Tentang penampilan timnya, Jose Mourinho penilaian bahwa  ManUtd bermain lebih banyak menyerang, sementara Liverpool hanya memilih bertahan.

“Kami tim yang bermain menyerang dan Liverpool hanya bertahan. Kita lihat apakah kritik itu adil,” ujar Mourinho.

“Saya menikmati pertandingan tadi, tapi kecewa karena tak bisa meraih tiga poin.”

“Mereka  sangat pintar. Mereka memanfaatkan waktu dengan baik. Mereka tahu bermain bola dan mengontrol emosi,” terang mantan manajer Chelsea itu.

“Mereka tahu bakal menghadapi masalah pada beberapa menit terakhir.”

Mourinho juga menyebut pertandingan tersebut tidak terlalu impresif, namun menunjukkan laga yang penuh emosi di kedua tim.

“Saya tidak melihat pertandingan memiliki kualitas yang super. Kami tidak memperlihatkan kualitas yang kami miliki dan Liverpool memilikinya,” terang Mourinho.

“Namun, laga tadi sangat penuh emosi, intensitas dan permainan agresif. Kami terus berjuang hingga detik-detik terakhir.”

Meski performa timnya tidak sesuai yang diharapkan, Mourinho mengaku antusias menyaksikan atmosfer luar biasa di Old Trafford.

“Sangat menarik, untuk fan Liverpool dan fan kami, mereka sangat antusias hingga detik-detik terakhir,” tutur manajer asal Portugal itu.

Sementara itu gelandang serang Manchester United Henrikh Mkhitaryan mengaku tidak puas dengan hasil seri timnya saat menjamu Liverpool.

Mkhitaryan bahkan menilai ManUtd seharusnya layak memenangi pertandingan. Pasalnya, ia menambahkan, timnya menyerang lebih baik dibandingkan Liverpool.

“Itu bukan hasil yang bagus, tapi kami sempat tertinggal, jadi bukan juga hasil buruk,” terang Mkhitaryan seperti dikutip dari situs resmi MU.

“Kami bisa menang, bisa juga kalah, tapi saya rasa kami seharusnya layak menang karena kami bermain bagus sebagai tim dan telah melakukan yang terbaik.”

Setelah mendapatkan gol penyeimbang skor, Mkhitaryan mengakui para pemain MU juga sempat memaksakan permainan demi mencari gol kedua.

“Kami bermain sedikit lebih kencang untuk mencari gol kedua, tapi sayangnya kami tidak berhasil. Jadi, hasil imbang tidak buruk, meski tidak juga bagus,” terangnya.

Mkhitaryan juga menyebut masuknya Marouane Fellaini menggantikan Matteo Darmian, menambah pengaruh positif pada laga itu.

“Tapi tak hanya Fellaini, masuknya Wayne Rooney dan Juan Mata juga membuat MU juga semakin segar. Mereka banyak membantu di lini depan,” ungkap Mkhitaryan.

Komentar