MU Vs Madrid Di Old Traffor Malam Ini, Siapa Yang Paling Hebat

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 Maret 2013 | 15:45 WIB

Dibaca: 0 kali

RABU dinihari WIB sebuah pertandingan besar akan di mainkan di Old Trafford Stadion. Pertandingan yang mempertemukan dua kutub sepakbola dunia dari dua liga paling prestise. MU melawan Real Madrid.  Dan Menurut rencana pertandingan ini akan disiarkan langsung oleh “SCTV.”

Pertandingan ini seperti ditulis oleh surat kabar terbitan London, “The Telegraph”  akan dicatat  sebagai laga paling spektakuler tahun ini. Laga yang dari pertemuan dua arus besar besar sejarah sepakbola. Laga dari berbenturannya pola 4-2-2 yang menjadi tipikal Inggris dengan pola adaptasi “latino” 4-3-3 ala Madriditas.

Arus ini, dikatakan “Telegraph” sangat kasat mata ketika kedua tim bertemu di Barnebeu Stadion pada laga leg pertama 16 Besar Champions, dan MU mengambil keuntungan  satu gol dari hasil seri. Dan di Barnebeu pula Madrid yang biasanya menggumpalkan permainan vertikal dan horisontal dari pola serangan berkelanjutan memaksa MU bertahan.

Memang MU membawa hasil positif pada pertemuan pertama saat menahan imbang Los Blancos 1-1 di Santiago Bernabeu. Keuntungan menaungi pasukan Sir Alex Ferguson karena pertandingan kedua akan berlangsung di depan pendukung sendiri.

Pada laga malam nanti, MU hanya membutuhkan hasil imbang tanpa gol untuk melaju ke perempat final. Akan tetapi, kumpulan para pemain hebat di kedua tim tentu merupakan jaminan mutu bahwa pertandingan seru penuh aksi bisa tersaji. Bahkan, bukan tak mungkin, banjir gol bisa terjadi di Theatre of Dreams.
“Saya merasa kami tampak sangat nyaman. Apalagi, kami telah memberikan hasil yang baik atas permainan kami sendiri. Kami mungkin bisa mencetak lima atau enam gol,” kata Ferguson.

Ferguson bukan pelatih yang asal sesumbar. Arsitek dari Skotlandia itu tentu tahu titik-titik mana yang menjadi kelemahan Madrid. Selain itu, Ferguson mengerti bagaimana meramu strategi yang tepat untuk Wayne Rooney dkk meredam agresivitas Madrid.

Semua itu sudah terekam di otak Ferguson kala hadir langsung menonton laga semifinal kedua Copa del Rey di Camp Nou. Saat itu, Ferguson mencatat, serangan balik Madrid yang meruntuhkan Barcelona 3-1 menjadi senjata utama anak-anak asuhan Jose Mourinho.

Dengan begitu, Ferguson takkan keberatan bermain bertahan ketimbang membiarkan Cristiano Ronaldo dkk leluasa mengobrak-abrik pertahanan MU dari serangan balik.

Cara ini terbukti jitu pada pertemuan pertama ketika Mesut Oezil, Xabi Alonso, dan Sami Khedira gagal mengirimkan umpan terobosan maut karena rapatnya lini pertahanan Setan Merah. MU akan tampil menyerang jika Madrid ternyata sukses membuka keunggulan terlebih dahulu.

Di kubu Madrid, kepercayaan diri sedang membubung tinggi setelah menaklukkan rival abadi mereka, Barcelona, dalam dua laga terakhir. Dalam dua laga itu, permainan Madrid mendekati sempurna dengan disiplin tinggi plus efektivitas dan efisiensi di depan kotak penalti lawan.

Melihat tipikal Mourinho yang kerap mempertahankan zona nyaman permainan timnya, maka kemungkinan Madrid akan langsung berusaha menekan MU sejak awal pertandingan. Cara tersebut sukses meredam Barcelona. Apakah cara itu bisa meruntuhkan MU di Old Trafford?

Sementara itu, pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengaku tak memikirkan terlalu dalam laga di Old Trafford. Ia dengan bercanda malah mengatakan terinspirasi oleh Manajer Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson yang masih tetap melatih hingga umur 71. Ia pun ingin menyamai langkahnya dengan bertahan sebagai pelatih sampai kepala tujuh.

Selama ini, Ferguson memang dikenal sebagai pelatih yang tangguh. Hingga umur 71, ia tetap penuh semangat dan konsisten. Selama 27 tahun menangani MU, ia mampu memeprtahankan klubnya di papan atas dan rajin mengoleksi gelar.

“Saya kira, ini (profesi pealtih) jenis pekerjaan di mana jika Anda semakin tua akan semakin baik. Sebab, pengalaman yang Anda miliki dan pikiran yang Anda berikan akan membuat Anda lebih baik,” jelas Mourinho.

Mourinho kini sudah berumur 50 tahun. Maka, ia berharap masih bisa melatih setidaknya dalam 20 tahun ke depan.

“Ya, saya bisa membayangkannya. Dan, saya akan senang jika Tuhan memberi kesehatan, sehingga saya bisa melakukannya (melatih sampai umur 70 tahun). Sir Alex sangat unik. Saya tak memiliki kata-kata dan penghormatan untuk menambah apa yang dikatakan dan disampaikan setiap orang tentang dirinya,” katanya.

Di Manchester, publik Old Trafford masih menyimpan dendam dan  tak akan pernah melupakan ketika  Ronaldo sepuluh tahun lalu menikam MU ketika ia masih di Sporting Lisbon.. Sebab, dialah yang menggagalkan MU ke semifinal Liga Champions 2002-03 dengan mencetak hattrick.

Sama seperti saat musim 2012-13 ini, pada musim 2002-03, Madrid bertindak sebagai tuan rumah lebih dulu. Di leg pertama babak perempat final, Madrid menang 3-1. Di leg kedua, MU hanya butuh menang 2-0 untuk lolos ke semifinal.

Namun, Ronaldo membuat Madrid unggul lebih dulu pada menit ke-11. Ruud van Nistelrooy menyamakan kedudukan di menit ke-43. Lagi-lagi, Ronaldo membungkam publik Old Trafford dengan golnya pada menit ke-51. Dua menit kemudian, MU kembali menyamakan kedudukan berkat gol bunuh diri Helguera.

Harapan MU tiba-tiba runtuh setelah Ronaldo mencetak gol ketiganya pada menit ke-59 sehingga dua gol David Beckham pada menit ke-71 dan 84 tak berpengaruh. Meski MU menang 4-3, secara agregat, mereka kalah 5-6. Ronaldo sukses mengantar Madrid ke semifinal dan perjalanan MU pun harus terhenti.

Ronaldo yang dimaksud adalah Ronaldo Luis Nazario de Lima. Pemain fenomenal asal Brasil yang kala itu menjadi andalan Madrid.
Kini, MU kembali menjamu Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Selasa atau Rabu (6/3/2013) dini hari WIB. Madrid kembali memiliki Ronaldo yang bisa menjadi momok buat publik Old Traford. Ia tak lain Cristiano Ronaldo yang juga mantan bintang Setan Merah.

Di leg pertama, Ronaldo sudah membuktikan kemampuannya meneror gawang MU. Ia mencetak gol dengan sundulan maut sehingga MU yang unggul lebih dulu akhirnya dipaksa bermain imbang 1-1.

Pemain gaek MU, Ryan Giggs, enggan mengingat peristiwa 2003. “Itu (laga 2003) bukan hal yang akan kami pikirkan. Setiap kali Anda bermain di kompetisi Eropa akan mendapat pelajaran berbeda. Saat itu, Madrid mencetak gol lebih dulu dan kami harus mencegah agar tak terjadi lagi pada laga besok. Kalaupun tertinggal lebih dulu, kami memiliki pengalaman dan kepercayaan diri untuk mengejar,” tegas Giggs yang akan menjalani laga ke-1.000 saat melawan Madrid nanti.

Manajer MU, Alex Ferguson, juga tak mau terteror kisah 10 tahun lalu. Namun, dia tetap melihat Cristiano Ronaldo sebagai ancaman serius. “Kecemasan kami bukan apa yang terjadi 10 tahun lalu, tapi apa yang akan terjadi besok. Ronaldo yang lebih tua, lebih gemuk, sedang dalam puncaknya pada saat itu. (Cristiano) Ronaldo adalah atlet ideal, tak pernah absen, memiliki fisik, gerak, dan dua kaki fantastis. Dia juga hebat di udara,” pujinya.

Namun, dia menekankan timnya untuk tak terlalu fokus kepadanya saja. “Jika hanya memikirkan ancaman yang bisa diberikan Cristiano, kami bisa melupakan apa yang bisa kami lakukan,” tegasnya.

Bagaimanapun, Cristiano Ronaldo tetap akan menjadi pusat wacana dalam laga tersebut, apalagi dia mantan pemain MU dan ini akan menjadi laga emosional buatnya, juga MU. Lebih dari itu, Ronaldo adalah salah satu pemain terbaik dunia yang tetap akan menjadi teror berbahaya. Lengah sedikit, dia bisa melukai Setan Merah, seperti yang dilakukan Ronaldo asal Brasil.

Komentar